Ikuti Kami :

Disarankan:

Pergerakan Tanah di Ciharalang Ciamis Rusak Tiga Rumah, Warga Panik Sebelum Mengungsi

Senin, 24 November 2025 | 16:51 WIB
Watermark
Pergerakan Tanah di Ciharalang Ciamis Rusak Tiga Rumah, Warga Panik Sebelum Mengungsi. Foto: Febrian L.

Pergerakan tanah kembali melanda Dusun Bantarcaringin, RT 24/12, Desa Ciharalang, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis. Insiden ini terjadi pada Senin (24/11/2025) sekira pukul 01.30 WIB setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut sepanjang malam.

CIAMIS, NewsTasikmalaya.com – Pergerakan tanah kembali melanda Dusun Bantarcaringin, RT 24/12, Desa Ciharalang, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis. Insiden ini terjadi pada Senin (24/11/2025) sekira pukul 01.30 WIB setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut sepanjang malam.

Hingga Senin siang, aktivitas pergerakan tanah masih berlangsung dan kerusakan pada rumah warga terus bertambah.

Eti, salah satu pemilik rumah yang terdampak, menceritakan detik-detik saat dirinya terbangun tengah malam dan menemukan rumahnya mulai rusak akibat pergeseran tanah.

“Semalam biasa bangun tengah malam setengah dua. Pas ke WC di kamar sudah ada retak-retak, udah curiga. Ternyata pas ke dapur ada keramik yang sudah terangkat, tapi belum parah,” ujar Eti.

Ia mengaku panik karena saat kejadian hanya berdua di rumah bersama anaknya. “Yang dirasakan takut, takut parah, dan makin siang makin parah. Pergerakan tanah ini sudah lama, tapi yang paling parah sekarang,” ungkapnya.

Mengantisipasi kondisi yang semakin memburuk, Eti bersama warga sekitar mulai mengevakuasi barang-barang berharga. 

“Saya barusan beres-beres evakuasi, takut nanti ada pergeseran atau rumah ambruk. Barang-barang sudah di luar. Rencana mau ngungsi di rumah tetangga karena takut,” katanya.

Sementara itu, Ketua RT 24/12 Dusun Bantarcaringin, Maman Suryaman, menyebut pergerakan tanah kali ini merupakan yang terparah dari dua kejadian sebelumnya.

“Pergerakan tanah ini sudah terjadi tiga kali sejak tiga tahun lalu. Yang sekarang paling parah. Setiap jam pergeseran tanah hampir 20 sentimeter,” ujarnya.

Menurut Maman, tiga rumah mengalami kerusakan cukup berat dan penghuninya sudah mengungsi ke rumah kerabat. Selain itu, delapan rumah lainnya kini berada dalam kondisi terancam apabila pergerakan tanah terus berjalan.

“Sekarang kolam ikan juga sudah ambles lebih dari 1,5 meter. Lokasinya tidak jauh dari rumah warga,” tambahnya.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ciamis telah turun ke lokasi untuk melakukan pendataan dan menyalurkan bantuan awal berupa paket sembako.

Dari pantauan di lapangan sekira pukul 12.30 WIB, retakan di tanah terus melebar dan situasi masih dipantau secara intensif. Warga yang rumahnya terdampak juga terlihat mengeluarkan barang-barang berharga yang masih bisa diselamatkan.

Masyarakat berharap pemerintah segera memberikan penanganan teknis untuk menghentikan pergerakan tanah sebelum kerusakan meluas dan mengancam lebih banyak rumah. 

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement