Ikuti Kami :

Disarankan:

Perhutani KPH Tasikmalaya Gandeng Unsil, Teliti Adaptasi Kantong Semar di Gunung Galunggung

Rabu, 08 Juli 2026 | 17:30 WIB
Perhutani KPH Tasikmalaya Gandeng Unsil, Teliti Adaptasi Kantong Semar di Gunung Galunggung
Perhutani KPH Tasikmalaya Gandeng Unsil, Teliti Adaptasi Kantong Semar di Gunung Galunggung.

Perum Perhutani KPH Tasikmalaya menggandeng Universitas Siliwangi (Unsil) dalam proyek penelitian kantong semar (Nepenthes spp.) di ekosistem vulkanik Gunung Galunggung. Riset yang dipimpin Siti Nur Anisah ini akan berlangsung dari Juli hingga Desember 2026 guna mengkaji adaptasi nutrien tumbuhan serta memperkuat tata kelola hutan berbasis ESG.

TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Tasikmalaya memperkuat komitmen pengelolaan kawasan hutan berbasis sains. Langkah ini diwujudkan melalui kolaborasi riset strategis bersama Universitas Siliwangi (Unsil) Tasikmalaya untuk meneliti tanaman endemik kantong semar di kawasan Gunung Galunggung.

Komitmen kerja sama tersebut ditandai dengan diterimanya dua tim peneliti dari Unsil oleh Administratur/KKPH Tasikmalaya, Danu Prasetyo, di Kantor Perum Perhutani KPH Tasikmalaya pada Selasa (7/7/2026). Dua srikandi akademisi yang memimpin riset ini adalah Siti Nur Anisah selaku Ketua Tim, bersama rekannya, Alin Robiah Al Adawiah.

Penelitian ilmiah yang bertajuk "Profil Konsentrasi Nutrien pada Nepenthes di Ekosistem Vulkanik Gunung Galunggung Tasikmalaya" ini dijadwalkan berlangsung mulai 13 Juli hingga 31 Desember 2026 mendatang, dengan lokus utama di kawasan hutan pangkuan Perhutani KPH Tasikmalaya.

Administratur/KKPH Tasikmalaya, Danu Prasetyo, menegaskan bahwa pihak Perhutani mendukung penuh setiap kegiatan akademik dan penelitian yang memberikan dampak nyata terhadap konservasi serta pengelolaan hutan.

"Perhutani senantiasa membuka ruang kolaborasi dengan perguruan tinggi. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi ilmiah untuk memperkuat konservasi keanekaragaman hayati dan mendukung pengelolaan hutan yang adaptif, berkelanjutan, serta bermanfaat bagi masyarakat," ujar Danu, Rabu (8/7/2026) pagi.

Danu menjelaskan, Gunung Galunggung memiliki karakteristik ekosistem vulkanik yang sangat unik dengan tingkat keanekaragaman hayati yang tinggi. Salah satu kekayaan hayati yang menonjol adalah keberadaan tanaman kantong semar (Nepenthes spp.), yang memiliki peran serta nilai ekologis sangat penting di alam.

"Melalui penelitian ini, diharapkan diperoleh data ilmiah yang akurat untuk menyusun strategi pelestarian spesies sekaligus menjadi dasar kebijakan pengelolaan kawasan hutan yang berkelanjutan," tambahnya.

Di tempat yang sama, Ketua Tim Peneliti Unsil, Siti Nur Anisah, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas keterbukaan dan dukungan penuh yang diberikan oleh pihak Perhutani KPH Tasikmalaya. Ia memaparkan bahwa riset ini secara khusus akan mengkaji profil konsentrasi nutrien pada tanaman kantong semar langsung di habitat alaminya.

"Tujuannya adalah untuk memberikan informasi ilmiah yang mendalam mengenai bagaimana cara adaptasi tumbuhan tersebut pada ekosistem vulkanik yang ekstrem. Hasil penelitian ini nantinya akan kami tuangkan ke dalam jurnal ilmiah sebagai referensi pengembangan ilmu pengetahuan, konservasi keanekaragaman hayati, dan pengelolaan hutan berkelanjutan," ungkap Siti.

Kolaborasi antarpemangku kebijakan dan akademisi ini juga menjadi bagian dari implementasi nyata prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) di lingkungan Perhutani KPH Tasikmalaya. Melalui langkah ini, tata kelola kehutanan di wilayah Tasikmalaya diharapkan semakin kokoh berkat sokongan data ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement