Ikuti Kami :

Disarankan:

Danden Gegana Polda Jabar: Ledakan di Dadaha Tasikmalaya Berkekuatan Rendah

Senin, 13 Juli 2026 | 12:31 WIB
Watermark
Danden Gegana Polda Jabar: Ledakan di Dadaha Tasikmalaya Berkekuatan Rendah. Foto: NewsTasikmalaya.com/Kristian

Danden Gegana Satbrimob Polda Jawa Barat Kompol Iyus Ali Yusup memastikan ledakan yang terjadi di Kompleks Olahraga Dadaha, Kota Tasikmalaya, menggunakan bahan peledak berkekuatan rendah (low explosive) dan tidak ditujukan untuk mencelakai orang.

TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Fakta baru terungkap dalam kasus ledakan yang terjadi di kawasan Kompleks Olahraga Dadaha, Kota Tasikmalaya. Detasemen Gegana Satbrimob Polda Jawa Barat memastikan bahwa bahan peledak yang digunakan dalam insiden tersebut memiliki daya ledak rendah atau low explosive dan tidak dirancang untuk menimbulkan korban jiwa.

Hal itu disampaikan Danden Gegana Satbrimob Polda Jabar, Kompol Iyus Ali Yusup, saat dihubungi awak media melalui sambungan telepon, Senin (13/7/2026) siang. 

Menurut Kompol Iyus, berdasarkan hasil pemeriksaan tim penjinak bom dan identifikasi di lapangan, ledakan yang terjadi memang menimbulkan suara cukup keras.

Namun, suara tersebut lebih dipengaruhi oleh lokasi peledakan yang berada di dalam kotak tiang lampu sehingga efek bunyinya menjadi lebih besar.

"Memang daya ledaknya kecil atau low explosive. Tidak terlalu high explosive dan tidak ada niat untuk mencelakakan orang," ujar Kompol Iyus.

Ia menjelaskan, bahan peledak tersebut dipicu menggunakan perangkat kendali jarak jauh atau remote control.

Meski hanya berkekuatan rendah, suara ledakan terdengar cukup keras karena perangkat itu ditempatkan di dalam kotak tiang lampu yang memiliki ruang tertutup.

Akibatnya, gelombang suara terkumpul dan memantul sehingga menghasilkan dentuman yang terdengar hingga jarak cukup jauh.

"Karena ditaruh di kotak tiang lampu yang ada lubangnya sedikit, suaranya jadi terhimpun. Makanya terdengar besar, seperti suara ban pecah. Bahkan bisa terdengar sampai radius sekitar satu kilometer," jelasnya.

Kompol Iyus juga menegaskan bahwa material yang digunakan tidak memenuhi unsur bahan peledak berbahaya secara lengkap.

Menurutnya, jika seluruh komponen bahan peledak tersedia secara utuh, potensi kerusakan maupun korban bisa jauh lebih besar.

"Unsur material ledakannya tidak lengkap. Kalau ada bubuk mesiu, belerang dan bahan-bahan lainnya secara lengkap tentu bisa berbahaya. Namun pada kasus ini tidak menyebabkan orang di sekitar lokasi terluka," katanya.

Fakta tersebut memperkuat keterangan sebelumnya dari pihak kepolisian yang menyatakan tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam insiden tersebut.

Barang Bukti Sudah Diamankan Polisi

Terkait hasil penggeledahan yang dilakukan aparat gabungan di dua lokasi berbeda, Kompol Iyus memastikan seluruh area sudah dinyatakan aman dan steril.

Berbagai barang bukti yang ditemukan selama proses penyelidikan juga telah diamankan untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut.

"Hasil penggeledahan di dua lokasi sudah steril dan seluruh barang bukti sudah diamankan di Polres," ujarnya.

Ia juga meluruskan informasi yang beredar mengenai senjata yang ditemukan saat penggeledahan. Menurutnya, benda tersebut bukan senjata api, melainkan senapan angin kaliber 4,5 milimeter yang menggunakan amunisi mimis.

"Itu bukan senjata api. Yang ditemukan adalah senapan angin kaliber 4,5 dengan amunisi mimis," tegasnya.

Polisi Terus Dalami Kasus

Seperti diketahui, insiden ledakan di kawasan Kompleks Olahraga Dadaha terjadi pada Sabtu (11/7/2026) malam dan sempat mengundang perhatian masyarakat karena dentumannya terdengar cukup keras.

Pascakejadian, Polres Tasikmalaya Kota bersama Satbrimob Polda Jabar, Densus 88 Antiteror Polri, dan sejumlah satuan terkait langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), penggeledahan, serta pemeriksaan terhadap sejumlah saksi.

Hingga kini proses penyidikan masih terus berlangsung untuk mengungkap secara utuh kronologi, motif, serta pihak-pihak yang terlibat dalam peristiwa tersebut.

 

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement