Ikuti Kami :

Disarankan:

Peristiwa Tragis di Banjaran Bandung: Ibu Ditemukan Tewas Gantung Diri, Dua Anaknya Juga Meninggal Terjerat Tali

Minggu, 07 September 2025 | 08:34 WIB
Peristiwa Tragis di Banjaran Bandung: Ibu Ditemukan Tewas Gantung Diri, Dua Anaknya Juga Meninggal Terjerat Tali
Peristiwa Tragis di Banjaran Bandung: Ibu Ditemukan Tewas Gantung Diri, Dua Anaknya Juga Meninggal Terjerat Tali. Foto: Ilustrasi/Istimewa

Warga Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung, digemparkan oleh penemuan tiga jenazah dalam satu rumah kontrakan pada Jumat (5/9/2025) dini hari. Peristiwa memilukan ini melibatkan seorang ibu berinisial EN (34) serta dua anaknya, AAP (9) dan AAP (11 bulan).

Peringatan: Artikel ini memuat informasi tentang tindakan bunuh diri. Jika Anda sedang mengalami tekanan mental, stres berat, atau merasa putus asa, segera konsultasikan ke layanan kesehatan jiwa atau profesional terdekat. Anda tidak sendiri, bantuan tersedia.

BANDUNG, NewsTasikmalaya.com – Warga Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung, digemparkan oleh penemuan tiga jenazah dalam satu rumah kontrakan pada Jumat (5/9/2025) dini hari. Peristiwa memilukan ini melibatkan seorang ibu berinisial EN (34) serta dua anaknya, AAP (9) dan AAP (11 bulan).

Melansir akun Instagram @humaspoldajabar, ketiganya ditemukan sekitar pukul 04.00 WIB oleh YS, suami sekaligus ayah korban, yang baru saja pulang kerja. Saat tiba di rumah, ia mendapati pintu terkunci dari dalam. Ketika mencoba mengintip melalui ventilasi, YS melihat sang istri sudah tergantung di kusen pintu kamar.

Panik dan histeris, YS berteriak meminta bantuan warga. Bersama warga sekitar, pintu rumah berhasil didobrak. Namun suasana semakin mencekam ketika mereka mendapati dua anak EN sudah tidak bernyawa dengan jeratan tali di leher.

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Hendra Rochmawan, menjelaskan, dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) yang dipimpin Kapolresta Bandung, Kombes Pol Aldi Subartono, ditemukan bahwa pintu dan jendela rumah terkunci rapat dari dalam.

“Tidak ditemukan adanya tanda-tanda luka terbuka di tubuh korban. Kondisi menguatkan dugaan bahwa peristiwa ini murni aksi bunuh diri,” ujar Kombes Hendra.

Polisi juga menemukan barang bukti berupa sebuah telepon genggam dan secarik kertas berisi tulisan tangan yang diduga sebagai curahan hati korban. Kertas tersebut ditempel di dinding ruang tengah rumah kontrakan.

Ketiga jenazah kemudian dievakuasi ke RS Sartika Asih Bandung untuk dilakukan pemeriksaan forensik. Sementara itu, polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut dengan memeriksa saksi-saksi serta mendalami isi surat yang ditinggalkan korban.

“Kami terus mengumpulkan keterangan dan barang bukti untuk memastikan motif di balik peristiwa ini. Kasusnya masih dalam tahap pendalaman,” tambah Kombes Hendra.

Warga Banjaran Masih Syok

Peristiwa memilukan ini membuat warga sekitar syok dan berduka. Banyak tetangga yang tidak menyangka, sebab keluarga korban dikenal cukup tertutup dan jarang berinteraksi. Sejumlah warga langsung berbondong-bondong mendatangi lokasi setelah mendengar teriakan YS.

 

 

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement