Ikuti Kami :

Disarankan:

Perkuat Jejaring KIA, RS Jasa Kartini Tasikmalaya Gelar Workshop Tumbuh Kembang Bayi Prematur dan BBLR

Kamis, 21 Mei 2026 | 12:55 WIB
Perkuat Jejaring KIA, RS Jasa Kartini Tasikmalaya Gelar Workshop Tumbuh Kembang Bayi Prematur dan BBLR
Perkuat Jejaring KIA, RS Jasa Kartini Tasikmalaya Gelar Workshop Tumbuh Kembang Bayi Prematur dan BBLR.

Rumah Sakit Jasa Kartini (RS JK) Tasikmalaya menggelar workshop edukatif bertajuk "Pentingnya Pemantauan Pertumbuhan Bayi Prematur dan BBLR" di Aula Bale Karsa RS JK, Rabu (20/5/2026). Agenda ini digelar sebagai langkah konkret untuk meningkatkan kualitas hidup dan pemantauan tumbuh kembang bayi prematur serta bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR).

TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com — Rumah Sakit Jasa Kartini (RS JK) Tasikmalaya menggelar workshop edukatif bertajuk "Pentingnya Pemantauan Pertumbuhan Bayi Prematur dan BBLR" di Aula Bale Karsa RS JK, Rabu (20/5/2026). Agenda ini digelar sebagai langkah konkret untuk meningkatkan kualitas hidup dan pemantauan tumbuh kembang bayi prematur serta bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR).

Guna memperkuat sinergi dan jejaring pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) di Priangan Timur, kegiatan ini melibatkan puluhan peserta yang terdiri dari Penanggung Jawab KIA Puskesmas se-Kota dan Kabupaten Tasikmalaya, praktisi Bidan Praktik Mandiri (BPM), serta pengelola klinik kebidanan setempat.

Direktur RS Jasa Kartini, dr. Riadhi Yulianto, Sp.B., Subsp.Onk(K)., SE., MBA., menegaskan bahwa kelompok bayi prematur dan BBLR merupakan investasi masa depan yang membutuhkan penanganan medis spesifik serta pemantauan yang konsisten.

"Bayi prematur dan BBLR merupakan kelompok rentan yang sangat membutuhkan perhatian khusus serta pemantauan berkelanjutan. Kegiatan ini adalah bentuk komitmen nyata kami dalam mendukung peningkatan kualitas layanan kesehatan anak di Tasikmalaya," ujar dr. Riadhi Yulianto, Kamis (21/5/2026).

Untuk membedah tantangan klinis di lapangan, RS Jasa Kartini menghadirkan sejumlah narasumber yang kompeten di bidangnya. Materi pertama mengenai "Tantangan dan Strategi Pemantauan Tumbuh Kembang Bayi Prematur dan BBLR" dikupas tuntas oleh dokter spesialis anak, dr. H. Pandji Purnama Dihardja, Sp.A.

Sementara pada sesi kedua, Nunung Nurhayati, AMK., memaparkan materi teknis mengenai "Pendekatan Praktisi Perawatan dan Pemantauan Bayi Prematur di Unit Perinatologi dan Jejaring Puskesmas".

Melalui kombinasi materi tersebut, para peserta dibekali pemahaman mendalam mengenai metode deteksi dini gangguan pertumbuhan, formula pemantauan gizi berkelanjutan, hingga langkah preventif penanganan komplikasi pasca-kelahiran.

Lebih lanjut, dr. Riadhi Yulianto berharap lewat forum ilmiah ini, kompetensi para tenaga kesehatan di tingkat fasilitas kesehatan primer (Faskes I) dapat meningkat secara signifikan, sehingga sistem rujukan medis dapat berjalan lebih cepat dan akurat.

"Kami berharap terbangun sinergi dan komunikasi yang kuat antara pihak rumah sakit, puskesmas, bidan mandiri, dan seluruh fasilitas pelayanan kesehatan lainnya. Dengan kolaborasi yang solid, pemantauan tumbuh kembang bayi berisiko tinggi ini dapat dioptimalkan sejak dini demi mencegah terjadinya stunting atau gangguan perkembangan permanen," pungkasnya.

 

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement