TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya memperkuat koordinasi lintas sektoral menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026. Hal ini dibahas secara mendalam dalam Rapat Koordinasi (Rakor) bersama unsur Forkopimda Plus di Sembada Meeting Room, Hotel City Tasikmalaya, Selasa (23/12/2025) pagi.
Rapat yang dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tasikmalaya, Asep Goparulloh, ini bertujuan memastikan kenyamanan masyarakat selama masa libur panjang akhir tahun.
"Di momen seperti ini, yang paling dibutuhkan masyarakat itu sederhana mereka ingin libur berjalan tenang, aman, lancar, dan layanan pemerintah tetap hadir secara optimal," ujar Asep.
Dalam sektor perhubungan, Sekda menginstruksikan Dinas Perhubungan (Dishub) untuk menyiapkan rekayasa lalu lintas yang dinamis, terutama saat malam pergantian tahun. Ia menekankan bahwa skema penutupan jalan harus mempertimbangkan aspek darurat.
"Tujuan utamanya bukan sekadar 'ramai terkendali', tetapi memastikan akses daeurat tetap aman, akses warga tetap jelas, dan potensi kemacetan kita tekan dari awal," ungkapnya.
Selain kemacetan, ancaman bencana hidrometeorologi menjadi perhatian serius mengingat saat ini telah memasuki musim penghujan. BPBD Kota Tasikmalaya diminta segera menetapkan status siaga darurat dan memperkuat posko-posko lapangan. "Kita masuk musim hujan, dan ini bukan sekadar hujan biasa," tegas Asep.
Di bidang kesehatan, sebanyak 22 Puskesmas dan 15 rumah sakit rujukan di Kota Tasikmalaya dipastikan siaga 24 jam. Asep meminta Dinas Kesehatan memangkas birokrasi layanan agar masyarakat mendapatkan penanganan cepat.
"Alur layanan dibuat sederhana, jelas, dan tidak berputar-putar biar warga cepat dilayani," ujarnya.
Terkait kondusifitas wilayah, Sekda meminta sinergi ketat antara TNI, Polri, Satpol PP, dan Kesbangpol untuk menjaga keamanan kota. Ia menekankan pentingnya dialog dengan tokoh agama guna merawat kerukunan.
"Tasikmalaya harus kira jaga sebagai kota yang dewasa, tertib, dan sejuk. Kepada Kesbangpol sayabharap terus menguatkan koordinasi dan dialog denga para tokoh agama dan masyarakat. Karena Tasikmalaya adalah kota yang dewasa dalam merawat kebersamaan," terangnya.
Menutup arahannya, Asep mengingatkan jajarannya untuk memantau fluktuasi harga kebutuhan pokok di pasar. Ia meminta adanya sistem peringatan dini (early warning) jika ditemukan kenaikan harga yang tidak wajar guna mencegah kepanikan di masyarakat.
"Komunikasi publiknya juga penting, agar bisa menenangkan, tidak membuat panik, tapi tetap jujur dan terukur," pungkasnya.