Ikuti Kami :

Disarankan:

Pimpin Sidak Lapak Kurban di Jalan Letnan Harun, Plh Wali Kota Tasikmalaya Pastikan 1.532 Hewan Aman Jelang Iduladha

Kamis, 21 Mei 2026 | 12:49 WIB
Pimpin Sidak Lapak Kurban di Jalan Letnan Harun, Plh Wali Kota Tasikmalaya Pastikan 1.532 Hewan Aman Jelang Iduladha
Pimpin Sidak Lapak Kurban di Jalan Letnan Harun, Plh Wali Kota Tasikmalaya Pastikan 1.532 Hewan Aman Jelang Iduladha. Foto: Kristian.

Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya melakukan inspeksi mendadak (sidak) secara maraton ke sejumlah lapak pedagang hewan kurban, Kamis (21/5/2026). Langkah ini diambil untuk menjamin kelayakan dan kesehatan hewan kurban menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah.

TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com — Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya melakukan inspeksi mendadak (sidak) secara maraton ke sejumlah lapak pedagang hewan kurban, Kamis (21/5/2026). Langkah ini diambil untuk menjamin kelayakan dan kesehatan hewan kurban menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah.

Sidak yang menyasar salah satu lapak besar di kawasan Jalan Letnan Harun, Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya ini dipimpin langsung oleh Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota Tasikmalaya, Diky Candra.

Dalam kegiatan tersebut, ia didampingi oleh Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Sofian, Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Cecep Kurniawan, unsur TNI, serta sejumlah pejabat struktural lainnya. Di lokasi, petugas gabungan langsung melakukan pemeriksaan fisik komprehensif terhadap hewan-hewan yang dijajakan.

Plh Wali Kota Tasikmalaya, Diky Candra, mengungkapkan bahwa tim di lapangan telah bergerak cepat sejak satu minggu lalu untuk menyisir seluruh titik penjualan.

"Pemeriksaan kesehatan sudah berjalan sejak hari Minggu lalu oleh tim teknis DKP3 bersama tiga dokter hewan. Hingga saat ini, total ada 1.532 hewan kurban di Kota Tasikmalaya yang sudah diperiksa kesehatannya," ujar Diky Candra di sela-sela sidak, Kamis (21/5/2026).

Diky memastikan, dari ribuan ekor hewan yang telah diperiksa, tim medis tidak menemukan adanya indikasi penyakit menular yang berbahaya. "Insyaallah sampai sejauh ini tidak ada masalah dan tidak perlu dikhawatirkan terkait adanya penyakit. Hewan kurban di Tasikmalaya aman dan memenuhi syarat syariat," imbuhnya.

Kendati dipastikan aman, Diky membeberkan adanya tren penurunan jumlah populasi hewan kurban yang masuk ke Kota Tasikmalaya tahun ini. Sebagai perbandingan, pada tahun sebelumnya kuota sapi kurban di Tasikmalaya bisa menembus angka 3.000 ekor.

"Saat ini baru tercatat sekitar separuhnya untuk sapi, sedangkan untuk domba baru masuk kisaran 700 ekor. Penurunan ini dipicu oleh kondisi finansial di beberapa daerah serta adanya dinamika beberapa lapak pedagang yang memilih pindah ke kota lain," jelas Diky.

Di sisi lain, faktor makro ekonomi juga berimbas pada lonjakan harga jual di tingkat peternak. Amar, salah seorang pengurus pusat penjualan hewan kurban di Kota Tasikmalaya, mengakui adanya kenaikan harga yang cukup signifikan pada tahun 2026 ini.

"Sangat berimbas, terutama karena adanya kenaikan harga BBM dan faktor operasional lainnya. Dibandingkan tahun kemarin, kenaikan harga per ekor sapi bisa mencapai Rp2 juta. Untuk saat ini, harga sapi kurban berkisar di angka Rp24 juta hingga Rp30 juta per ekor," ungkap Amar.

Guna memberikan rasa aman bagi konsumen, Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan DKP3 Kota Tasikmalaya, Cecep Kurniawan, menegaskan bahwa seluruh proses seleksi dilakukan melalui SOP yang ketat melalui dua tahapan utama:

 * Pemeriksaan Administratif: Melacak rekam jejak, asal-usul, dan sumber daerah pengiriman hewan.

 * Pemeriksaan Klinis Fisik: Mengukur suhu tubuh hewan, memeriksa kecukupan umur (poel), mendeteksi detak jantung, serta kesehatan mata dan bulu.

Cecep menambahkan, hewan kurban yang dinyatakan lolos uji klinis dan layak sembelih langsung diberikan tanda atau label khusus di lapak.

"Hewan yang sehat akan kami berikan tanda khusus dan dokter hewan kami langsung menerbitkan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH). Dokumen ini sangat krusial, apalagi jika hewan tersebut nantinya akan dikirim ke luar daerah, pasti akan diminta oleh petugas di kota tujuan," pungkas Cecep.

 

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement