JOMBANG, NewsTasikmalaya.com – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, menegaskan keyakinannya bahwa Indonesia tengah berada di jalur yang tepat menuju negara yang lebih mandiri, kuat, dan berdaya saing.
Melansir laman presidenri.go.id, Senin (31/8/2026), optimisme tersebut disampaikan saat menghadiri Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang, Jawa Timur, Kamis (27/8/2026).
Dalam pidatonya, Presiden menyoroti berbagai program prioritas pemerintah yang dinilai mulai menunjukkan hasil nyata bagi masyarakat.
Mulai dari ketahanan pangan nasional, penguatan sektor energi, hingga program sosial yang menyasar kelompok rentan menjadi bagian dari fondasi menuju Indonesia yang lebih sejahtera.
Swasembada Pangan Jadi Modal Besar Indonesia
Prabowo mengungkapkan bahwa Indonesia telah mencapai kemajuan penting di sektor pangan. Menurutnya, keberhasilan menjaga ketersediaan pangan nasional menjadi salah satu pencapaian strategis yang memperkuat posisi Indonesia di tengah berbagai tantangan global.
Ia menilai kemampuan memenuhi kebutuhan pangan dari produksi dalam negeri merupakan langkah penting untuk mengurangi ketergantungan terhadap pasokan luar negeri sekaligus memperkuat ketahanan nasional.
“Kita sudah swasembada pangan, dan sebentar lagi kita akan swasembada energi. Insyaallah kita tidak, dalam waktu yang tidak lama, kita tidak perlu impor terlalu banyak BBM dari manapun. Kita telah membangun puluhan ribu dapur umum MBG. MBG sudah sekarang dinikmati lebih dari 62 juta penerima manfaat,” kata Presiden.
Selain sektor pangan, pemerintah juga terus mempercepat pengembangan energi nasional agar Indonesia semakin mandiri dan tidak bergantung pada impor bahan bakar dalam jumlah besar.
Swasembada Energi Jadi Target Berikutnya
Presiden menyebut upaya mewujudkan swasembada energi terus menunjukkan perkembangan positif. Pemerintah menargetkan Indonesia mampu memenuhi kebutuhan energinya sendiri melalui pemanfaatan sumber daya yang dimiliki.
Dengan berbagai proyek strategis yang sedang berjalan, Prabowo optimistis ketergantungan terhadap impor bahan bakar minyak (BBM) akan terus berkurang dalam beberapa tahun mendatang.
Menurutnya, kemandirian energi akan memberikan dampak besar terhadap stabilitas ekonomi nasional sekaligus memperkuat daya tahan Indonesia menghadapi gejolak global.
Program MBG Sudah Menjangkau Jutaan Masyarakat
Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga memaparkan perkembangan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang kini telah menjangkau puluhan juta penerima manfaat di berbagai daerah.
Program tersebut tidak hanya menyasar anak-anak sekolah, tetapi juga ibu hamil dan kelompok lanjut usia yang membutuhkan perhatian khusus dalam pemenuhan gizi.
Prabowo mengakui masih terdapat sejumlah tantangan dalam pelaksanaan program di lapangan. Namun pemerintah berkomitmen melakukan berbagai perbaikan agar manfaat program dapat dirasakan secara merata oleh seluruh masyarakat yang berhak menerima.
Menurutnya, keberhasilan program sosial harus diukur dari sejauh mana manfaatnya benar-benar diterima oleh masyarakat, khususnya kelompok yang paling membutuhkan.
Koperasi Desa Merah Putih Didorong Perkuat Ekonomi Rakyat
Selain membahas sektor pangan dan sosial, Presiden juga menyoroti peran Koperasi Desa Merah Putih yang mulai beroperasi di berbagai wilayah Indonesia.
Keberadaan koperasi tersebut diharapkan menjadi penggerak ekonomi masyarakat desa sekaligus memperpendek rantai distribusi berbagai kebutuhan pokok.
Pemerintah berkomitmen memastikan barang-barang yang memperoleh subsidi negara dapat sampai kepada masyarakat dengan harga yang sesuai ketentuan.
Langkah ini dilakukan agar manfaat subsidi benar-benar dirasakan rakyat dan tidak dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang mencari keuntungan pribadi.
Prabowo menegaskan bahwa pengawasan distribusi barang subsidi akan terus diperketat guna mencegah penyalahgunaan dan praktik perdagangan yang merugikan masyarakat.
Indonesia Dinilai Punya Modal Besar untuk Maju
Meski menghadapi berbagai tantangan, termasuk perubahan iklim, fenomena El Nino, serta kondisi geografis sebagai negara kepulauan, Presiden menilai Indonesia memiliki modal yang sangat kuat untuk berkembang.
Kekayaan sumber daya alam, potensi energi yang melimpah, serta jumlah penduduk produktif menjadi faktor utama yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi nasional dalam jangka panjang.
Karena itu, Prabowo mengajak seluruh elemen bangsa untuk tetap optimistis dan mendukung berbagai program pembangunan yang sedang dijalankan pemerintah.
Penghematan Anggaran dan Pemberantasan Korupsi Jadi Prioritas
Dalam pidatonya, Presiden juga kembali menekankan pentingnya tata kelola pemerintahan yang bersih dan efisien. Menurutnya, upaya pemberantasan korupsi serta kebijakan penghematan anggaran telah menghasilkan ruang fiskal yang lebih besar untuk membantu masyarakat.
Dana hasil efisiensi tersebut, kata Prabowo, dialokasikan untuk berbagai program yang menyentuh langsung kebutuhan rakyat, terutama kelompok miskin dan masyarakat yang membutuhkan dukungan negara.
Pemerintah berharap langkah tersebut dapat mempercepat pemerataan kesejahteraan sekaligus memperkuat fondasi pembangunan nasional menuju Indonesia yang lebih maju, mandiri, dan berkeadilan.
Dengan berbagai program strategis yang sedang berjalan, Presiden Prabowo optimistis Indonesia akan memasuki fase kebangkitan baru dalam beberapa tahun ke depan. Ia meyakini potensi besar yang dimiliki bangsa ini akan mampu mengantarkan Indonesia menjadi negara yang semakin kuat dan disegani di tingkat global.