Ikuti Kami :

Disarankan:

Presiden Prabowo Luncurkan Program PLTS 100 GWp, PLN Siap Percepat Swasembada Energi Nasional

Rabu, 26 Agustus 2026 | 16:57 WIB
Presiden Prabowo Luncurkan Program PLTS 100 GWp, PLN Siap Percepat Swasembada Energi Nasional
Presiden Prabowo Luncurkan Program PLTS 100 GWp, PLN Siap Percepat Swasembada Energi Nasional. Foto: Istimewa

PLN menyatakan siap mendukung penuh percepatan pengembangan energi surya nasional guna memperkuat ketahanan energi, mengurangi emisi karbon, dan mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

JEMBRANA, NewsTasikmalaya.com – Pemerintah Indonesia resmi memulai langkah besar menuju kemandirian energi melalui peluncuran Program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 Gigawatt peak (GWp). Program strategis nasional tersebut diluncurkan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto di Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali, Selasa (25/8/2026).

Pada tahap awal, pemerintah memulai pembangunan dan pengembangan 14 proyek PLTS dengan total kapasitas mencapai 5.300 Megawatt peak (MWp) yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Program ini menjadi bagian dari implementasi visi pemerintah dalam mewujudkan swasembada energi nasional melalui pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT).

PLTS 100 GWp Jadi Tonggak Kemandirian Energi Indonesia

Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pengembangan energi surya merupakan salah satu strategi utama untuk memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap energi impor.

Menurut Presiden, Indonesia memiliki potensi energi terbarukan yang sangat besar dan harus dimanfaatkan secara maksimal demi kepentingan bangsa.

"Hari ini adalah hari penting. Kita meluncurkan listrik tenaga surya 100 GW untuk Indonesia. Dengan program ini, kita akan benar-benar menjadi bangsa yang berdiri di atas kaki sendiri," ujar Prabowo.

Ia menilai pengembangan energi surya secara masif akan memberikan manfaat jangka panjang, tidak hanya bagi sektor energi, tetapi juga bagi pertumbuhan ekonomi nasional dan kesejahteraan masyarakat.

Tahap Awal Dimulai dengan 14 Proyek PLTS

Sebagai langkah awal, pemerintah meluncurkan 14 proyek PLTS di sejumlah daerah. Salah satunya adalah PLTS Gilimanuk yang menjadi lokasi peluncuran program nasional tersebut.

Selain itu, PLTS Pulau Rengit di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung juga telah selesai dibangun dan mulai beroperasi untuk mendukung pasokan energi bersih di daerah tersebut.

Program PLTS 100 GWp dirancang sebagai proyek jangka panjang yang akan dikembangkan secara bertahap hingga mencapai target kapasitas nasional sebesar 100 GWp dalam beberapa tahun mendatang.

Bahlil: Indonesia Punya Potensi Energi Luar Biasa

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengatakan program PLTS 100 GWp merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo untuk mempercepat terwujudnya kedaulatan energi nasional.

Menurutnya, Indonesia memiliki sumber daya energi yang melimpah, termasuk energi surya yang tersedia hampir sepanjang tahun.

"Hari ini kita mengambil langkah besar untuk mewujudkan swasembada dan kedaulatan energi nasional. Indonesia dianugerahi sumber daya luar biasa, bukan hanya yang ada di bawah tanah, tetapi juga yang ada di atas kepala kita, yaitu sinar matahari," kata Bahlil.

Ia menjelaskan, program PLTS 100 GWp akan dikembangkan melalui berbagai skema, mulai dari PLTS skala besar, PLTS terapung, PLTS atap, PLTS di kawasan industri, hingga PLTS untuk daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Potensi Investasi Rp1.140 Triliun dan 5,5 Juta Lapangan Kerja

Selain mendukung transisi energi bersih, proyek PLTS 100 GWp juga diproyeksikan memberikan dampak ekonomi yang sangat besar.

Menurut Bahlil, program ini berpotensi menarik investasi sekitar 71,3 miliar dolar AS atau setara dengan Rp1.140 triliun.

Tak hanya itu, proyek ini diperkirakan mampu menciptakan sekitar 5,5 juta lapangan kerja, baik di sektor konstruksi maupun manufaktur.

Jika seluruh target terealisasi, Indonesia juga berpotensi mengurangi emisi karbon hingga 140 juta ton CO2 per tahun dan menghasilkan nilai ekonomi karbon mencapai Rp6,31 triliun setiap tahunnya.

Selain itu, pemerintah memperkirakan efisiensi subsidi energi dapat mencapai Rp73,9 triliun per tahun berkat berkurangnya penggunaan bahan bakar fosil.

PLN Siap Dukung Penuh Pengembangan Energi Surya

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menegaskan bahwa PLN siap menjalankan arahan Presiden dalam mempercepat pengembangan energi surya nasional.

PLN akan memastikan seluruh proyek PLTS dapat terintegrasi dengan sistem kelistrikan nasional secara andal, aman, dan berkelanjutan.

“PLN siap mendukung penuh pengembangan PLTS 100 GWp. Kami akan memastikan sistem kelistrikan nasional mampu mengakomodasi energi surya secara optimal demi mendukung swasembada energi dan transisi menuju energi hijau,” ujarnya.

Menurut Darmawan, keberhasilan program ini membutuhkan kolaborasi kuat antara pemerintah, PLN, dunia usaha, industri, dan masyarakat.

Bali Akan Jadi Pusat Pengembangan Energi Surya

Sebagai lokasi peluncuran program nasional, Bali juga akan menjadi salah satu pusat pengembangan energi surya terbesar di Indonesia.

PLN bersama Pemerintah Provinsi Bali berencana membangun lima klaster PLTS dengan total kapasitas mencapai 1.000 MWp, yang didukung oleh Battery Energy Storage System (BESS) berkapasitas 3.300 MWh.

Salah satu proyek utama adalah pengembangan PLTS Gilimanuk dengan kapasitas sekitar 300 MWp.

Menurut Darmawan, langkah tersebut akan memperkuat posisi Bali sebagai destinasi wisata dunia yang didukung energi bersih dan ramah lingkungan.

Energi Bersih untuk Masa Depan Indonesia

Program PLTS 100 GWp tidak hanya menjadi proyek kelistrikan nasional, tetapi juga bagian dari transformasi ekonomi Indonesia menuju masa depan yang lebih berkelanjutan.

Selain meningkatkan kapasitas energi terbarukan, program ini diharapkan mampu mempercepat pemerataan pembangunan, menciptakan lapangan kerja, menggerakkan ekonomi daerah, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dengan dukungan pemerintah, PLN, dan seluruh pemangku kepentingan, Indonesia optimistis mampu mewujudkan swasembada energi sekaligus menjadi salah satu negara terdepan dalam pemanfaatan energi terbarukan.

 

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement