Ikuti Kami :

Disarankan:

Pria Paruh Baya Ditemukan Tewas di Kontrakan Padayungan Tasikmalaya, Sempat Berteriak Kesakitan Sebelum Meninggal

Selasa, 09 Juni 2026 | 15:35 WIB
Watermark
Pria Paruh Baya Ditemukan Tewas di Kontrakan Padayungan Tasikmalaya, Sempat Berteriak Kesakitan Sebelum Meninggal.

Warga Padayungan RT 03 RW 02 Kelurahan Tugujaya, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya digegerkan dengan penemuan jasad seorang pria paruh baya di dalam kamar kontrakannya pada Senin (8/6/2026) sore sekira pukul 16.00 WIB.

TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com — Warga Padayungan RT 03 RW 02 Kelurahan Tugujaya, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya digegerkan dengan penemuan jasad seorang pria paruh baya di dalam kamar kontrakannya pada Senin (8/6/2026) sore sekira pukul 16.00 WIB. Korban yang diidentifikasi bernama Andi M. Ardita (56), warga asal Kampung Cisaar, Desa Cijambe, Kecamatan Cikidang, Kabupaten Sukabumi, ditemukan meninggal dalam posisi telentang menyamping setelah beberapa hari terakhir mengeluhkan sakit parah.

Mendapat laporan dari warga, jajaran Kepolisian Resor Tasikmalaya Kota langsung bergerak cepat mendatangi lokasi kejadian. Proses pengecekan dan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dilakukan oleh Piket Reskrim bersama Piket Identifikasi (Inafis) Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota dengan didampingi personel Polsek Cihideung.

Pamapta II Polres Tasikmalaya Kota, Ipda Rifanto Zaki, membeberkan bahwa kronologi penemuan jasad korban bermula dari kecurigaan salah seorang saksi pertama yang merupakan warga setempat, Bayu Prapanca Pamungkas (27). Berdasarkan keterangan Bayu Prapanca Pamungkas, korban Andi M. Ardita memang diketahui sudah menderita sakit batuk yang cukup parah sejak empat hari sebelum ditemukan meninggal dunia.

Bahkan, pada malam hari sebelum korban ditemukan tewas, saksi dan warga sekitar sempat mendengar korban berulang kali berteriak histeris dari dalam kamarnya untuk menahan rasa sakit yang luar biasa.

"Awalnya menurut keterangan saksi Sdr. Bayu mengatakan korban sejak 4 hari kebelakang mengeluhkan sakit batuk sehingga pada malam hari sebelum kejadian korban berteriak sambil mengatakan 'Anjing Nyeri' (anjing sakit) beberapakali sampai dengan pagi harinya," ujar Ipda Rifanto Zaki saat dikonfirmasi mengenai uraian kejadian, Senin (8/6/2026) malam.

Keesokan harinya, tepatnya pada pukul 10.00 WIB, Bayu Prapanca Pamungkas yang bersimpati berniat mengantarkan makanan ke dalam kamar kontrakan milik Hj. Kiki tersebut. Saat itu, saksi melihat korban tengah berbaring menyamping dengan mengenakan kaos putih dan kain sarung. Mengira korban hanya sedang tertidur pulas, Bayu Prapanca Pamungkas memilih meletakkan makanan dan langsung beranjak pergi.

Namun, kecurigaan muncul pada sore hari sekira pukul 16.00 WIB ketika Bayu Prapanca Pamungkas kembali mendatangi kamar kontrakan untuk mengecek apakah makanan yang ia beri sudah dimakan atau belum. Saksi mendapati posisi tubuh korban sama sekali tidak berubah dan makanan yang diantarkan tadi siang masih utuh. Saat diperiksa lebih dekat, korban ternyata sudah tidak menunjukkan tanda-tanda bernapas. Bayu Prapanca Pamungkas yang panik langsung melaporkan temuan itu kepada Tokoh RT setempat, Fahrul, serta mengabarkannya kepada Robi Handiansyah (60) dan warga sekitar, sebelum akhirnya diteruskan ke pihak kepolisian.

Berdasarkan fakta-fakta yang dikumpulkan kepolisian di TKP, korban Andi M. Ardita diketahui sudah tinggal dan mengontrak di rumah milik Kiah Munawaroh (Hj. Kiki) tersebut selama lima tahun terakhir seorang diri. Untuk menyambung hidup sehari-hari, pria paruh baya asal Sukabumi ini bekerja sebagai pengemis di sekitar wilayah Padayungan, Kota Tasikmalaya.

Di dalam kamar kontrakan korban, tim identifikasi menemukan sejumlah barang bukti berupa obat-obatan pribadi berjenis OBH (Obat Batuk Hitam). Hal ini memperkuat dugaan awal bahwa korban memang tengah mengidap penyakit saluran pernapasan akut sebelum mengembuskan napas terakhirnya.

Ipda Rifanto Zaki menambahkan, pihak kepolisian saat ini belum bisa menyimpulkan secara medis mengenai penyebab pasti kematian korban, karena proses tersebut membutuhkan tindakan pemeriksaan dalam atau otopsi lebih lanjut. Hingga saat ini, hasil pemeriksaan berkala dari tim dokter RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya masih dalam proses penyelidikan intensif.

Tantangan lain yang kini dihadapi petugas adalah terkait penanganan jenazah korban. Pihak Polres Tasikmalaya Kota sebenarnya telah berhasil melacak dan menghubungi pihak keluarga kandung korban yang berada di luar daerah. Namun, hingga berita ini diturunkan, pihak keluarga korban dilaporkan masih tidak mengakui serta belum memberikan respons maupun kepastian untuk datang guna melakukan pengurusan jenazah di rumah sakit.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement