TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Gelaran Musabaqah Tilawatil Quran dan Hadist (MTQH) ke-XVI tingkat Kota Tasikmalaya resmi dimulai. Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadan, membuka secara resmi ajang syiar Islam tersebut di area Masjid Agung Kota Tasikmalaya, Jumat (12/6/2026) malam.
Dimulainya MTQH tahun 2026 ini ditandai dengan parade ratusan kafilah dari 10 kecamatan se-Kota Tasikmalaya, dilanjutkan dengan prosesi pembukaan Al-Qur'an secara simbolis oleh Wali Kota bersama jajaran Forkopimda.
Ketua Pelaksana MTQH, Riza Setiawan, melaporkan bahwa kompetisi ini akan berlangsung selama tiga hari, mulai 12 hingga 15 Juni 2026. Selain di area Masjid Agung, perlombaan juga disebar di sejumlah lokasi strategis seperti Gedung Dakwah Islam (GDI), SDN Pengadilan, Gedung NU, Gedung Wanita, DKM Al-Mu'min, Kodim 0612/Tasikmalaya, serta Gedung Galih Prawesti.
"Peserta MTQH ke-16 utusan dari 10 kecamatan itu sebanyak 340 orang untuk mengikuti 12 cabang perlombaan. Adapun dewan hakim berjumlah 49 orang dari LPTQ Kota Tasikmalaya, dengan jumlah panitera sebanyak 24 orang," ujar Riza dalam sambutannya.
Riza menjelaskan, agenda tahunan ini mengusung tema mewujudkan generasi Qur'ani yang religius, berakhlak mulia, dan berdaya saing dalam meneguhkan Kota Tasikmalaya sebagai kota industri, jasa, dan perdagangan yang inovatif, maju, serta berkelanjutan.
"Digelarnya kegiatan bertujuan untuk menanamkan kecintaan kepada Al-Qur'an bagi masyarakat Kota Tasikmalaya, agar bisa dihayati, dipahami, dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari," ucapnya.
Sementara itu, Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadan, menegaskan bahwa esensi MTQH harus terus dipertahankan setiap tahun demi menjaga identitas Kota Tasikmalaya sebagai kota yang religius.
"Tujuan dari MTQH ini sendiri, selain tadi lomba untuk melantunkan kalam ilahi, dilantunkannya ayat-ayat suci Al-Qur'an, tetapi intinya adalah di Kota Tasik ke depan melahirkan generasi Qur'ani, melahirkan SDM yang religius dan berbudaya," kata Viman.
Viman menambahkan, berbeda dari tahun-tahun sebelumnya yang kerap diselenggarakan secara bergiliran di tingkat kecamatan, pelaksanaan kali ini sengaja dipusatkan di jantung kota.
"Ini spiritnya adalah bahwa MTQH ini bukan hanya saja perlombaan dan juara, tapi bagaimana kita bisa mengimplementasikan, memaknai marwah bahwa Masjid Agung Kota Tasikmalaya pusat dari dakwah, syiar. Sehingga, Kota Tasikmalaya insyaallah akan tetap menjadi kota yang religius, kota santri," ungkapnya.
Melalui ajang ini, Viman menaruh harapan besar agar lahir talenta dan kafilah baru yang mampu mendongkrak prestasi Kota Tasikmalaya di ajang yang lebih tinggi.
"Di tahun 2025 Kota Tasikmalaya memperoleh peringkat ke-8 di tingkat provinsi. Tentunya ini belum masuk ke target kami. Mudah-mudahan dengan adanya MTQH tingkat kota di tahun ini, di Jabar nanti insyaallah kita bisa masuk 5 besar," pungkasnya.