Ikuti Kami :

Disarankan:

Semarak Kirab Mahkota Binokasih di Ciamis

Senin, 04 Mei 2026 | 09:18 WIB
Watermark
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Foto: NewsTasikmalaya.com/Febrian Libelvalen

Hujan deras yang mengguyur kawasan Kawali, Kabupaten Ciamis, tidak menyurutkan semangat ribuan warga untuk menyaksikan Kirab Budaya Napak Tilas Padjadjara dalam rangka Milangkala Tatar Sunda, Minggu (3/5/2026) malam.

CIAMIS, NewsTasikmalaya.com – Hujan deras yang mengguyur kawasan Kawali, Kabupaten Ciamis, tidak menyurutkan semangat ribuan warga untuk menyaksikan Kirab Budaya Napak Tilas Padjadjara dalam rangka Milangkala Tatar Sunda, Minggu (3/5/2026) malam.

Ribuan masyarakat tampak memadati kawasan Situs Astana Gede Kawali demi menyaksikan prosesi budaya yang sarat nilai sejarah tersebut.

Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya, hadir sejak awal kegiatan dan menyambut langsung kedatangan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, di depan Kantor Kecamatan Kawali. Keduanya kemudian bersama-sama mengikuti rangkaian kirab budaya.

Prosesi kirab dimulai dari Alun-Alun Kawali dengan berbagai atraksi budaya, mulai dari tarian tradisional, iring-iringan pasukan berkuda, hingga kereta kencana yang membawa Mahkota Binokasih—simbol kejayaan Tatar Sunda.

Rombongan kemudian bergerak menuju Situs Astana Gede Kawali. Setibanya di lokasi, prosesi dilanjutkan dengan peletakan Mahkota Binokasih di Batu Pangcalikan sebagai simbol kembalinya nilai-nilai luhur Pajajaran ke tanah Kawali.

Sepanjang kegiatan, Herdiat tampak aktif mendampingi jalannya prosesi serta berbaur dengan masyarakat. Kehadirannya menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Ciamis dalam menjaga warisan budaya sekaligus memperkuat identitas daerah sebagai bagian dari Tatar Sunda.

Dalam sambutannya, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan bahwa kepemimpinan merupakan amanah dari leluhur yang harus dijalankan dengan penuh kepedulian dan kasih sayang.

“Nu dilakonan téh amanah ti karuhun, kudu deudeuhan, welasan, asihan,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya kehadiran negara dalam menjamin kesejahteraan masyarakat, mulai dari layanan kesehatan, pendidikan, hingga pengelolaan sektor pertanian dan infrastruktur.

“Ulah aya rakyat nu gering teu kaubaran, ulah aya rakyat nu teu bisa sakola. Urang kudu ngurus sawah, kebon, susukan, bendungan. Jalan kudu alus, imah rakyat kudu rapih,” tuturnya.

Selain itu, Dedi memastikan kawasan Astana Gede Kawali akan direvitalisasi agar kembali pada jati dirinya sebagai situs bersejarah.

“Astana Gede urang pugar, urang tataan supaya balik deui ka jati dirina. Kawali kudu mulang ka diri,” ucapnya.

Ia juga mengapresiasi semangat masyarakat yang tetap hadir meski diguyur hujan deras.

“Sim kuring ngahaturkeun nuhun ka rahayat anu tetep huhujanan bareng. Mugia hujan ieu jadi jalan kasuburan jeung kamakmuran,” katanya.

Dedi berharap kegiatan tersebut membawa keberkahan serta mempererat persatuan masyarakat Sunda.

“Mugia tanah Sunda sing panjang punjung, rahayatna cageur, rezekina lancar, sauyunan,” ujarnya.

Menutup sambutannya, ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya acara, mulai dari pemerintah daerah, Forkopimda, hingga jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Kirab Mahkota Binokasih ini menjadi momentum penting dalam menjaga dan melestarikan nilai-nilai budaya Sunda, sekaligus memperkuat jati diri masyarakat di tengah perkembangan zaman.

 

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement