Ikuti Kami :

Disarankan:

Situs Lingga Yoni Tasikmalaya Memprihatinkan, Akses dan Fasilitas Butuh Perhatian

Jumat, 05 September 2025 | 11:31 WIB
Situs Lingga Yoni Tasikmalaya Memprihatinkan, Akses dan Fasilitas Butuh Perhatian
Situs Lingga Yoni Tasikmalaya Memprihatinkan, Akses dan Fasilitas Butuh Perhatian. Foto: Istimewa

Kondisi Situs Lingga Yoni Tasikmalaya yang terletak di Kampung Nangkerok, Kelurahan Sukamajukidul, Kecamatan Indihiang, Kota Tasikmalaya, kini sangat memprihatinkan. Sulitnya akses menuju lokasi dan minimnya fasilitas pendukung menjadi kendala utama bagi masyarakat maupun wisatawan yang ingin berkunjung ke situs purbakala ini.

TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Kondisi Situs Lingga Yoni Tasikmalaya yang terletak di Kampung Nangkerok, Kelurahan Sukamajukidul, Kecamatan Indihiang, Kota Tasikmalaya, kini sangat memprihatinkan. Sulitnya akses menuju lokasi dan minimnya fasilitas pendukung menjadi kendala utama bagi masyarakat maupun wisatawan yang ingin berkunjung ke situs purbakala ini.

Keberadaan tambang di sekitar kawasan situs juga menambah kekhawatiran akan kelestarian dan keselamatan situs purbakala Tasikmalaya tersebut. Bangunan pelindung yang rusak serta pagar yang tidak layak semakin mempercepat kerusakan fisik situs yang seharusnya dilestarikan.

Ketua Fraksi PKB DPRD Kota Tasikmalaya, Asep Endang M. Syams, yang meninjau langsung kondisi situs pada Kamis (4/9/2025), menyampaikan keprihatinannya. Ia menegaskan, pemerintah kota di bawah kepemimpinan Wali Kota Viman Alfarizi Ramadhan dan Wakil Wali Kota Diky Chandra harus memberikan perhatian serius dalam menyediakan fasilitas pendukung bagi upaya pelestarian situs budaya.

“Saya menyaksikan sendiri kondisinya. Jangankan untuk menarik wisatawan budaya, masyarakat lokal saja kesulitan mengakses lokasi. Ini harus menjadi perhatian serius,” ujar Asep.

Menurutnya, dinas terkait perlu berkolaborasi dengan instansi lain dan tokoh masyarakat untuk menyusun rencana jangka panjang pelestarian situs. Ia juga menekankan pentingnya program edukasi budaya bagi generasi muda agar nilai-nilai sejarah tidak hilang ditelan zaman.

“Situs ini bukan sekadar tumpukan batu, melainkan simbol peradaban yang pernah tumbuh di tanah Priangan Timur. Situs Lingga Yoni harus menjadi ikon sejarah sekaligus destinasi wisata sejarah Tasikmalaya yang menarik,” tambahnya.

Sementara itu, Heni Yeni, kuncen atau penjaga situs, mengungkapkan bahwa akses jalan menuju lokasi bukanlah fasilitas umum, melainkan milik salah satu pengusaha tambang.

“Dulu kalau mau ke sini harus menitipkan KTP. Kalau sampai sore masih di lokasi, kami khawatir penjaga tambang sudah pulang. Sekarang alhamdulillah ada akses yang sedikit lebih mudah dari jalur pemilik tambang lain,” tutur Heni.

Ia juga menyoroti kondisi fisik bangunan pelindung situs yang sangat memprihatinkan. Atap yang rusak, rembesan air, serta lumut yang menjamur membuat area situs licin dan berbahaya.

“Kalau hujan, air merembes ke mana-mana. Lumut tumbuh subur karena lembab terus. Pagar pun sudah berkarat dan tidak layak. Saya hanya bisa menjaga sebisanya. Membersihkan area saya lakukan sendiri, tapi untuk memperbaiki atap jelas tidak mampu,” ujarnya.

Kerusakan yang dibiarkan tanpa penanganan akan mempercepat hilangnya nilai sejarah yang terkandung di dalam Situs Lingga Yoni Tasikmalaya. Diperlukan perhatian pemerintah dan sinergi berbagai pihak agar situs bersejarah ini dapat terjaga dan diwariskan kepada generasi mendatang.

 

 

 

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement