TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Diky Chandra, merespons cepat insiden tiga kebakaran lahan kering yang melanda sejumlah wilayah dalam kurun waktu satu hari pada Sabtu (18/7/2026). Ia mengimbau keras seluruh lapisan masyarakat agar melipatgandakan kewaspadaan di tengah fase musim kemarau ekstrem yang masih berlangsung.
Adapun seluruh titik api yang membakar lahan semak dan tumpukan sampah tersebut kini telah berhasil diisolasi dan dipadamkan berkat kesigapan personel Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Tasikmalaya.
"Kami langsung bergerak melakukan koordinasi intensif dengan dinas terkait serta jajaran camat setempat agar mengedukasi masyarakat luas untuk lebih berhati-hati dan menjaga lingkungan di masa kemarau sekarang ini," ujar Diky usai menghadiri sebuah agenda kedinasan di wilayah Kecamatan Cihideung, Sabtu malam.
Meski menilai situasi umum dampak kemarau di wilayahnya masih dalam koridor aman terkendali, Diky meminta warga tidak lengah terhadap potensi bencana kekeringan kronis dan ancaman amukan si jago merah. Ia menyoroti tajam kebiasaan buruk sebagian warga yang kerap membakar sampah sembarangan tanpa pengawasan di dekat vegetasi kering.
"Kebiasaan membakar sampah ini harus benar-benar dipahami risikonya. Dampaknya bisa sangat berbahaya bagi lingkungan sekitar jika tidak dibarengi dengan kesadaran penuh. Mohon diingat, ini bukan lagi bicara tentang ego atau keselamatan diri kita sendiri, melainkan menyangkut hajat hidup masyarakat luas," tegas Diky.
Menanggapi keluhan terkait jumlah unit armada taktis Damkar Kota Tasikmalaya yang saat ini masih dinilai sangat terbatas, Diky Chandra blak-blakan mengaku bahwa pihaknya telah menempuh berbagai jalur diplomasi ke tingkat pusat maupun provinsi guna mengajukan penambahan fasilitas pemadam.
"Sebetulnya saya sudah pernah mengupayakan langkah lobi ke pemerintah pusat bersama Brigjen Adi. Waktu itu ada peluang mendapatkan unit Damkar hibah, namun ada biaya operasional pemindahan sekitar Rp200 juta. Saya juga sudah mendatangi langsung pihak Pemprov Jabar untuk mengajukan bantuan, sebab jika mengandalkan APBD kota tentu alokasinya terbatas. Saya masih terus berikhtiar, meski pintu peluangnya belum terbuka lebar," beber Diky secara terbuka.
Ia menambahkan, Pemkot Tasikmalaya bahkan sempat mencoba menembus skema bantuan pembiayaan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) Bank BJB, namun langkah tersebut masih menemui beberapa kendala administratif.
Kendati dihadapkan pada keterbatasan sarana penunjang yang mencolok, orang nomor dua di Kota Tasikmalaya ini memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada dedikasi luar biasa para petugas di Bidang Damkar dan Penyelamatan Satpol PP serta BPBD Kota Tasikmalaya. Menurutnya, para petugas di lapangan tetap mampu memberikan pelayanan proteksi kebakaran yang maksimal dan profesional kepada masyarakat.
"Petugas Damkar dan BPBD terbukti cukup sigap dan taktis di lapangan. Harapan-harapan mengenai peningkatan kesejahteraan mereka, termasuk bagi para personel PPPK dan tenaga paruh waktu, sudah saya sampaikan agar menjadi perhatian bersama, termasuk bagi rekan-rekan di DPRD," pungkas Wawalkot.