Ikuti Kami :

Disarankan:

Tingkatkan Literasi Demokrasi Generasi Muda, Bawaslu Kota Banjar Bakal Hadirkan Pojok Pengawasan di Perpusda

Senin, 28 September 2026 | 19:11 WIB
Tingkatkan Literasi Demokrasi Generasi Muda, Bawaslu Kota Banjar Bakal Hadirkan Pojok Pengawasan di Perpusda
Tingkatkan Literasi Demokrasi Generasi Muda, Bawaslu Kota Banjar Bakal Hadirkan Pojok Pengawasan di Perpusda.

Bawaslu Kota Banjar bakal bentuk Pojok Pengawasan di DKPD/Perpusda untuk tingkatkan literasi demokrasi warga di masa non-tahapan pemilu (28/9/2026).

BANJAR, NewsTasikmalaya.com – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Banjar terus berupaya memperluas edukasi kepemiluan dan kesadaran masyarakat dalam mengawal demokrasi. Salah satu langkah terobosan yang disiapkan adalah pembentukan Pojok Pengawasan di Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah (DKPD) Kota Banjar.

Fasilitas tersebut dirancang sebagai pusat informasi dan literasi kepemiluan yang ramah serta mudah diakses oleh masyarakat umum, khususnya kalangan generasi muda.

Anggota Bawaslu Kota Banjar, Wahidan, mengungkapkan bahwa perpustakaan memiliki peran strategis yang melebihi fungsi tempat membaca biasa. Fasilitas publik ini dinilai sangat potensial untuk membentuk ruang edukasi yang mendorong partisipasi aktif warga dalam kehidupan berdemokrasi.

“Pojok Pengawasan ini kami harapkan menjadi ruang bagi rakyat untuk mendapatkan informasi tentang pemilu sekaligus meningkatkan literasi demokrasi bagi rakyat Banjar,” ujar Wahidan, Senin (28/9/2026). 

Di dalam Pojok Pengawasan nantinya, Bawaslu akan menyuplai rupa-rupa bahan bacaan, literatur pengawasan pemilu, hingga karya buku terbitan internal Bawaslu. Melalui pendekatan literasi ini, masyarakat diharapkan tidak hanya hadir saat pencoblosan, melainkan juga memahami hakikat pengawasan partisipatif.

Guna merealisasikan rencana tersebut, Bawaslu Kota Banjar dalam waktu dekat akan menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) bersama pihak DKPD Kota Banjar untuk mematangkan konsep, penyediaan materi, hingga skema pengelolaannya.

“Semoga Pojok Pengawasan ini nantinya menjadi ruang yang hidup. Kami akan menitipkan buku-buku bacaan tentang pemilu dan demokrasi produk Bawaslu, dengan harapan bisa menambah khazanah literatur bagi rakyat untuk memahami hakikat pemilu dan demokrasi,” jelas Wahidan. 

Lebih lanjut, Wahidan menekankan pentingnya memanfaatkan periode non-tahapan pemilu untuk memperkuat fondasi pendidikan politik warga secara berkelanjutan.

“Semoga di masa non-tahapan ini bisa kita maksimalkan untuk menumbuhkan kesadaran kolektif tentang pentingnya partisipasi dalam kehidupan berdemokrasi,” pungkas Wahidan.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement