Ikuti Kami :

Disarankan:

Viral Tudingan Pungli di Jembatan Cirahong, Kepala Desa Pawindan Tegaskan Hanya Sumbangan Sukarela untuk Keselamatan

Sabtu, 04 April 2026 | 16:52 WIB
Viral Tudingan Pungli di Jembatan Cirahong, Kepala Desa Pawindan Tegaskan Hanya Sumbangan Sukarela untuk Keselamatan
Viral Tudingan Pungli di Jembatan Cirahong, Kepala Desa Pawindan Tegaskan Hanya Sumbangan Sukarela untuk Keselamatan.

Sebuah video yang menarasikan adanya praktik pungutan liar (pungli) di Jembatan Cirahong, Kabupaten Ciamis, mendadak viral di media sosial X (Twitter). Video tersebut memperlihatkan pengendara yang memberikan uang kepada warga penjaga jembatan, hingga memicu beragam reaksi dari warganet.

CIAMIS, NewsTasikmalaya.com – Sebuah video yang menarasikan adanya praktik pungutan liar (pungli) di Jembatan Cirahong, Kabupaten Ciamis, mendadak viral di media sosial X (Twitter). Video tersebut memperlihatkan pengendara yang memberikan uang kepada warga penjaga jembatan, hingga memicu beragam reaksi dari warganet.

Menanggapi hal tersebut, Pemerintah Desa Pawindan bersama warga setempat membantah keras tuduhan pungli. Mereka menegaskan bahwa aktivitas warga di lokasi ikonik tersebut murni bertujuan untuk membantu kelancaran lalu lintas di jalur yang dikenal sempit dan rawan kecelakaan.

Kepala Desa Pawindan, Ahmad Kartoyo, menekankan bahwa tidak ada unsur pemaksaan dalam pemberian uang oleh para pengguna jalan.

"Kalau disebut pungli itu kan sifatnya memaksa. Di sini tidak ada paksaan sama sekali. Warga hanya membantu mengatur lalu lintas karena kondisi jembatan sangat sempit dan berisiko jika kendaraan dari dua arah masuk bersamaan," ujar Ahmad saat memberikan klarifikasi, Sabtu (4/4/2026).

Ahmad menjelaskan, karakteristik Jembatan Cirahong yang melintasi Sungai Citanduy menuntut pengaturan manual yang sigap. Jika kendaraan dari arah Tasikmalaya dan Ciamis berpapasan di tengah, risiko senggolan hingga terjatuh ke jurang sangat tinggi.

"Uang yang diberikan pengendara, baik itu Rp1.000 atau rokok, sifatnya sukarela. Pengendara yang tidak memberi pun tetap dipersilakan melintas tanpa hambatan. Dana tersebut biasanya digunakan warga untuk keperluan sederhana, seperti meratakan papan jembatan yang renggang demi kenyamanan," jelasnya.

Salah seorang penjaga jembatan, Abdul Haris, yang sudah puluhan tahun berjaga secara bergiliran, mengamini hal tersebut. Menurutnya, keberadaan warga justru memberikan rasa aman bagi pengendara, terutama pada malam hari, guna mengantisipasi tindak kriminal hingga upaya bunuh diri yang beberapa kali pernah terjadi di lokasi tersebut.

 

Meskipun banyak pengendara yang merasa terbantu, Ahmad Kartoyo tetap menyampaikan permohonan maaf jika keberadaan warga di jembatan dianggap mengganggu kenyamanan publik.

"Atas nama masyarakat, kami memohon maaf jika ada yang merasa kurang berkenan. Niat kami hanya ingin menjaga keselamatan bersama di jalur yang ekstrem ini," tutur Ahmad.

Hingga saat ini, aktivitas di Jembatan Cirahong terpantau normal. Pihak desa berharap masyarakat tidak termakan narasi sepihak di media sosial dan memahami kondisi geografis jembatan yang memang memerlukan pengaturan lalu lintas secara swadaya oleh masyarakat sekitar.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement