Ikuti Kami :

Disarankan:

Wawali Diky Candra Dorong Tasikmalaya Miliki Galeri Seni Permanen untuk Wadah Karya Seniman Lokal

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:33 WIB
Watermark
Wakil Wali Kota Tasikmalaya Diky Candra saat membuka Pameran Seni Rupa Hipsik di Gedung PPIK Cibeureum dan mendorong hadirnya galeri seni permanen untuk mewadahi karya seniman lokal. Foto: NewsTasikmalaya.com/Kristian

Wakil Wali Kota Tasikmalaya Diky Candra mengapresiasi Pameran Seni Rupa yang digelar Himpunan Perupa Tasikmalaya (Hipsik) di Gedung PPIK Cibeureum.

TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Wakil Wali Kota Tasikmalaya Diky Candra mengapresiasi penyelenggaraan Pameran Seni Rupa Himpunan Perupa Tasikmalaya (Hipsik) yang digelar di Gedung Pusat Pengembangan Industri Kerajinan (PPIK), Kecamatan Cibeureum, Kota Tasikmalaya.

Kegiatan yang berlangsung pada 21–28 Juli 2026 tersebut dinilai menjadi ruang penting bagi para seniman lokal untuk menampilkan karya terbaik mereka kepada masyarakat.

Namun, menurut Diky, keberadaan pameran yang bersifat sementara belum cukup untuk mendukung perkembangan seni rupa di Kota Tasikmalaya. Ia berharap ke depan tersedia galeri seni permanen yang dapat menjadi rumah bagi karya-karya para perupa lokal.

“Kalau pameran hanya berlangsung beberapa hari, setelah itu karya kembali disimpan di rumah masing-masing. Akan lebih baik jika ada tempat tetap sehingga masyarakat maupun tamu yang datang ke Tasikmalaya bisa melihat karya-karya tersebut kapan saja,” ujar Diky usai membuka pameran, Selasa (21/7/2026).

Diky menilai Pemerintah Kota Tasikmalaya memiliki peluang untuk menghadirkan ruang pamer atau galeri seni tanpa harus membebani anggaran besar. Menurutnya, yang terpenting adalah tersedianya lokasi yang representatif dan aman untuk menyimpan serta memamerkan karya para seniman.

Ia mengatakan, apabila tersedia aset atau ruang yang bisa dimanfaatkan, pemerintah dapat memfasilitasi kebutuhan tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap perkembangan seni dan budaya daerah.

“Yang dibutuhkan seniman bukan hanya tempat memamerkan karya, tetapi juga ruang yang memungkinkan karya mereka terus dikenal dan diapresiasi publik,” katanya.

Selain menjadi wadah ekspresi seni, keberadaan galeri permanen dinilai dapat membuka peluang ekonomi bagi para seniman lokal. Dengan karya yang terus dipajang dan dipromosikan, kesempatan untuk menarik minat kolektor maupun pembeli akan semakin besar.

Menurut Diky, promosi yang berkelanjutan menjadi salah satu kunci agar karya seni Tasikmalaya memiliki nilai tambah dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

“Kalau karya-karya ini terus ditampilkan, peluang untuk dilirik dan dibeli tentu akan lebih besar. Karena itu keberadaan galeri menjadi sangat penting,” ujarnya.

Untuk mendukung keberlangsungan ekosistem seni di Kota Tasikmalaya, Diky juga mendorong adanya forum yang mempertemukan seniman dengan kalangan pengusaha dan pelaku usaha.

Ia menilai kolaborasi tersebut dapat membuka peluang dukungan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), baik untuk penyelenggaraan kegiatan seni maupun pengembangan ruang kreatif bagi para perupa.

Selain itu, berbagai kegiatan seperti lelang karya seni juga dapat menjadi alternatif untuk meningkatkan apresiasi masyarakat sekaligus memberikan nilai ekonomi bagi para seniman.

“Mudah-mudahan ada sinergi antara seniman dan dunia usaha. Dukungan CSR bisa menjadi salah satu jalan untuk mendorong kemajuan seni dan budaya di Kota Tasikmalaya,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Diky juga menyinggung perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang saat ini mulai memengaruhi berbagai bidang kreatif, termasuk seni rupa.

Meski demikian, ia optimistis karya seni yang lahir dari kreativitas dan sentuhan langsung seniman akan tetap memiliki nilai tersendiri di mata masyarakat maupun kolektor.

Menurutnya, teknologi dapat menjadi tantangan sekaligus peluang, namun karya orisinal tetap memiliki keunikan yang tidak dapat tergantikan.

“Perkembangan teknologi dan AI memang menjadi tantangan baru. Tetapi saya yakin karya yang lahir dari proses kreatif seniman akan tetap memiliki tempat dan apresiasi tersendiri,” pungkasnya.

Pameran Seni Rupa Hipsik sendiri menghadirkan berbagai karya dari perupa Tasikmalaya dengan beragam tema dan teknik. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya memperkuat ekosistem seni rupa sekaligus memperkenalkan potensi kreatif daerah kepada masyarakat luas.

 

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement