Ikuti Kami :

Disarankan:

100 Penyandang Netra Ikuti Festival Braille di Kota Tasikmalaya, Perpustakaan Didorong Jadi Pusat Literasi Inklusif Priatim

Selasa, 03 November 2026 | 18:32 WIB
100 Penyandang Netra Ikuti Festival Braille di Kota Tasikmalaya, Perpustakaan Didorong Jadi Pusat Literasi Inklusif Priatim
100 Penyandang Netra Ikuti Festival Braille di Kota Tasikmalaya, Perpustakaan Didorong Jadi Pusat Literasi Inklusif Priatim.

100 penyandang disabilitas netra ikuti Festival Literasi Berbasis Braille di Dispusida Kota Tasikmalaya, Pemkot dorong jadi pusat rujukan Priatim, Selasa (3/11/2026).

TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com — Akses literasi untuk seluruh kalangan terus diperluas oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (Dispusida) menggelar Festival Literasi Santun Berbasis Braille di Gedung Perpustakaan Umum Daerah Kota Tasikmalaya, Selasa (3/11/2026).

Festival ini secara khusus diselenggarakan guna merangkul penyandang disabilitas netra agar tetap mendapatkan hak yang setara dalam mengakses informasi dan bahan bacaan berkualitas. Sebanyak 100 orang penyandang disabilitas netra berpartisipasi aktif dalam ajang ini. Para peserta berasal dari Ikatan Tunanetra Muslimin Indonesia (ITMI), serta jajaran siswa dan pendamping dari SLB Tamansari, SLB Bungursari, dan SLB Aisyiyah Kawalu.

Kepala Dispusida Kota Tasikmalaya, H. Andi Abdullah, menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak sekadar berfokus pada aktivitas baca dan tulis huruf Braille, tetapi juga menjadi bentuk kepedulian nyata dalam membangun ekosistem literasi yang inklusif tanpa diskriminasi.

"Melalui Braille, kami ingin buktikan keterbatasan penglihatan bukan penghalang untuk belajar dan mendapat pengetahuan," kata Andi, Selasa (3/11/2026).

Selain bagi disabilitas netra, rangkaian Festival Literasi Santun turut merangkul kelompok anak usia dini melalui program SI UDIN (Literasi Usia Dini). Program tersebut diisi dengan sesi storytelling atau dongeng anak yang digulirkan secara berkala sejak 13 Oktober hingga 5 November 2026.

Dorong Perpusda Jadi Pusat Rujukan Literasi Braille Se-Priangan Timur

Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadan, yang hadir langsung dalam perhelatan tersebut didampingi Ketua TP PKK Kota Tasikmalaya, dr. Elvira Kamarrow Putri, menegaskan komitmen Pemkot Tasikmalaya untuk mendorong Perpusda Kota Tasikmalaya naik kelas menjadi pusat rujukan literasi Braille se-Priangan Timur.

Guna mewujudkan target tersebut, Pemkot Tasikmalaya akan terus menambah koleksi buku berbasis Braille, memperbanyak bahan bacaan berbasis buku audio dan format digital yang aksesibel, serta membenahi fasilitas sarana dan prasarana gedung perpustakaan agar semakin ramah difabel.

Viman menambahkan, cita-cita besar mewujudkan kesetaraan literasi ini tidak dapat dikerjakan secara parsial. Diperlukan sinergi dan gotong royong lintas sektoral, mulai dari pemerintah, pelaku usaha, lembaga pendidikan, organisasi disabilitas, hingga elemen masyarakat umum, agar ekosistem literasi inklusif benar-benar membumi di Kota Santri.

"Perpustakan bukan cuma tempat baca, tapi ruang belajar yang terbuka dan setara untuk semia warga. Literasi adalah hak semua orang," ungkap Viman.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin