BANJAR, NewsTasikmalaya.com - Rencana pembangunan Sekolah Rakyat di Kota Banjar semakin menunjukkan perkembangan. Pemerintah Kota Banjar menyebut usulan pembangunan fasilitas pendidikan tersebut telah mendapat persetujuan dan kini memasuki tahap pemenuhan berbagai persyaratan teknis.
Salah satu tahapan penting yang tengah dipersiapkan adalah kesiapan lahan. Pasalnya, lokasi yang direncanakan untuk pembangunan Sekolah Rakyat masih berupa kawasan perbukitan sehingga membutuhkan kajian serta penataan agar layak digunakan.
Wali Kota Banjar, Sudarsono, mengatakan sertifikat lahan yang disiapkan untuk proyek tersebut telah disampaikan kepada Kementerian Sosial (Kemensos).
Menurutnya, pemerintah daerah saat ini fokus melengkapi dokumen pendukung sekaligus menghitung kebutuhan pematangan lahan sebelum pembangunan dimulai.
“Sudah disetujui, tinggal pelaksanaan persiapan persyaratan, seperti Amdal dan lainnya, termasuk persiapan lahan. Besok juga akan dilakukan pengukuran untuk mengetahui kebutuhan pematangan lahan agar layak dan nyaman untuk pembangunan,” ujar Sudarsono, Senin (2/11/2026) malam.
Ia mengungkapkan, pembangunan Sekolah Rakyat di Kota Banjar direncanakan menggunakan anggaran pemerintah pusat sebesar Rp700 miliar pada 2027.
Sudarsono berharap seluruh persyaratan dapat diselesaikan sesuai tahapan yang telah ditentukan. Dengan demikian, pada Februari 2027 sudah ada kepastian mengenai jadwal pelaksanaan pembangunan maupun pihak yang akan mengerjakan proyek tersebut.
“Anggarannya direncanakan sekitar Rp700 miliar pada 2027. Mudah-mudahan seluruh persyaratan bisa kita penuhi dan lahan bisa disiapkan. Februari 2027 sudah ada keputusan kapan pembangunan dilaksanakan dan siapa pemenangnya,” kata Sudarsono.
Lebih lanjut, ia menjelaskan Pemkot Banjar memiliki tanggung jawab menyiapkan lahan beserta seluruh persyaratan pendukung. Persiapan tersebut mencakup pematangan lahan melalui pekerjaan cut and fill, penyusunan dokumen lingkungan, hingga pemenuhan persyaratan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG).
Sementara untuk konsep pendidikan, Sekolah Rakyat tersebut diperkirakan akan menyediakan jenjang mulai dari Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA).
Meski demikian, desain bangunan dan bentuk fasilitas pendidikan masih menunggu ketentuan lebih lanjut dari pemerintah pusat.
Sekolah Rakyat ini nantinya diprioritaskan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, terutama kelompok masyarakat desil 1 hingga 5 atau sesuai kriteria yang ditetapkan pemerintah.
Menariknya, cakupan penerimaan peserta didik tidak hanya diperuntukkan bagi warga Kota Banjar. Anak-anak dari daerah sekitar, seperti Kabupaten Ciamis, Pangandaran, bahkan Cilacap, juga berpeluang mengakses pendidikan di sekolah tersebut.
Sudarsono menjelaskan, peserta didik nantinya akan mendapatkan pemenuhan kebutuhan dasar, mulai dari makanan, minuman hingga pendidikan. Selain itu, mereka juga akan dibina melalui penerapan kedisiplinan sebagai bagian dari pembentukan karakter.
“Anak-anak yang masuk nantinya akan dijamin kebutuhan makan, minum, dan pendidikannya. Mereka juga akan dibina dengan kedisiplinan agar memiliki masa depan yang lebih baik,” jelas Sudarsono.
Ia berharap kehadiran Sekolah Rakyat di Kota Banjar dapat menjadi langkah strategis untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera.
Lebih dari sekadar menyediakan fasilitas belajar, program tersebut diharapkan mampu membuka kesempatan bagi generasi muda untuk meningkatkan kualitas hidup sekaligus memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan.