VIDEO: Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota Ungkap Curanmor, 5 Tersangka dan 18 Motor Diamankan
Sebanyak 18 unit kendaraan berhasil diamankan sebagai barang butki. Dalam kasus tersebut, polisi mengamankan lima tersangka.
Disarankan:
Bekas Stasiun Peralihan Antara (SPA) Sampah Dadaha di Kota Tasikmalaya mulai direvitalisasi dan direncanakan menjadi sentra UMKM.
TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Kawasan bekas Stasiun Peralihan Antara (SPA) Sampah Dadaha di Kota Tasikmalaya mulai berbenah. Lokasi yang sebelumnya digunakan sebagai tempat pengelolaan sementara sampah itu kini tengah menjalani proses revitalisasi dan direncanakan menjadi sentra Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang dapat mendukung aktivitas olahraga serta rekreasi di kawasan Dadaha.
Pantauan di lokasi menunjukkan sejumlah pekerjaan perbaikan telah dilakukan, mulai dari pengecatan bangunan, pembersihan area, hingga penataan lingkungan sekitar. Proses pembenahan tersebut diketahui sudah berlangsung selama kurang lebih dua pekan terakhir.
Kepala UPTD Kompleks Olahraga Dadaha, Dadang Ismail, mengatakan revitalisasi aset tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mengoptimalkan pemanfaatan fasilitas yang selama ini tidak digunakan.
Menurutnya, bangunan bekas SPA Sampah Dadaha memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi pusat kegiatan ekonomi kreatif yang mampu menarik masyarakat sekaligus memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Bekas depo sampah itu sedang diwacanakan untuk diberdayakan menjadi sentra UMKM. Daripada tidak dimanfaatkan, lebih baik dijadikan tempat yang produktif dan memiliki nilai ekonomi,” ujar Dadang, Selasa (1/9/2026).
Didesain Menjadi Kawasan Ekonomi Kreatif
Dadang menjelaskan, konsep pengembangan kawasan tersebut masih dalam tahap pembahasan. Namun, salah satu gagasan yang mengemuka adalah menghadirkan berbagai usaha kreatif yang memiliki daya tarik bagi masyarakat.
Ia mencontohkan, lokasi tersebut bisa diisi oleh tenant makanan dan minuman, kedai kopi berkonsep modern, hingga usaha kreatif lainnya yang mampu mendukung suasana kawasan olahraga Dadaha tanpa mengganggu aktivitas UMKM yang sudah ada.
“Bisa saja nanti ada coffee shop berkonsep menarik atau usaha lain yang memiliki daya tarik tersendiri. Yang penting keberadaannya tetap memperhatikan pelaku UMKM di sekitar agar tidak saling mengganggu,” katanya.
Dengan konsep tersebut, kawasan Dadaha diharapkan tidak hanya menjadi pusat olahraga, tetapi juga berkembang sebagai ruang publik yang mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.
Libatkan Investor dan Pihak Ketiga
Dalam rencana pengelolaannya, Pemkot Tasikmalaya juga membuka peluang kerja sama dengan pihak ketiga atau investor yang tertarik mengembangkan kawasan tersebut.
Menurut Dadang, kolaborasi dengan pihak swasta dinilai dapat mempercepat proses pengembangan sekaligus menghadirkan konsep usaha yang lebih inovatif.
“Nanti ada kesempatan bagi pihak ketiga yang ingin mengajukan kerja sama pengelolaan. Ini juga bisa menjadi salah satu sumber pemasukan daerah melalui optimalisasi aset yang ada,” jelasnya.
Skema kerja sama tersebut masih menunggu kajian lebih lanjut agar pengelolaan berjalan sesuai aturan dan memberikan manfaat maksimal bagi pemerintah maupun masyarakat.
Usulkan Peralihan Aset ke Disporabudpar
Agar proses pengembangan berjalan lebih cepat, UPTD Kompleks Olahraga Dadaha bersama Bagian Aset Pemerintah Kota Tasikmalaya telah mengusulkan perpindahan status aset bekas SPA Sampah Dadaha.
Saat ini, aset tersebut masih tercatat sebagai milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Namun, mengingat lokasinya berada di kawasan olahraga, pemerintah mengusulkan agar pengelolaannya dialihkan ke Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar).
Menurut Dadang, perpindahan aset tersebut akan memudahkan proses perencanaan dan pengembangan kawasan karena selaras dengan fungsi Dadaha sebagai pusat olahraga, rekreasi, dan kegiatan masyarakat.
“Kalau usulan perpindahan aset ini disetujui, tentu akan lebih mudah dalam proses pengelolaan dan pengembangannya ke depan,” ujarnya.
Diharapkan Jadi Wajah Baru Kawasan Dadaha
Pemanfaatan bekas SPA Sampah Dadaha menjadi sentra UMKM diharapkan mampu menghadirkan wajah baru bagi kawasan olahraga terbesar di Kota Tasikmalaya tersebut.
Selain meningkatkan estetika lingkungan, keberadaan sentra UMKM juga diyakini dapat membuka peluang usaha baru, menciptakan lapangan pekerjaan, serta meningkatkan kunjungan masyarakat ke kawasan Dadaha.
Dengan konsep yang terintegrasi antara olahraga, rekreasi, dan ekonomi kreatif, kawasan Dadaha berpotensi menjadi salah satu pusat aktivitas masyarakat yang lebih modern dan produktif di Kota Tasikmalaya.
Sebanyak 18 unit kendaraan berhasil diamankan sebagai barang butki. Dalam kasus tersebut, polisi mengamankan lima tersangka.
Kehadiran layanan samsat keliling ini merupakan komitmen Polres Tasikmalaya Kota dalam mendekatkan pelayanan pajak kendaraan langsung ke masyarakat.
Dengan adanya layanan SIM Keliling ini, diharapkan masyarakat dapat lebih mudah dalam mengurus administrasi berkendara secara tertib dan tepat waktu.