Ikuti Kami :

Disarankan:

Lingkung Seni Setra Manik Pakuan Gelar Ujian Tari, Cetak Generasi Muda Pecinta Budaya Sunda

Senin, 31 Agustus 2026 | 18:40 WIB
Lingkung Seni Setra Manik Pakuan Gelar Ujian Tari, Cetak Generasi Muda Pecinta Budaya Sunda
Lingkung Seni Setra Manik Pakuan Gelar Ujian Tari, Cetak Generasi Muda Pecinta Budaya Sunda. Foto: Istimewa

Lingkung Seni Setra Manik Pakuan Kota Tasikmalaya menggelar Ujian Tari bertema "Melestarikan Tradisi, Menginspirasi Generasi" yang diikuti 77 peserta.

TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Komitmen melestarikan seni budaya Sunda terus ditunjukkan Lingkung Seni Setra Manik Pakuan Kota Tasikmalaya melalui penyelenggaraan ujian tari bertema Melestarikan Tradisi, Menginspirasi Generasi yang digelar di Kopi Bento, Jalan Noenoeng Tisna Saputra, Kota Tasikmalaya, Minggu (30/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung dari pukul 10.00 hingga 17.00 WIB tersebut diikuti oleh 77 peserta dari berbagai kelompok usia dan tingkat kemampuan. Ujian ini menjadi bagian dari proses pembinaan seni tari sekaligus sarana evaluasi kemampuan peserta setelah mengikuti latihan secara rutin.

Peserta dibagi ke dalam beberapa kategori, mulai dari Dasar, Pemula Dasar, Pemula, Madya, hingga Mahir. Selain mengukur kemampuan teknik menari, kegiatan ini juga bertujuan membangun rasa percaya diri, disiplin, dan kecintaan terhadap seni tradisional di kalangan generasi muda.

Untuk menjaga kualitas penilaian, panitia menghadirkan dua juri yang memiliki kompetensi di bidang seni tari, yakni Ayo Sunaryo, dosen Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, serta Alya Putri Suhaya, dosen Tari Jurusan Seni Pertunjukan Universitas Siliwangi.

Ketua penyelenggara menjelaskan bahwa tema yang diusung memiliki makna penting dalam upaya menjaga keberlanjutan budaya daerah. Menurutnya, pelestarian seni tradisi bukan hanya menjaga warisan leluhur, tetapi juga memberikan ruang bagi generasi muda untuk mengenal, mempelajari, dan mengembangkan budaya yang dimiliki.

“Melestarikan tradisi bukan sekadar menjaga peninggalan masa lalu, tetapi juga menginspirasi generasi muda agar mampu meneruskan dan mengembangkan seni budaya yang menjadi identitas bangsa,” ujarnya.

Ujian Tari Jadi Sarana Pembinaan Karakter

Salah satu juri, Ayo Sunaryo, mengapresiasi semangat para peserta yang mengikuti ujian tari dengan penuh antusias. Ia menilai kegiatan seperti ini memiliki peran besar dalam proses pendidikan seni karena mampu membentuk karakter peserta melalui latihan yang berkesinambungan.

Menurutnya, pembelajaran tari tidak hanya berfokus pada kemampuan menguasai gerakan, tetapi juga memahami nilai, filosofi, dan karakter yang terkandung dalam setiap tarian.

“Jangan menjadikan ujian ini sebagai akhir dari proses belajar. Jadikan pengalaman hari ini sebagai motivasi untuk terus berkembang. Dalam belajar tari, yang terpenting bukan hanya gerakannya, tetapi juga memahami makna dan nilai yang terkandung di dalamnya,” kata Ayo.

Ia juga mendorong para peserta untuk terus berlatih, berani tampil, dan tidak takut melakukan kesalahan. Setiap proses, menurutnya, merupakan bagian penting dalam perjalanan menjadi seniman yang lebih baik.

“Teruslah berlatih dan jangan cepat merasa puas. Setiap tahapan yang dilalui akan menjadi pengalaman berharga untuk meningkatkan kualitas diri,” tambahnya.

Dukungan Orang Tua Jadi Kunci

Selain mendapat apresiasi dari para juri, kegiatan ini juga memperoleh dukungan penuh dari para orang tua peserta. Kehadiran mereka selama pelaksanaan ujian menjadi bentuk motivasi bagi anak-anak untuk terus mengembangkan kemampuan di bidang seni tari.

Panitia menilai dukungan keluarga memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan pembelajaran seni, khususnya dalam menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya daerah sejak usia dini.

Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk Kopi Bento sebagai lokasi pelaksanaan acara serta MUA La Tulipe yang turut membantu kebutuhan kegiatan.

Melalui penyelenggaraan ujian tari ini, Lingkung Seni Setra Manik Pakuan berharap dapat terus melahirkan generasi muda yang tidak hanya memiliki kemampuan teknis dalam menari, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap pelestarian budaya Sunda di tengah perkembangan zaman yang semakin modern.

Dengan semangat kolaborasi antara peserta, orang tua, pelatih, dan para seniman, seni tradisi diharapkan tetap hidup dan menjadi inspirasi bagi generasi masa depan.

 

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement