Pemkot Tasikmalaya Ajukan 2.000 Rumah Tidak Layak Huni untuk Program BSPS Tahun 2027
Pemerintah Kota Tasikmalaya mengajukan sekitar 2.000 rumah tidak layak huni untuk mendapatkan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) tahun 2027.
Disarankan:
Tim Penggerak PKK Kota Tasikmalaya melaksanakan Bina Wilayah (Binwil) di Kampung Binaan PKK RW 014 Gunung Ceuri 1, Kelurahan Tuguraja, Kecamatan Cihideung.
TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Tim Penggerak PKK Kota Tasikmalaya melaksanakan kegiatan Bina Wilayah (Binwil) di Kampung Binaan PKK RW 014 Gunung Ceuri 1, Kelurahan Tuguraja, Kecamatan Cihideung, Rabu (16/9/2026).
Kegiatan tersebut menjadi ajang monitoring dan evaluasi terhadap administrasi, kelembagaan, serta implementasi 10 Program Pokok PKK yang telah dijalankan masyarakat selama satu tahun terakhir sejak kampung binaan tersebut dirintis pada Juli 2025.
Dalam kegiatan itu, tim melakukan penilaian sejumlah program unggulan yang telah berjalan di lingkungan RW 014, di antaranya Posyandu, Pojok Baca, Edukasi Kesehatan, Kelompok Wanita Tani (KWT), PAUD, Sekolah Lansia, hingga Rumah Sehat.
Tim TP PKK Kota Tasikmalaya disambut Uwa Lengser. Suasana kegiatan semakin semarak dengan penampilan tari saman yang dibawakan ibu-ibu warga setempat serta pertunjukan rebana yang mendapat apresiasi dari para tamu dan tim penilai.
Ketua Tim Penggerak PKK Kota Tasikmalaya dr. Elvira Kamarrow Putri mengatakan, kegiatan Binwil dilakukan untuk melihat sejauh mana manfaat dan keberlanjutan program yang telah dijalankan di kampung binaan.
"Sekarang kita kegiatan bina wilayah atau Binwil untuk monitoring dan evaluasi administrasi, kelembagaan, serta implementasi 10 program PKK. Lokasi ini istimewa karena merupakan kampung binaan yang sudah kita rintis sejak Juli 2025," ujar Elvira.
Menurutnya, setelah berjalan selama satu tahun, perkembangan Kampung Gunung Ceuri 1 terlihat sangat signifikan dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.
"Kita ingin melihat seberapa besar manfaat dan keberlanjutannya. Luar biasa, Kampung Gunung Ceuri 1 ini benar-benar berkembang dan membawa dampak positif terhadap masyarakat," katanya.
Elvira mengungkapkan, pihaknya telah beberapa kali melakukan kunjungan ke lokasi, mulai dari tahap sosialisasi, monitoring hingga pelaksanaan Binwil.
"Progresnya sangat terlihat. Awalnya mungkin masih sepi dan masyarakat cenderung apatis. Sekarang antusiasme warga luar biasa, mereka gotong royong, mau menanam dan akhirnya menghasilkan. Hasilnya kembali untuk masyarakat," ungkapnya.
Ia juga mengapresiasi keberhasilan Kelompok Wanita Tani (KWT) yang mampu menghasilkan berbagai tanaman sayuran yang diminati masyarakat.
"Kami sangat mengapresiasi hasil tanaman sayuran dari ibu-ibu KWT. Bahkan kami senang untuk membeli hasil panennya. KWT di sini unggul, rumah sehatnya bagus, dan PAUD-nya juga keren," tambah Elvira.

Sementara itu, Camat Cihideung Boedi Santoso berharap Kampung Binaan PKK Kota Tasikmalaya, RW 014 Gunung Ceuri 1 dapat menjadi model pengembangan wilayah berbasis pemberdayaan masyarakat dan ketahanan pangan.
"Mudah-mudahan kampung binaan PKK yang sudah dievaluasi ini memberikan dampak signifikan, terutama terkait ketahanan pangan dan pemanfaatan lahan pekarangan. Harapannya dapat mendukung suplai bahan baku untuk kolaborasi dengan dapur SPPG," ujarnya.
Boedi menjelaskan, Kampung Gunung Ceuri 1 merupakan lokus pertama program kampung binaan PKK di Kecamatan Cihideung.
"Untuk lokus kedua dan ketiga sudah kami siapkan di Kelurahan Tugujaya dan Kelurahan Yudanegara. Mudah-mudahan ini menjadi role model yang bisa diterapkan di wilayah lain. Warga di sini sangat kompak dan memiliki semangat gotong royong yang tinggi," katanya.
Di tempat yang sama, Ketua RW 014 Gunung Ceuri 1, Aiptu Komarudin, yang juga personel Satlantas Polres Tasikmalaya Kota, menyampaikan bahwa seluruh program kampung binaan dijalankan berdasarkan arahan Tim Penggerak PKK Kota Tasikmalaya dengan dukungan pemerintah kelurahan dan kecamatan.
"Dalam pelaksanaannya kami mengikuti arahan Ketua TP PKK Kota Tasikmalaya dan mendapat dukungan dari ibu camat serta ibu lurah. Harapannya kampung binaan ini ke depan bisa menjadi kampung edukasi," ujar Aiptu Komarudin.
Ia menjelaskan sejumlah fasilitas yang telah dikembangkan dan ditinjau dalam kegiatan Binwil meliputi pojok baca, PAUD, posyandu, sekolah lansia, rumah sehat hingga Kelompok Wanita Tani.
"Tanaman yang ada di KWT saat ini sudah siap panen. Kami sengaja menanam sayuran yang cepat tumbuh sehingga manfaatnya bisa segera dirasakan warga. Ke depan kami berharap dapat menambah lahan karena lahan yang tersedia saat ini masih terbatas," katanya.
Implementasi 10 Program Pokok PKK
Kegiatan Kampung Binaan PKK RW 014 Gunung Ceuri 1 merupakan implementasi dari 10 Program Pokok PKK, yaitu:
1. Penghayatan dan Pengamalan Pancasila
2. Gotong Royong
3. Pangan
4. Sandang
5. Perumahan dan Tata Laksana Rumah Tangga
6. Pendidikan dan Keterampilan
7. Kesehatan
8. Pengembangan Kehidupan Berkoperasi
9. Kelestarian Lingkungan Hidup
10. Perencanaan Sehat
Melalui program tersebut, Kampung Gunung Ceuri 1 diharapkan terus berkembang sebagai kawasan pemberdayaan masyarakat yang mandiri, sehat, produktif, serta mampu menjadi percontohan bagi wilayah lain di Kota Tasikmalaya.
Pemerintah Kota Tasikmalaya mengajukan sekitar 2.000 rumah tidak layak huni untuk mendapatkan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) tahun 2027.
Program 3 juta rumah Presiden Prabowo mulai terealisasi di Kota Tasikmalaya. Sebanyak 827 warga menerima Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) senilai Rp20 juta per rumah untuk rehabilitasi rumah tidak layak huni.
Api yang diduga berasal dari area pembuangan limbah sumpit menghanguskan sekitar 200 meter persegi lahan sebelum berhasil dipadamkan petugas Damkar dan BPBD. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.