Ikuti Kami :

Disarankan:

BPBD Ciamis Tunggu Rekomendasi Badan Geologi Terkait Pergerakan Tanah di Cijeungjing

Rabu, 26 November 2025 | 11:29 WIB
Watermark
BPBD Ciamis Tunggu Rekomendasi Badan Geologi Terkait Pergerakan Tanah di Cijeungjing. Foto: NewsTasikmalaya.com/Febrian Libelvalen

Bencana pergerakan tanah kembali mengancam pemukiman warga di Dusun Bantarcaringin, Desa Ciharalang, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ciamis mencatat tiga rumah mengalami kerusakan parah, sementara delapan rumah lainnya masuk kategori terancam.

CIAMIS, NewsTasikmalaya.com – Bencana pergerakan tanah kembali mengancam pemukiman warga di Dusun Bantarcaringin, Desa Ciharalang, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ciamis mencatat tiga rumah mengalami kerusakan parah, sementara delapan rumah lainnya masuk kategori terancam.

Kepala Pelaksana BPBD Ciamis, Ani Supiani, mengatakan pihaknya telah melakukan penanganan awal dan langsung melaporkan kondisi tersebut kepada Badan Geologi untuk mendapatkan rekomendasi teknis.

“Kami sudah berkirim surat resmi lengkap dengan bukti hasil assessment. Surat dikirim Senin kemarin, dan saat ini belum ada balasan,” ujar Ani saat ditemui di Kantor BPBD Ciamis, Rabu (26/11/2025).

Menurut Ani, kerusakan di lapangan menunjukkan tanda-tanda kuat adanya pergerakan tanah. “Indikasinya memang pergerakan tanah. Cirinya terlihat dari kerusakan pondasi serta keramik rumah yang retak dan hancur,” jelasnya.

Dari hasil pemeriksaan awal, tiga rumah terdampak langsung, sementara delapan rumah lainnya berada dalam kondisi terancam.

BPBD Ciamis telah melakukan langkah darurat, mulai dari assessment lokasi, pemasangan garis pembatas, hingga penyaluran logistik bagi warga terdampak.

“Kami sudah melakukan assessment ke TKP dan memberikan drop logistik kedaruratan. Jalur police line juga sudah dipasang sebagai tanda peringatan bahwa wilayah tersebut adalah zona pergerakan tanah,” tambah Ani.

Untuk memperkuat laporan, BPBD juga mendokumentasikan kondisi terkini menggunakan drone. Semua data termasuk rekaman udara sudah dikirim ke Badan Geologi sebagai bahan pertimbangan penanganan lanjutan, termasuk kemungkinan relokasi warga.

“Kami menunggu hasil kajiannya, apakah perlu relokasi atau masih memungkinkan dilakukan perbaikan rumah di lokasi tersebut,” katanya.

Ani mengungkapkan bahwa meski laporan resmi baru diterima BPBD pada Senin (24/11/2025), berdasarkan keterangan saksi di lapangan, pergerakan tanah di titik tersebut sudah terjadi tiga kali, termasuk kejadian beberapa tahun lalu.

“Laporan ke kami baru masuk Senin kemarin, namun menurut saksi ini merupakan kejadian ketiga kalinya,” ungkapnya. 

Saat ini, warga dengan rumah rusak berat telah mengungsi ke rumah kerabat. Warga yang masuk kategori terancam diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan deras. “Jika terjadi hujan lebat pada malam hari, dihimbau segera mengungsi,” tegas Ani.

Meski demikian, kebutuhan air bersih di wilayah terdampak masih terpenuhi dan tidak mengalami kekurangan. “Air bersih saat ini aman, termasuk logistik tambahan yang diberikan berbagai instansi seperti Dinas Sosial,” tandasnya.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement