Ikuti Kami :

Disarankan:

Bupati Ciamis Ajak Tokoh Agama dan Masyarakat Perangi Kekerasan Seksual pada Anak

Rabu, 20 Agustus 2025 | 16:27 WIB
Bupati Ciamis Ajak Tokoh Agama dan Masyarakat Perangi Kekerasan Seksual pada Anak
Bupati Ciamis Ajak Tokoh Agama dan Masyarakat Perangi Kekerasan Seksual pada Anak. Foto: NewsTasikmalaya.com/Febrian L.

Pemerintah Kabupaten Ciamis menggelar silaturahmi bersama tokoh agama dan masyarakat dalam rangka tasyakur HUT ke-80 RI sekaligus menyambut Maulid Nabi Muhammad SAW.

CIAMIS, NewsTasikmalaya.com – Pemerintah Kabupaten Ciamis menggelar silaturahmi bersama tokoh agama dan masyarakat dalam rangka tasyakur HUT ke-80 RI sekaligus menyambut Maulid Nabi Muhammad SAW.

Acara yang berlangsung di Gedung KH. Irfan Hielmy, Islamic Center Ciamis, pada Rabu (20/8/2025) ini mengusung tema “Membangun Sinergitas antara Pemerintah dan Masyarakat dalam Mengatasi Kekerasan dan Pelecehan Seksual pada Perempuan dan Anak.”

Kabag Kesra Ciamis, Ikhsan Rasyad, dalam laporannya menegaskan acara ini bukan sekadar silaturahmi, melainkan bentuk keprihatinan pemerintah terhadap maraknya kasus kekerasan seksual pada anak. 

“Maksud dan tujuan kegiatan ini adalah mempererat hubungan pemerintah dengan masyarakat sekaligus sebagai ikhtiar bersama dalam menekan angka kekerasan,” ujarnya.

Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya, dalam sambutannya menekankan pentingnya pembangunan akhlak dan mental generasi muda. Menurutnya, hal ini bukan hanya tanggung jawab sekolah atau pondok pesantren, melainkan semua pihak, terutama keluarga.

“Akhlak dan mental anak bukan hanya tanggung jawab guru atau pimpinan ponpes, tapi tanggung jawab kita semua, termasuk orang tua,” kata Herdiat.

Ia menegaskan pembangunan nonfisik jauh lebih penting daripada pembangunan infrastruktur. 

“Membangun jalan, jembatan, atau gedung itu mudah asal ada anggaran. Namun membangun akhlak dan mental jauh lebih sulit, perlu kebersamaan dan niat baik semua pihak,” ucapnya.

Senada, Pimpinan Ponpes Darussalam, KH Fadlil Yani Ainusyamsi yang hadir sebagai narasumber menilai kegiatan ini bisa menjadi titik awal penguatan sinergi. 

“Pemahaman keagamaan sejak dini sangat penting. Tidak bisa hanya dibebankan pada sekolah atau madrasah, tapi juga harus ditanamkan di rumah dan lingkungan masyarakat,” ujarnya.

KH Fadlil juga mengingatkan bahaya penyimpangan moral, termasuk LGBT.

“Ini persoalan krusial. LGBT sulit terdeteksi, tetapi bahayanya besar. Kalau dibiarkan, akan menjadi ancaman serius bagi moral generasi,” tegasnya.

Pemerintah berharap melalui momentum silaturahmi ini, masyarakat Ciamis semakin bersatu dalam melindungi perempuan dan anak.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement