Ikuti Kami :

Disarankan:

Cegah Konflik Horisontal, FKUB dan Pemkot Banjar Perkuat Moderasi Beragama Lintas Tokoh

Kamis, 03 September 2026 | 14:43 WIB
Cegah Konflik Horisontal, FKUB dan Pemkot Banjar Perkuat Moderasi Beragama Lintas Tokoh
Cegah Konflik Horisontal, FKUB dan Pemkot Banjar Perkuat Moderasi Beragama Lintas Tokoh.

FKUB Kota Banjar menggelar Pembinaan Penguatan Kerukunan dan Moderasi Beragama bersama tokoh lintas agama yang dibuka oleh Wakil Wali Kota Banjar H. Supriana, Kamis (3/9/2026). Kegiatan ini bertujuan membangun sistem deteksi dini dan memperkuat komunikasi antarumat guna mencegah potensi konflik horisontal di Kota Banjar.

BANJAR, NewsTasikmalaya.com — Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) bersama Pemerintah Kota Banjar terus menguatkan komunikasi antarumat beragama sebagai langkah deteksi dan pencegahan dini potensi konflik horisontal di tengah masyarakat yang majemuk.

Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Pembinaan Penguatan Kerukunan dan Moderasi Beragama yang digelar di aula salah satu rumah makan di Kota Banjar, Kamis (3/9/2026).

Acara yang dihimpun dari para tokoh agama serta pengurus FKUB se-Kota Banjar ini dibuka secara resmi oleh Wakil Wali Kota Banjar, H. Supriana.

Dalam sambutannya, Supriana menegaskan bahwa keberagaman masyarakat Kota Banjar yang berpenduduk lebih dari 200 ribu jiwa dengan latar belakang agama Islam, Kristen Protestan, Katolik, Konghucu, dan Hindu merupakan aset serta kekuatan sosial yang wajib dijaga.

“Keberagaman ini bukan menjadi sekat, melainkan sebuah kekayaan yang harus dijaga bersama melalui penguatan pemahaman moderasi,” ujar Supriana, Kamis (3/9/2026).

Ia menambahkan, pemahaman moderasi beragama sangat krusial untuk mencegah berkembangnya paham ekstremisme dan tindakan kekerasan yang berpotensi mengganggu stabilitas keamanan daerah.

Senada dengan hal itu, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Banjar, Ahmad Fikri Firdaus, menyoroti pentingnya membangun kedekatan dan silaturahmi yang intensif antartokoh agama sebelum timbul persoalan sosial.

“Kegiatan seperti ini harus sering diadakan. Tujuannya, ketika ada permasalahan dan kita sudah saling kenal, kita bisa meminimalisir potensi konflik tersebut. Ini merupakan sistem pencegahan dini,” jelas Ahmad.

Ahmad imbau warga agar tidak ragu berkonsultasi atau melaporkan potensi isu keagamaan ke Kemenag Kota Banjar sehingga dapat ditangani cepat melalui pendekatan kekeluargaan dan musyawarah.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement