CIAMIS, NewsTasikmalaya.com — Satu unit bangunan pabrik pembuatan tusuk sate di Dusun Pasirpeuteuy, Desa Sidamulya, Kecamatan Cisaga, Kabupaten Ciamis, ludes terbakar pada Kamis (3/9/2026) siang. Kebakaran diduga kuat dipicu oleh suhu tinggi dari proses pengovenan bahan baku tusuk sate.
Kabid Damkar dan Penyelamatan Satpol PP Kabupaten Ciamis, Budi Rahmat, menjelaskan musibah tersebut terjadi ketika pabrik milik Ade Suhendra (40) sedang beroperasi. Saat proses pengovenan berlangsung, pemilik sempat meninggalkan lokasi untuk mengambil barang di rumahnya yang berada persis di samping pabrik.
“Ketika pabrik sedang beroperasi melakukan pengovenan tusuk sate, Pak Ade meninggalkan lokasi sebentar untuk mengambil barang di rumahnya. Namun, saat kembali, api ternyata sudah membesar di area atap pabrik,” ujar Budi Rahmat, Kamis (3/9/2026).
Tiupan angin yang cukup kencang di lokasi kejadian membuat kobaran api cepat merambat dan membesar. Pemilik pabrik langsung menghubungi UPT Damkar Kabupaten Ciamis dan Pos Wilayah Manajemen Kebakaran (WMK) Rancah untuk meminta bantuan darurat.
Menerima laporan tersebut, personel Pos WMK Rancah langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pemadaman, pendinginan, serta observasi guna menyisir titik panas (hotspot) agar api tidak kembali menyala.
Budi menyebutkan, area bangunan pabrik berukuran 6 x 9 meter persegi tersebut hangus terbakar dengan taksiran kerugian materiil mencapai Rp80 juta.
Proses penanganan di lapangan melibatkan sinergi lintas instansi, antara lain Polsek Cisaga, Koramil Cisaga, Pemdes Sidamulya, Kantor Kecamatan Cisaga, Damkar Kota Banjar, Puskesmas Cisaga, PLN Cisaga, Tagana, serta masyarakat sekitar. Penanganan dinyatakan selesai total dan petugas kembali ke pos pada pukul 12.50 WIB.
"Petugas memastikan api benar-benar padam. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa ini," tegas Budi.
Atas kejadian ini, Damkar Ciamis mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat mengoperasikan peralatan bersuhu tinggi atau sumber api, serta tidak meninggalkan lokasi aktivitas pembakaran tanpa pengawasan.