Ikuti Kami :

Disarankan:

Detik-Detik Menegangkan Longsor Cihaurbeuti Ciamis: Ibu Peluk Anak dan Lari Sebelum Rumah Hancur

Selasa, 12 Mei 2026 | 12:23 WIB
Detik-Detik Menegangkan Longsor Cihaurbeuti Ciamis: Ibu Peluk Anak dan Lari Sebelum Rumah Hancur
Detik-Detik Menegangkan Longsor Cihaurbeuti Ciamis: Ibu Peluk Anak dan Lari Sebelum Rumah Hancur. Foto: Febrian Libelvalen.

Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Cihaurbeuti, Kabupaten Ciamis, pada Senin malam (11/5/2026), menyisakan trauma mendalam bagi warga Dusun Cibulakan, Desa Sukamaju. Tebing setinggi belasan meter longsor dan menerjang permukiman saat warga tengah beristirahat.

CIAMIS, NewsTasikmalaya.com — Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Cihaurbeuti, Kabupaten Ciamis, pada Senin malam (11/5/2026), menyisakan trauma mendalam bagi warga Dusun Cibulakan, Desa Sukamaju. Tebing setinggi belasan meter longsor dan menerjang permukiman saat warga tengah beristirahat.

Dede Kartini (43), salah satu korban terdampak, menceritakan kembali momen mencekam sebelum material tanah menghancurkan rumahnya sekitar pukul 22.00 WIB. Sejak waktu Magrib, hujan lebat memang tidak kunjung reda hingga air mulai masuk ke area dapur.

“Awalnya sudah masuk air di dapur. Kaget,” ujar Dede saat ditemui di lokasi bencana, Selasa (12/5/2026).

Kegelisahan Dede berubah menjadi kepanikan luar biasa ketika suara gemuruh keras terdengar dari arah tebing tepat di belakang rumahnya. Dalam hitungan detik, ia menyadari bahaya besar sedang mengancam.

“Kejadiannya ada suara gemuruh, air deras, hujan lebat,” katanya.

Tanpa sempat menyelamatkan harta benda, Dede langsung memeluk erat anaknya dan berlari keluar rumah sekuat tenaga. Keputusan cepat itu menjadi penyelamat nyawa mereka; sesaat setelah mereka menginjakkan kaki di luar, material longsor berupa tanah dan lumpur langsung menghantam bangunan hingga rusak parah.

“Habis keluar baru turun longsornya,” ucap Dede sambil menahan haru.

Kini, rumah tersebut nyaris tak bisa dihuni lagi. Seluruh bagian bangunan tertutup material tanah, meninggalkan Dede hanya dengan pakaian yang melekat di badan. Saat ini, ia dan keluarganya terpaksa mengungsi ke rumah kerabat terdekat.

“Yang penting selamat dulu. Kalau barang mungkin bisa dicari lagi,” ungkapnya pasrah.

Bencana di Dusun Cibulakan ini tidak hanya menimpa keluarga Dede. Berdasarkan data sementara, sedikitnya delapan kepala keluarga dengan total 25 jiwa terdampak. Dua rumah dilaporkan rusak berat dan sebuah musala turut tertimbun material longsor.

Hingga Selasa siang, petugas gabungan dari BPBD Kabupaten Ciamis, TNI, Polri, Tagana, bersama relawan dan warga sekitar masih berjibaku membersihkan lumpur serta material sisa longsor yang menutup akses lingkungan.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement