Ikuti Kami :

Disarankan:

Disdikbud Kabupaten Tasikmalaya Gelar Festival 7 KAIH Sejak Usia Dini sebagai Penguatan Kebiasaan Baik

Rabu, 04 November 2026 | 16:11 WIB
Disdikbud Kabupaten Tasikmalaya Gelar Festival 7 KAIH Sejak Usia Dini sebagai Penguatan Kebiasaan Baik
Disdikbud Kabupaten Tasikmalaya Gelar Festival 7 KAIH Sejak Usia Dini sebagai Penguatan Kebiasaan Baik. Foto: Kristian.

Disdikbud Kabupaten Tasikmalaya gelar Festival 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (KAIH) di Singaparna untuk perkuat karakter siswa SD-SMP, Rabu (4/11/2026).

TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Tasikmalaya menggelar Festival Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (KAIH) di Gedung Graha Nanjung, Cintaraja, Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, Rabu (4/11/2026).

Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Sekretaris Disdikbud Kabupaten Tasikmalaya, Dede Martini, S.Ag., M.Si., serta dihadiri oleh Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Tasikmalaya, H. Dedi Kurniawan, S.T., M.M., bersama jajaran pejabat di lingkungan Disdikbud.

Festival yang memuat sosialisasi dan peragaan tujuh kebiasaan positif, seperti Bangun Pagi, Rajin Beribadah, Rutin Berolahraga, Gemar Belajar, Bermasyarakat, Makan Makanan Bergizi, dan Tidur Cepat, ini diikuti oleh peserta didik jenjang Sekolah Dasar (SD) se-Kabupaten Tasikmalaya.

Penyelenggaraan festival ini merujuk pada arah kebijakan dan program nasional Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI guna membangun fondasi karakter generasi emas yang disiplin, mandiri, dan bertanggung jawab.

Sekretaris Disdikbud Kabupaten Tasikmalaya, Dede Martini, menjelaskan bahwa implementasi 7 KAIH dilaksanakan secara berjenjang mulai dari tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP) di seluruh satuan pendidikan.

"Program ini sebetulnya ada berjenjang, ada jenjang SD ada jenjang SMP. jadi penerapan 7 kebiasaan anak Indonesia Hebat ini adalah merupakan program dari Kemendikdasmen sebetulnya jadi direalisasikan di satuan pendidikan berdasarkan jenjang yang tadi sudah ada jenjang SD dan SMP," kata Dede Martini, Rabu (4/11/2026).

Dede menegaskan, ketujuh poin KAIH pada dasarnya bukanlah hal yang sama sekali baru, melainkan bentuk penguatan (reinforcement) terhadap kebiasaan-kebiasaan baik yang selama ini sudah mengakar pada aktivitas harian anak-anak di daerah.

Menurutnya, anak-anak di pedesaan sudah terbiasa bangun pagi untuk menunaikan salat Subuh. Aktivitas fisik berolahraga juga secara tidak langsung terlaksana saat membantu orang tua. Sementara itu, nilai-nilai kemasyarakatan dan sosialisasi rutin terjalin melalui kegiatan belajar di Madrasah Diniyah usai jam sekolah formal.

"Cuma mungkin sekarang lebih ada peningkatan kualitas, contohnya dalam segi penggunaan gadget atau HP yangvbisa mempengaruhi tidur terlambat, jadi guru berperan juga senahai motivator untuk meningatkan anak dalam 7 kebiasaan tersebut," jelasnya.

Untuk memaksimalkan ketercapaian program, penguatan tidak hanya dikawal di lingkungan sekolah melalui Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S), tetapi juga melibatkan Komite Sekolah dan para orang tua murid agar pembiasaan karakter tersebut diterapkan secara konsisten di rumah.

"Harapan saya atas nama Kadisdikbud Kabupaten Tasikmalaya program ini bisa berjalan terus menerus dan mungkin harapan ke depannya itu adalah ada perubahan sikap atau perubahan karakter anak, agar anak itu bisa lebih menghargai waktu, bisa lebih disiplim terhadap kebiasaan-kebiasaan yang baik," harapnya.

DPRD Dorong Regulasi Perbup untuk Kawal Generasi Emas 2045

Sementara itu, Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Tasikmalaya, H. Dedi Kurniawan, S.T., M.M., menegaskan bahwa program 7 KAIH ini harus terus digulirkan, dikontrol, serta dibersamai secara berkelanjutan oleh seluruh pihak.

Dedi menekankan pentingnya pembentukan karakter sejak dini dalam menyambut Indonesia Emas 2045, mengingat peserta didik jenjang PAUD, SD, dan SMP saat ini akan berada pada usia produktif kepemimpinan di masa mendatang. Menurutnya, pembiasaan karakter berbasis disiplin dan keteladanan ajaran agama akan membentuk profil generasi muda yang tangguh dan berakhlak mulia.

"Ini mudah-mudahan, kalau ini terus dikawal dan dibiasakam sejak PAUD, SD, hingga SMP, kalau ini digenjot, dibiasalam bahkan kalau bisa dibuatkan Perbup, ini akan mendoromg munculnya anak berkarakter, nah ini yang kota harapkan ke depan. Mudah-mudahan lebih baik," kata Dedi.

Terkait fungsi pengawasan, Dedi memastikan Komisi IV DPRD Kabupaten Tasikmalaya mulai melakukan monitoring intensif, baik dalam tahap penjadwalan maupun evaluasi berkala.

Pihaknya mendorong dua langkah strategis: pertama, pembuatan regulasi berupa Peraturan Bupati (Perbup) agar program memiliki payung hukum yang kuat; dan kedua, pendampingan langsung ke sekolah-sekolah.

"Dan kan untuk hari ini sarana sedang bagus, revitalisasi pembangunan sekolah, fasilitas sedang diperbaiki, nah tinggal muatan ini yang perlu kita kontrol," pungkas Dedi.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin