Polisi Gelar Rekonstruksi Kasus Pembacokan Ki Danu di Tasikmalaya, Perselisihan Batas Tanah Jadi Pemicu
Kasus yang diduga dipicu perselisihan batas tanah itu disaksikan kuasa hukum korban dan pelaku serta menghadirkan sejumlah saksi.
Disarankan:
Wanita berinisial F (23) nekat melompat dari Jembatan JB Lanud setinggi 30 meter di Purbaratu, Tasikmalaya (4/11/2026). Polisi masih menyelidiki motif pasti di balik aksi nekat tersebut.
TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com — Suasana dini hari di kawasan Jembatan Jalan Baru (JB) Lingkar Utara atau yang dikenal dengan JB Lanud, Kecamatan Purbaratu, Kota Tasikmalaya, mendadak digemparkan oleh aksi nekat seorang wanita muda, Rabu (4/11/2026) sekira pukul 01.30 WIB.
Korban yang diketahui berinisial F (23), warga Kampung Awiluar RT 05 / RW 01, Kelurahan Singkup, Kecamatan Purbaratu, Kota Tasikmalaya, diduga melompat dari atas jembatan yang memiliki ketinggian sekitar 30 meter dari permukaan tanah dan aliran Sungai Ciloseh di bawahnya.
Saksi sekaligus rekan korban, Asep Ansori (19), menceritakan detik-detik mencekam sebelum insiden tersebut terjadi. Dengan pakaian yang masih kotor akibat ikut mengevakuasi korban dari dasar jembatan, Asep menyebut peristiwa itu berlangsung sangat cepat dan tanpa ada isyarat apapun.
"Kejadiannya gak ngomong dulu, tiba-tiba loncat," ujar Asep di lokasi kejadian.
Ia menjelaskan, malam itu dirinya datang bersama korban menggunakan sepeda motor dari arah Purbaratu dengan maksud hendak berkumpul dan ngopi bersama rekan-rekan lainnya di lokasi. Setibanya di tempat kejadian, terdapat sekitar tiga mobil dan empat motor yang tengah kongkow.
"Saya datang sama korban, dari arah Purbaratu. Korban minta antar, niat mau ngopi sama teman-teman korban. Saya gak pada kenal, kenal sedikit sama yang lagi kumpul mah. Tapi si korban yang pada kenal sama teman-teman di TKP mah," tuturnya.
Mengenai pemicu pasti aksi nekat tersebut, hingga saat ini belum diketahui secara pasti. Saksi hanya menyebut korban sempat berinteraksi dengan beberapa orang di lokasi sebelum tiba-tiba melakukan aksi yang mengejutkan tersebut.
"Kayaknya korban ada masalah, tapi gak tahu masalah sebenarnya apa. Tiba-tiba saja loncat," tambahnya.
Akibat terjun dari ketinggian puluhan meter ke dasar jurang jembatan, korban mengalami luka-luka sangat serius. Korban menderita patah tulang pada bagian siku tangan kanan hingga keluar dari kulitnya serta luka lecet di lengan kiri atas siku.
Pascakejadian, korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Soekardjo Tasikmalaya untuk mendapatkan tindakan medis darurat. Berdasarkan pantauan di ruang tindakan IGD rumah sakit, pakaian yang dikenakan korban tampak berlumuran darah yang diduga berasal dari luka patah tulang terbuka.
Jajaran kepolisian dari Polsek Cibeureum bersama Piket Fungsi Satreskrim dan Satintelkam Polres Tasikmalaya Kota yang menerima laporan darurat langsung bergerak cepat mendatangi TKP untuk melakukan olah tempat kejadian perkara serta memeriksa para saksi. Pihak kepolisian masih mendalami dan melakukan penyelidikan intensif guna menguatkan motif pasti di balik aksi nekat wanita muda tersebut.
Kasus yang diduga dipicu perselisihan batas tanah itu disaksikan kuasa hukum korban dan pelaku serta menghadirkan sejumlah saksi.
Polisi ungkap F (23) nekat melompat dari Jembatan Lingkar Utara Tasikmalaya setinggi 30 meter (4/11/2026) akibat cemburu melihat pacarnya bersama wanita lain. Pacar dan saksi diamankan ke Polsek Cibeureum.
Pelayanan Samsat Keliling Kota Tasikmalaya berlangsung mulai pukul 08.00 WIB hingga 14.00 WIB, dengan dua titik lokasi berbeda agar masyarakat bisa menyesuaikan waktu dan tempat terdekat.