Ikuti Kami :

Disarankan:

Dua Remaja Korban Pengeroyokan Geng Motor di Tasikmalaya Akhirnya Pulang Usai Lima Hari Dirawat

Rabu, 17 Desember 2025 | 13:05 WIB
Dua Remaja Korban Pengeroyokan Geng Motor di Tasikmalaya Akhirnya Pulang Usai Lima Hari Dirawat
Dua Remaja Korban Pengeroyokan Geng Motor di Tasikmalaya Akhirnya Pulang Usai Lima Hari Dirawat. Foto: Tian K.

Dua remaja pria korban pengeroyokan yang diduga dilakukan oleh geng motor di Kota Tasikmalaya, akhirnya diperbolehkan pulang ke rumah masing-masing setelah menjalani perawatan medis selama lima hari di RSUD dr. Soekardjo.

TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Dua remaja pria korban pengeroyokan yang diduga dilakukan oleh geng motor di Kota Tasikmalaya, akhirnya diperbolehkan pulang ke rumah masing-masing setelah menjalani perawatan medis selama lima hari di RSUD dr. Soekardjo.

Kedua korban merupakan pelajar kelas XI, yakni MA (17) warga Kecamatan Cibeureum dan F (17) warga Kecamatan Kawalu. Keduanya menjadi korban pengroyokan pada Sabtu (13/12/2025) lalu.

MA sebelumnya harus menjalani tindakan operasi akibat patah tulang pada tangan kiri, sementara F hanya mendapatkan perawatan dan obat pereda nyeri karena mengalami luka di bagian kepala. Setelah menjalani perawatan intensif, kondisi keduanya dinyatakan stabil dan diperbolehkan pulang pada Rabu (17/12/2025) pagi.

Kepulangan kedua korban disambut lega oleh pihak keluarga. Kakak korban MA, Nisa Maulani (23), mengaku bersyukur adiknya akhirnya bisa kembali ke rumah.

“Alhamdulillah sudah pulang, baik adik saya maupun korban satunya sudah diperbolehkan pulang,” ujar Nisa, Rabu siang.

Nisa menjelaskan, secara medis adiknya sebenarnya sudah diperbolehkan pulang sehari setelah operasi. Namun, keterbatasan biaya membuat kepulangan sempat tertunda lantaran kasus tersebut tidak dapat ditanggung BPJS Kesehatan.

“Senin dioperasi, Selasa sudah boleh pulang, tapi harus menyelesaikan biaya terlebih dahulu. Karena belum mampu, kami masih bertahan di rumah sakit,” ungkapnya.

Menurut Nisa, bantuan dari Pemerintah Kota Tasikmalaya, khususnya atensi Wakil Wali Kota Tasikmalaya Diky Candra, menjadi solusi sehingga kedua korban akhirnya dapat pulang.

“Biaya adik saya sekitar Rp11 juta. Alhamdulillah, berkat komunikasi Pemkot dengan pihak rumah sakit, kami diperbolehkan pulang tanpa harus membayar biaya tersebut. Sementara korban F membayar sekitar Rp3 juta untuk CT scan,” jelasnya.

Atas bantuan tersebut, Nisa mewakili keluarga korban menyampaikan apresiasi kepada Pemkot Tasikmalaya dan manajemen RSUD dr. Soekardjo.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemkot Tasikmalaya dan pihak rumah sakit yang telah memberikan keringanan dan membantu kami di tengah kebingungan soal biaya,” tuturnya.

Sementara itu, Wakil Direktur Keuangan RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya, Dudang Erawan Susenk, membenarkan kepulangan kedua korban.

“Iya, sudah pulang. Untuk biaya ditangguhkan karena ada atensi dari Direktur Utama dan Wakil Wali Kota,” singkat Dudang.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement