Ikuti Kami :

Disarankan:

Fraksi PPP DPRD Kota Tasikmalaya Dukung Pembentukan Satgas Penataan Pembangunan Pesantren

Jumat, 10 Oktober 2025 | 19:48 WIB
Fraksi PPP DPRD Kota Tasikmalaya Dukung Pembentukan Satgas Penataan Pembangunan Pesantren
Fraksi PPP DPRD Kota Tasikmalaya Dukung Pembentukan Satgas Penataan Pembangunan Pesantren. Foto: NewsTasikmalaya.com/Tian K.

Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) DPRD Kota Tasikmalaya menyambut baik pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Penataan Pembangunan Pesantren oleh Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Muhaimin Iskandar.

TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com - Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) DPRD Kota Tasikmalaya menyambut baik pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Penataan Pembangunan Pesantren oleh Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Muhaimin Iskandar.

Pembentukan satgas tersebut diumumkan oleh Cak Imin, sapaan akrab Abdul Muhaimin Iskandar, pada Kamis (9/10/2025), sebagai respons atas tragedi ambruknya bangunan Pondok Pesantren Al Khoziny di Sidoarjo, Jawa Timur, yang menewaskan puluhan santri.

Dukungan itu disampaikan langsung oleh anggota Fraksi PPP sekaligus Wakil Ketua DPRD Kota Tasikmalaya, Hilman Wiranata, saat ditemui di wilayah Kecamatan Tawang, Jumat (10/10/2025).

"Fraksi PPP mendukung berkaitan dibentuknya satgas penataan pembangunan pontren yang dikomandoi oleh Kementrian Pemberdayaan Masyarakat," ujar Hilman.

Hilman yang juga merupakan alumni salah satu pondok pesantren di Tasikmalaya berharap, pembentukan satgas tersebut menjadi bukti kepedulian pemerintah terhadap peningkatan kualitas sarana dan prasarana pesantren. Selama ini, menurutnya, banyak pesantren yang kurang mendapat perhatian, baik dari sisi kualitas bangunan, perizinan, maupun pendanaan.

"Maka fraksi PPP sangat mendukung berkaitan dengan dibentuknya Kasatgas tersebut, mudah-mudahan ke depan akan lahir kepedulian pemerintah baik dalam sisi pendampingan, maupun dalam sisi bantuan bagi pontren," ucapnya.

Hilman juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto serta Kementerian Pemberdayaan Masyarakat atas langkah cepat pembentukan satgas tersebut, yang lahir dari musibah di Pesantren Al Khoziny.

"Sehingga lahir pontren yang memiliki fasilitas gedung ataupun sarana prasarana lainnya yang menunjang dan tentu akan menciptakan rasa nyaman, rasa aman bagi santri, wali santri, maupun kyai dalam proses belajar dan mengajar," tegasnya.

Selain itu, Hilman meminta semua pihak untuk tidak menyudutkan pesantren atas musibah yang terjadi di Sidoarjo. Ia menilai munculnya stigma negatif bahwa pesantren menciptakan budaya perbudakan merupakan kesalahpahaman terhadap sistem pendidikan pesantren.

Karena, menurutnya, pengabdian santri kepada pesantren dan kyai merupakan bagian dari pembentukan mentalitas dan karakter yang sudah menjadi tradisi dalam pendidikan pesantren.

"Setiap orang tua wali yang masuk, pasti menyerahkan dan memberikan qobul dengan pengurus terkait dengan penyerahan kesehatan, kehidupannya, makan, belajar dan mengajarnya kepada kyai berkaitan dengan anak yang dititipkan," kata Hilman.

"Maka kyai di pontren itu menjadi wali santri untuk di pontren. Maka pengabdian ke pontren sebagai orang tuanya. Sehingga ke depan santri tersebut ketika sudah keluar dari pontren ini akan menjadi pribadi-pribadi yang mampu memiliki jiwa pengabdian buat agama, masyarakat, dan negara," sambungnya.

Hilman pun mengajak seluruh pihak untuk menghentikan komentar yang menyudutkan pesantren dan lebih baik mendoakan para korban tragedi tersebut.

"Jangan sampai muncul paradigma di masyarakat bahwa pontren ini tidak baik, sehingga akan menjauhkan umat dari pontren. Lebih baik kita berdoa mudah-mudahan semua korban menjadi syuhada, dan kedua para ortu dan para kyai di pontren diberikan kesabaran atas takdir yang diterima hari ini," ungkapnya.

Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, ulama, dan umara untuk membentuk generasi muda yang berakhlak mulia dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045.

"Sehingga tercipta badrotun toyibun atau menuju generasi emas 2045. Salah satu penunjang baik itu pontren adalah lembaga keagamaan yang menciptakan santri berakhlaktul toyiban," pungkasnya.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement