Ikuti Kami :

Disarankan:

Hadirkan UAS dan Das’ad Latif, Tabligh Akbar Hari Santri 2026 di Ciamis Serukan Persatuan Umat

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 08:54 WIB
Hadirkan UAS dan Das’ad Latif, Tabligh Akbar Hari Santri 2026 di Ciamis Serukan Persatuan Umat
Hadirkan UAS dan Das’ad Latif, Tabligh Akbar Hari Santri 2026 di Ciamis Serukan Persatuan Umat. Foto: Istimewa

Forum Silaturahmi Pondok Pesantren Kabupaten Ciamis menggelar Tabligh Akbar Hari Santri Nasional 2026 di Alun-alun Ciamis dengan menghadirkan Ustaz Abdul Somad dan Das’ad Latif.

CIAMIS, NewsTasikmalaya.com – Ribuan masyarakat memadati Alun-alun Ciamis saat Forum Silaturahmi Pondok Pesantren (FSPP) Kabupaten Ciamis menggelar Tabligh Akbar dalam rangka Tasyakur Hari Santri Nasional (HSN) 2026, Jumat (23/10/2026) malam.

Kegiatan keagamaan tersebut menghadirkan dua penceramah nasional, Prof. KH. Abdul Somad Batubara atau Ustaz Abdul Somad (UAS) dan Dr. KH. Das’ad Latif. Keduanya menyampaikan tausiyah yang mengajak masyarakat memperkuat nilai keislaman, menjaga persaudaraan, dan membangun persatuan umat.

Tabligh Akbar ini tidak hanya menjadi bagian dari peringatan Hari Santri Nasional, tetapi juga momentum untuk mengenang kontribusi santri dan pesantren dalam perjuangan kemerdekaan serta pembangunan bangsa Indonesia.

Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya, yang hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas terselenggaranya Tabligh Akbar dengan menghadirkan dua ulama nasional dalam satu panggung.

“Ini merupakan suatu kehormatan dan kebanggaan bagi kita semua, warga masyarakat Kabupaten Ciamis. Kesempatan yang sangat langka, dua ustaz nasional malam ini bersama kita dalam satu panggung,” ujar Herdiat.

Ia berharap tausiyah yang disampaikan kedua penceramah dapat membawa keberkahan bagi masyarakat serta menjadi pedoman untuk menerapkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.

Atas nama Pemerintah Kabupaten Ciamis, Herdiat juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung penyelenggaraan kegiatan tersebut.

Dalam kesempatan itu, ia mengajak para santri di seluruh Indonesia untuk terus meningkatkan kapasitas diri, berani memiliki cita-cita tinggi, serta mengambil peran dalam memajukan bangsa.

“Selamat mengikuti dan menyimak tausiyah. Semoga membawa berkah untuk kita semua. Dirgahayu Santri Indonesia, semoga santri semakin maju dan memiliki mimpi yang tinggi,” tuturnya.

FSPP Ciamis Tekankan Persatuan sebagai Kunci Kemajuan Umat

Ketua FSPP Kabupaten Ciamis, KH. Nonop Hanafi, menegaskan bahwa persatuan merupakan salah satu modal penting untuk mendorong kemajuan umat Islam dan pembangunan daerah.

Menurutnya, perbedaan latar belakang, organisasi keagamaan, maupun pesantren tidak seharusnya menjadi penghalang bagi masyarakat untuk saling bekerja sama.

Ia menilai keterlibatan berbagai unsur organisasi Islam dalam Tabligh Akbar tersebut menunjukkan bahwa kebersamaan dapat dibangun di tengah keberagaman.

“Kita boleh berbeda pesantren, kita boleh berbeda hormat, tetapi Ciamis ingin memberikan contoh kepada dunia Islam bahwa tidak ada kemajuan tanpa persatuan,” ungkap Nonop.

Ia juga mengingatkan bahwa pesantren memiliki sejarah panjang dalam membentuk karakter masyarakat, mengembangkan pendidikan, menanamkan akhlak, serta membangun kemandirian dan kepemimpinan.

Jauh sebelum Indonesia merdeka, pesantren telah menjadi salah satu pusat pendidikan dan penguatan nilai-nilai keislaman. Para ulama dan santri juga mengambil bagian dalam perjuangan melawan penjajahan.

Sejumlah tokoh perjuangan, seperti Pangeran Diponegoro, Tuanku Imam Bonjol, Teuku Umar, Sultan Hasanuddin, hingga KH. Zainal Mustofa, menjadi bagian dari sejarah panjang perjuangan bangsa yang turut diwarnai kontribusi tokoh-tokoh Islam.

“Santri tidak hanya menundukkan kepala di hadapan Tuhan, tetapi juga menegakkan kepala menghadapi penjajahan. Di tangan santri, pena menjadi senjata pemikiran dan pengorbanan menjadi jalan kemerdekaan,” tegasnya.

Santri Didorong Kuasai Teknologi dan Perkuat Ekonomi

Nonop mengatakan, tantangan santri pada masa kini berbeda dengan masa perjuangan kemerdekaan. Jika dahulu perjuangan dilakukan untuk merebut kemerdekaan, saat ini santri memiliki tanggung jawab untuk mengisi kemerdekaan melalui kontribusi nyata dalam berbagai bidang.

Karena itu, ia mendorong generasi santri untuk tidak hanya memperkuat ilmu agama, tetapi juga menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, meningkatkan kemampuan ekonomi, serta memahami diplomasi.

Menurutnya, kemajuan tersebut harus tetap berjalan seiring dengan pemeliharaan nilai-nilai spiritual, akhlak, dan karakter yang menjadi fondasi pendidikan pesantren.

“Santri tidak boleh menjadi penonton sejarah. Santri harus menguasai ilmu pengetahuan, teknologi, ekonomi, dan diplomasi tanpa kehilangan akar spiritualnya,” ujarnya.

Ia berharap peringatan Hari Santri Nasional 2026 dapat menjadi momentum untuk membangkitkan semangat generasi santri agar lebih aktif berkontribusi dalam pembangunan daerah maupun nasional.

Selain itu, seluruh elemen masyarakat diharapkan terus menjaga persatuan dan memberikan ruang bagi generasi santri untuk tampil sebagai pemimpin, inovator, serta penggerak kemajuan bangsa.

Melalui Tabligh Akbar Hari Santri Nasional 2026, FSPP Kabupaten Ciamis berharap semangat kebersamaan tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Nilai keagamaan, persaudaraan, dan pengabdian diharapkan terus tumbuh sebagai kekuatan dalam menghadapi tantangan zaman.

 

 

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin