Ikuti Kami :

Disarankan:

200 Peserta Ikuti Pelatihan Public Speaking di Tasikmalaya, Bupati Cecep Berharap Alumni Jadi MC Acara Pemerintahan

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 10:59 WIB
200 Peserta Ikuti Pelatihan Public Speaking di Tasikmalaya, Bupati Cecep Berharap Alumni Jadi MC Acara Pemerintahan
200 Peserta Ikuti Pelatihan Public Speaking di Tasikmalaya, Bupati Cecep Berharap Alumni Jadi MC Acara Pemerintahan. Foto: Istimewa

Melalui program Pesantren Connect 2026, peserta dibekali keterampilan public speaking dan manajemen organisasi.

TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com - Sebanyak 200 peserta dari kalangan guru, ustaz, ustazah, hingga pengelola lembaga pendidikan keagamaan mengikuti Pelatihan Nasional Manajemen Organisasi dan Kecakapan Komunikasi Pesantren yang digelar Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Tasikmalaya.

Kegiatan yang berlangsung di Oproom Lantai 3 Gedung Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Tasikmalaya, Rabu (21/10/2026), tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026.

Pelatihan ini dirancang untuk meningkatkan kemampuan komunikasi publik, keterampilan berbicara di depan umum (public speaking), serta kapasitas manajemen organisasi di lingkungan pesantren.

Suasana pelatihan berlangsung interaktif saat menghadirkan praktisi public speaking dan pembawa acara (MC) Kepresidenan, Hapy Candra, sebagai narasumber.

Dengan gaya penyampaian yang komunikatif dan energik, Hapy membagikan berbagai teknik berbicara di depan publik, mulai dari penguasaan panggung, pengaturan intonasi suara, membangun kepercayaan diri, etika komunikasi, hingga cara menciptakan interaksi yang efektif dengan audiens.

Para peserta tampak antusias mengikuti materi yang disampaikan. Mereka berharap pelatihan serupa dapat terus dilaksanakan agar semakin banyak pengelola pesantren memiliki kemampuan komunikasi yang profesional.

Pesantren Connect 2026 Tingkatkan Kompetensi SDM Keagamaan

Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Kemenag Kabupaten Tasikmalaya, H. Fajri Adi Nugraha, M.I.P., menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Pesantren Connect 2026 dengan tema “Pesantren Profesional, Komunikatif dan Berdaya”.

Menurut Fajri, program ini bertujuan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) pendidikan keagamaan, khususnya dalam bidang manajemen organisasi dan komunikasi publik.

Ia menilai, kemampuan berkomunikasi menjadi keterampilan penting bagi pengelola pesantren agar dapat menyampaikan gagasan secara efektif, membangun hubungan dengan masyarakat, serta berperan lebih luas dalam berbagai kegiatan sosial dan pemerintahan.

"Pelatihan ini adalah langkah nyata kami Kemenag untuk mendorong profesionalitas pengelola pesantren. Ustaz dan pengelola tidak cukup hanya ahli dalam ilmu agama, tapi juga harus mampu berkomunimasi efektif dan percaya diri di depan publik," kata Fajri, Sabtu (24/10/2026) pagi.

Melalui Pesantren Connect 2026, Fajri berharap lahir komunikator dan calon pemimpin dari lingkungan pesantren yang mampu berkontribusi di tengah masyarakat.

Ia juga ingin para peserta dapat mengimplementasikan ilmu yang diperoleh dalam aktivitas sehari-hari, baik di lingkungan pendidikan maupun dalam kegiatan kemasyarakatan.

Menurutnya, peningkatan kompetensi tersebut sejalan dengan semangat Santri Maju, Santri Mampu serta visi Kabupaten Tasikmalaya untuk mewujudkan daerah yang religius dan Islami.

Bupati Cecep Berharap Alumni Jadi MC Acara Pemerintahan

Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin, yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut, memberikan apresiasi terhadap inisiatif Kemenag Kabupaten Tasikmalaya dalam meningkatkan kualitas SDM di lingkungan pendidikan keagamaan.

Cecep menilai, pelatihan manajemen organisasi dan public speaking memiliki peran strategis dalam mempersiapkan sumber daya manusia pesantren agar lebih percaya diri dan profesional ketika tampil di ruang publik.

Ia berharap kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi agenda seremonial dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2026, tetapi mampu menghasilkan dampak nyata yang dapat dirasakan masyarakat.

Bahkan, Cecep berharap para alumni pelatihan dapat diberi kesempatan untuk berkontribusi dalam kegiatan resmi pemerintahan, termasuk menjadi pembawa acara di tingkat kecamatan.

"Mudah-mudahan ke depan, ketika ada kegiatan pemerintahan di kecamatan, yang menjadi MC adalah alumni dari pelatihan inu," ungkap Cecep.

Harapan tersebut menjadi dorongan agar peserta tidak hanya memahami teori komunikasi, tetapi juga mampu mempraktikkan keterampilan yang diperoleh dalam berbagai kesempatan.

Dengan demikian, pelatihan ini diharapkan dapat membuka ruang bagi para santri, ustaz, ustazah, dan pengelola pesantren untuk mengambil peran lebih luas dalam kegiatan sosial maupun pemerintahan.

Melalui program Pesantren Connect 2026, Kemenag Kabupaten Tasikmalaya berharap tercipta SDM pesantren yang tidak hanya kuat dalam pengetahuan agama, tetapi juga cakap berkomunikasi, memiliki kemampuan kepemimpinan, dan siap berkontribusi bagi kemajuan daerah.

 

 

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin