TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com — Kasus penyerangan brutal yang dilakukan sekelompok pemotor terhadap pedagang pecel lele di wilayah Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, mulai menemui titik terang. Aksi penganiayaan yang rekamannya sempat viral di media sosial dan kamera pengawas (CCTV) ini tengah diselidiki secara intensif oleh jajaran Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota.
Peristiwa pengeroyokan tersebut terjadi di Jalan Ir. H. Juanda, tepatnya di kawasan Bundaran Bypass, pada Sabtu (17/10/2026) dini hari sekira pukul 02.40 WIB. Dalam aksinya, kelompok yang diduga berjumlah sekitar 20 orang tersebut mendatangi dan menyerang para pedagang secara membabi buta.
Akibat insiden tersebut, lima orang pedagang yang berasal dari Kecamatan Salopa, Kabupaten Tasikmalaya, menjadi korban. Pihak kepolisian mengungkapkan bahwa para korban untuk sementara waktu terpaksa menutup usahanya karena masih mengalami trauma berat (syok) serta menjalani pemulihan akibat luka-luka, termasuk hantaman batu.
Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya Kota, AKP Januar Rangga Fardhela, saat dikonfirmasi pada Jumat (23/10/2026) menyatakan bahwa Tim Resmob saat ini tengah bekerja maksimal di lapangan untuk memburu para pelaku.
"InsyaAllah hasil di lapangan kita sudah mendeteksi, mungkin lanjutnya kita lagi mengerucutkan pergerakan di lapangan kaitan nama-nama itu, mudah-mudahan bisa segera ada titik terang dari hasil penyelidikan," ungkap AKP Januar.
Lebih lanjut, AKP Januar menjelaskan bahwa kelompok pemotor tersebut diperkirakan bukan merupakan geng motor resmi yang terstruktur, melainkan murni kelompok berandal kejahatan jalanan.
"Kalau saya bisa gambarkan sementara kayaknya ini bukan geng motor, kan geng motor ada KTA, tapi ini lebih disebut berandal kejahatan bukan klub satu motor," jelas mantan Kanit Resmob Polda Jabar ini.
Polisi menambahkan, jumlah pelaku yang tergolong banyak tersebut tidak tergabung dalam satu kelompok terorganisir yang solid, melainkan gabungan oknum yang saling mengenal dan bergabung saat melakukan aksi kejahatan. Saat ini, jajaran Satreskrim terus mendalami identitas para pelaku agar dapat segera diamankan.