TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com — Peluang produk kerajinan khas Tasikmalaya menembus pasar internasional dibahas secara mendalam dalam forum dialog eksklusif yang diinisiasi KADIN Kota Tasikmalaya di Meeting Room Bank bjb, Sabtu (24/10/2026).
Mengusung tema "Dari Lokal Menuju Pasar Internasional: Integrasi Produk dalam Arsitektur Kontemporer", forum ini mempertemukan jajaran Pemerintah Kota Tasikmalaya, pelaku usaha, arsitek internasional, serta pakar rantai pasok (supply chain) global.
Ketua KADIN Kota Tasikmalaya, M. Abdul Karim, menegaskan bahwa produk-produk unggulan daerah harus terus didorong naik kelas agar mampu memikat pasar dunia.
"Produk unggulan daerah harus punya ruang berkembang sesuai selera global. Diskusi ini kami buat untuk buka peluang baru agar produk kreatif Tasik lebih dikenal dan pasarnya meluas," kata Karim, Minggu (25/10/2026).
Senada dengan hal tersebut, Kepala Dinas KUMKM Indag Kota Tasikmalaya, Sofian Zainal Mutaqien, menyebutkan bahwa tren permintaan material alam untuk mendukung konsep arsitektur dunia saat ini sangat besar. Hal ini menjadi celah potensial bagi perajin lokal Tasikmalaya.
"Pangsa pasarnya luas sekali. Dari paparan Mr. Greg, banyak kota di dunia dengan konsep arsitekturnya butuh material pendukung seperti yang kita punya," ujar Sofian.
Dari kacamata pelaku usaha, Febri menyuarakan harapannya agar sinergi lintas sektor ini konsisten berjalan demi menjaga pertumbuhan industri kerajinan daerah.
"Harapannya pengusaha, pemerintah dan KADIN terus berkolaborasi untuk mendorong ekonomi, khususnya kerajinan," ucap Febri.
Perspektif Arsitek Dunia dan Penguatan Rantai Pasok Etis
Perspektif global turut dihadirkan oleh Gregory Kovacs, Founder Studio Kovacs sekaligus arsitek multidisiplin internasional. Ia hadir secara langsung untuk mengenali keunikan potensi lokal sekaligus menjajaki peluang kolaborasi desain jangka panjang.
"Ini kesempatan unik untuk dekat dengan komunitas lokal. Kami di sini untuk belajar, mengenal kalian, dan membangun koneksi," ungkap Gregory.
Sementara itu, Aparna Bhatnagar Saxena, Founder & CEO AHANA yang juga pakar rantai pasok etis, menekankan krusialnya sistem supply chain yang bertanggung jawab. Menurutnya, daya saing produk di kancah internasional tidak sebatas ditentukan oleh keunikan desain, melainkan juga kesiapan perajin dalam memenuhi standar kemitraan global.
Melalui forum strategis ini, KADIN Kota Tasikmalaya berharap berbagai gagasan yang tercetus dapat terealisasi menjadi transaksi bisnis nyata, sehingga kerajinan Tasikmalaya tidak hanya berjaya di pasar domestik tetapi juga menjadi pemain utama dalam ekosistem arsitektur global.