TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com — Suasana penuh nostalgia, kehangatan, dan keharuan mewarnai perhelatan Reuni Alumni SMA Negeri 2 Tasikmalaya (SMANDATAS) Angkatan 1979, Minggu (25/10/2026).
Dengan penuh sukacita, puluhan alumni bernostalgia mengunjungi almamater tercinta menggunakan kendaraan wisata khas Kota Tasikmalaya, Mobil Ngulisik (Ngajajah Kotta Tasik). Rombongan berangkat dari Hotel Mandalangi, lokasi pusat rangkaian kegiatan yang telah berlangsung sejak Sabtu (24/10/2026).
Setibanya di lingkungan sekolah, suasana haru dan bahagia pecah. Para alumni menyempatkan diri berfoto bersama di halaman depan sekolah, tempat puluhan tahun silam mereka menimba ilmu. Gelak tawa dan canda mengiringi momen pertemuan penuh kenangan tersebut.
Usai sesi foto bersama, para alumni menyusuri setiap lorong dan sudut kelas untuk mengenang kembali masa-masa belajar masa remaja. Agenda ini menjadi wahana melepas rindu sekaligus mempererat tali silaturahmi antar-alumni yang telah lama terpisah oleh ruang dan waktu.
Ketua Koordinator Wilayah Tasikmalaya Alumni SMANDATAS 1979, Wawan Herawan, menyampaikan bahwa agenda reuni ini rutin digelar secara bergantian di berbagai wilayah, mulai dari korwil Jabodetabek, Bandung, hingga Tasikmalaya.
"Hari ini keliling kota, mengenang kembali kebersamaan sekolah di SMA negeri kita. Kita berfoto dulu di SMA 2. Setelah itu putar-putar kota untuk melihat mengenang kembali peristiwa-peristiwa yang mungkin bikin kita jadi tahu bagaimana dulu kita ikut demo dikejar-kejar sama polisi di daerah Mitra Batik," ungkap Wawan, Minggu (25/10/2026).
Wawan membeberkan, dari total 100 anggota alumni yang terdata aktif, sebanyak 75 orang hadir langsung memeriahkan acara reuni tahunan ini.
"Anggotanya 100, tapi semua aktif. Yang terdaftar 86, yang hadir 75, 8 orang ada keperluan pribadi dan sakit, sehingga tidak bisa hadir," ucapnya.
Purna Bakti, Komitmen Sedekah, dan Kebanggaan Alumni
Lebih lanjut, Wawan menambahkan bahwa lulusan SMANDATAS 79 telah banyak mengukir prestasi dan berkiprah di tingkat daerah maupun nasional, baik sebagai profesor, dokter, tenaga pendidik, profesional swasta, hingga instansi pemerintah.
"Tapi kebanyakan sudah purna bakti semua ya, tapi Alhamdulillah tetap semangat untuk berkumpul. Kita hasil sarasehan semalam bahwa kita akan melanjutkan setiap tahunnya. Istilahnya mah tidak ada lagi yang bisa ikut karena memang sudah beda dan sebagainya, tapi kita akan berupaya dengan berkomitmen memberikan sedekah," bebernya.
Sementara itu, salah seorang peserta reuni, Pipin Yusuf Arifin, mengaku terharu tak menyangka telah melepas seragam putih abu-abu di SMANDATAS selama hampir 47 tahun.
"Sekarang ini sudah tersebar di seluruh Indonesia, tapi bagi kami dibagi jadi tiga koordinator wilayah, wilayah Tasik, Bandung, dan Jabodetabek. Begitu menyebarnya teman-teman kami itu, yang dari Jawa biasanya bergabung di Jabodetabek," ujar Pipin.
Pipin merasa bangga dan kagum melihat kemajuan pesat almamaternya yang kini tumbuh jauh lebih modern dibandingkan era perintisannya dahulu.
"Bangunan sudah jauh lebih baik, lebih bagus, fasilitas lebih banyak. Dulu masih terbatas, tetapi lebih semangat sehingga banyak dari rekan-rekan kami yang menduduki jabatan-jabatan yang ada sekarang tempat kerjanya," pungkasnya.