Polisi Temukan 7 Pot Ganja di Rajapolah Tasikmalaya, Disamarkan di Tengah Kebun Cabai
Dari hasil penyelidikan, polisi menemukan bahwa ganja tersebut ditanam di area kebun cabai.
Disarankan:
BPBD Kota Tasikmalaya mendistribusikan 8.000 liter air bersih ke Perumahan PDK Kahuripan seiring meluasnya krisis air hingga kawasan pusat kota (8/10/2026).
TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Dampak fenomena musim kemarau di Kota Tasikmalaya dilaporkan kian meluas hingga menyasar kawasan pusat kota. Ketersediaan air bersih di sejumlah area permukiman padat penduduk mulai mengalami penurunan debit secara drastis.
Salah satu wilayah yang terdampak krisis air adalah Perumahan PDK di Jalan Cikunten Indah, Kelurahan Kahuripan, Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya.
Warga setempat, Dona Dermawan, mengungkapkan bahwa kesulitan air bersih sudah melanda kawasan pemukiman mereka selama beberapa pekan terakhir hingga mengganggu aktivitas domestik harian.
"Sumur warga di lingkungan perumahan kami mengalami penurunan debit, bahkan sebagian lainnya mulai mengering," kata Dona di lokasi, Kamis (8/10/2026).
Dona mengkhawatirkan kondisi ini akan semakin memburuk apabila kemarau berkepanjangan tanpa adanya pasokan tambahan, mengingat kepadatan hunian di lokasi tersebut cukup tinggi. Pihaknya pun menyampaikan apresiasi atas respons cepat Pemkot Tasikmalaya melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tasikmalaya.
"Kurang lebih warga di sini ada 700 KK. Terima kasih BPBD dan Pemkot Tasik sudah membantu warga kami. Mudah-mudahan air yang dikirim bermanfaat," ucapnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Penanggulangan Bencana BPBD Kota Tasikmalaya, Dudu, menegaskan bahwa pergeseran dampak kekeringan ke area perkotaan kini menjadi perhatian mendesak timnya di lapangan.
"Di perumahan itu kami sudah mendistribusikan sebanyak 8.000 liter air bersih dengan dua kali pengiriman," kata Dudu, Kamis (8/10/2026).
Namun demikian, Dudu membeberkan bahwa proses pengisian dan distribusi tangki air bersih kini mulai menemui kendala teknis akibat menurunnya debit air pada sumber-sumber air baku utama.
"Biasanya sekali mengisi satu tangki hanya 5 menit, tapi sekarang bisa lebih. Karena debit airnya sudah mulai berkurang, bisa 15 sampai 20 menitan. Jadi harus nunggu dulu debit airnya normal," ungkap Dudu.
Antisipasi meluasnya titik krisis air bersih terus diperkuat BPBD Kota Tasikmalaya seiring belum berakhirnya musim kemarau. Petugas mengimbau warga agar senantiasa hemat dan efisien dalam mengonsumsi air bersih.
"Kami mengingatkan supaya masyarakat bijak menggunakan air di tengah kondisi sulit seperti sekarang. Ya, airnya jangan dihambur-hambur, gunakan seperlunya saja," pungkasnya.
Dari hasil penyelidikan, polisi menemukan bahwa ganja tersebut ditanam di area kebun cabai.
Polisi menyita tujuh pot tanaman ganja setinggi 15-20 sentimeter yang disamarkan di antara kebun cabai.
Priangan Bamboo Fest 2026 akan digelar di Gedung PPIK Tasikmalaya pada 14–18 Oktober 2026 untuk menyemarakkan HUT ke-25 Kota Tasikmalaya.