Ikuti Kami :

Disarankan:

Kekeringan Merambah Pusat Kota Tasikmalaya, BPBD Pasok 8.000 Liter Air Bersih ke Perumahan PDK Kahuripan

Kamis, 08 Oktober 2026 | 14:14 WIB
Kekeringan Merambah Pusat Kota Tasikmalaya, BPBD Pasok 8.000 Liter Air Bersih ke Perumahan PDK Kahuripan
Kekeringan Merambah Pusat Kota Tasikmalaya, BPBD Pasok 8.000 Liter Air Bersih ke Perumahan PDK Kahuripan.

BPBD Kota Tasikmalaya mendistribusikan 8.000 liter air bersih ke Perumahan PDK Kahuripan seiring meluasnya krisis air hingga kawasan pusat kota (8/10/2026).

TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Dampak fenomena musim kemarau di Kota Tasikmalaya dilaporkan kian meluas hingga menyasar kawasan pusat kota. Ketersediaan air bersih di sejumlah area permukiman padat penduduk mulai mengalami penurunan debit secara drastis.

Salah satu wilayah yang terdampak krisis air adalah Perumahan PDK di Jalan Cikunten Indah, Kelurahan Kahuripan, Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya.

Warga setempat, Dona Dermawan, mengungkapkan bahwa kesulitan air bersih sudah melanda kawasan pemukiman mereka selama beberapa pekan terakhir hingga mengganggu aktivitas domestik harian.

"Sumur warga di lingkungan perumahan kami mengalami penurunan debit, bahkan sebagian lainnya mulai mengering," kata Dona di lokasi, Kamis (8/10/2026).

Dona mengkhawatirkan kondisi ini akan semakin memburuk apabila kemarau berkepanjangan tanpa adanya pasokan tambahan, mengingat kepadatan hunian di lokasi tersebut cukup tinggi. Pihaknya pun menyampaikan apresiasi atas respons cepat Pemkot Tasikmalaya melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tasikmalaya.

"Kurang lebih warga di sini ada 700 KK. Terima kasih BPBD dan Pemkot Tasik sudah membantu warga kami. Mudah-mudahan air yang dikirim bermanfaat," ucapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Penanggulangan Bencana BPBD Kota Tasikmalaya, Dudu, menegaskan bahwa pergeseran dampak kekeringan ke area perkotaan kini menjadi perhatian mendesak timnya di lapangan.

"Di perumahan itu kami sudah mendistribusikan sebanyak 8.000 liter air bersih dengan dua kali pengiriman," kata Dudu, Kamis (8/10/2026).

Namun demikian, Dudu membeberkan bahwa proses pengisian dan distribusi tangki air bersih kini mulai menemui kendala teknis akibat menurunnya debit air pada sumber-sumber air baku utama.

"Biasanya sekali mengisi satu tangki hanya 5 menit, tapi sekarang bisa lebih. Karena debit airnya sudah mulai berkurang, bisa 15 sampai 20 menitan. Jadi harus nunggu dulu debit airnya normal," ungkap Dudu.

Antisipasi meluasnya titik krisis air bersih terus diperkuat BPBD Kota Tasikmalaya seiring belum berakhirnya musim kemarau. Petugas mengimbau warga agar senantiasa hemat dan efisien dalam mengonsumsi air bersih.

"Kami mengingatkan supaya masyarakat bijak menggunakan air di tengah kondisi sulit seperti sekarang. Ya, airnya jangan dihambur-hambur, gunakan seperlunya saja," pungkasnya.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement