Ikuti Kami :

Disarankan:

Kemarau Panjang di Ciamis: 16 Ribu KK Krisis Air Bersih dan 46 Kejadian Karhutla

Kamis, 01 Oktober 2026 | 11:31 WIB
Kemarau Panjang di Ciamis: 16 Ribu KK Krisis Air Bersih dan 46 Kejadian Karhutla
Kemarau Panjang di Ciamis: 16 Ribu KK Krisis Air Bersih dan 46 Kejadian Karhutla. Foto: Febrian Libelvalen.

Kemarau panjang di Ciamis sebabkan 16.024 KK di 23 kecamatan krisis air bersih dan memicu 46 kejadian karhutla. BPBD telah distribusikan 2,1 juta liter air.

CIAMIS, NewsTasikmalaya.com — Musim kemarau panjang yang melanda Kabupaten Ciamis sejak Juli 2026 terus memperluas dampaknya. Selain menyebabkan puluhan ribu warga kesulitan mendapatkan air bersih, cuaca panas ekstrem dan lahan yang mengering turut memicu maraknya kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ciamis mencatat sebanyak 16.024 kepala keluarga (KK) terdampak krisis air bersih hingga akhir September 2026. Wilayah terdampak tersebar di 143 dusun, 65 desa, dan 23 kecamatan.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Ciamis, Ani Supiani, menyebutkan ada lima kecamatan yang mengalami dampak paling parah, yaitu Banjaranyar, Banjarsari, Tambaksari, Purwadadi, dan Cisaga.

"Yang paling parah ada di lima kecamatan, yaitu Banjaranyar, Banjarsari, Tambaksari, Purwadadi, dan Cisaga. Warga di daerah tersebut sangat bergantung pada distribusi air bersih," ujar Ani saat ditemui di kantornya, Kamis (1/10/2026).

Guna meringankan beban warga, BPBD Ciamis berkolaborasi dengan Perumda Tirta Galuh (PDAM) terus menyalurkan bantuan air bersih secara gratis. Hingga saat ini, petugas telah menyalurkan sebanyak 2.135.000 liter air atau setara dengan 413 armada tangki.

Ani menegaskan, pemerintah desa yang membutuhkan bantuan air dapat memangkas birokrasi tanpa prosedur yang berbelit-belit. Kepala desa diperbolehkan langsung menghubungi Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD yang siaga selama 24 jam.

"Jika warga sangat membutuhkan, Kades bisa langsung menelepon atau berkirim pesan WhatsApp ke saya. Persyaratan administrasi berupa surat resmi desa yang diketahui pihak kecamatan bisa menyusul kemudian," tegasnya.

Selain penanganan darurat, BPBD Ciamis juga menyiapkan langkah jangka menengah dan panjang. BPBD berkoordinasi dengan BNPB, BBWS, dan Dinas PUPR untuk perbaikan sarana air minum, penyediaan hydrant unit, serta perbaikan pompa sumur warga yang rusak.

Sinergi juga terjalin dengan Polres Ciamis yang turut membantu penyediaan selang untuk kebutuhan pipanisasi air bagi masyarakat.

Di sisi lain, cuaca kering juga meningkatkan potensi bencana karhutla. BPBD Ciamis mencatat setidaknya ada 46 kejadian karhutla yang melanda 40 desa di 17 kecamatan, dengan Kecamatan Pamarican sebagai salah satu wilayah dengan frekuensi terbanyak.

BPBD mengidentifikasi beberapa faktor pemicu karhutla, seperti gesekan antar-pohon bambu saat cuaca panas terik, aktivitas pembakaran sampah yang ditinggalkan tanpa pengawasan, hingga pembuangan puntung rokok secara sembarangan.

Menanggapi kondisi ini, BPBD mengimbau masyarakat untuk lebih bijak menghemat air bersih serta mewaspadai bahaya kebakaran.

"Kami mengimbau masyarakat untuk memprioritaskan air bantuan ini untuk kebutuhan pokok konsumsi makan dan minum. Kami juga memohon dengan sangat agar masyarakat tidak membakar sampah sembarangan maupun membuang puntung rokok menyala di area perkebunan atau hutan," pungkas Ani.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement