Ikuti Kami :

Disarankan:

Tiga Bulan Terakhir, 41 Kejadian Karhutla Terjadi di Kota Banjar Dipicu Pembakaran Sampah

Kamis, 01 Oktober 2026 | 17:09 WIB
Tiga Bulan Terakhir, 41 Kejadian Karhutla Terjadi di Kota Banjar Dipicu Pembakaran Sampah
Tiga Bulan Terakhir, 41 Kejadian Karhutla Terjadi di Kota Banjar Dipicu Pembakaran Sampah.

BPBD Kota Banjar catat 41 kejadian karhutla periode Juli–September 2026. Pembakaran sampah tak terkontrol & medan yang sulit dijangkau unit damkar jadi kendala utama.

BANJAR, NewsTasikmalaya.com — Maraknya musibah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda kawasan Kota Banjar, Jawa Barat. Terhitung sejak periode Juli hingga akhir September 2026, tercatat sudah ada 41 kejadian karhutla yang melalap area lahan warga maupun hutan di wilayah tersebut.

Sebagian besar lokasi titik api berada di medan yang sulit dijangkau oleh kendaraan operasional mobil pemadam kebakaran. Alhasil, proses pemadaman terpaksa dilakukan secara manual dengan mengandalkan sistem gotong royong.

Kepala UPTD Penanggulangan Kebakaran BPBD Kota Banjar, Aam Amijaya, menyampaikan bahwa tren kenaikan kasus karhutla ini mulai terpantau signifikan sejak awal Juli. Penanganan di lapangan senantiasa melibatkan personel gabungan dari unsur TNI, Polri, relawan, hingga warga sekitar.

“Mulai Juli sampai dengan September itu ada 41 kejadian,” ujar Aam Amijaya saat dihubungi melalui sambungan telepon, Kamis (1/10/2026).

Aam menjelaskan, akses jalan menuju titik lokasi menjadi tantangan terbesar bagi armada pemadam kebakaran di lapangan.

“Dominasi lokasinya memang sebagian besar sulit dijangkau oleh unit, sehingga penanganannya lebih dengan cara manual dengan melibatkan banyak unsur, mulai dari masyarakat sekitar, aparat, dan juga relawan-relawan. Semua ikut andil dalam penanganan karhutla,” jelas Aam.

Selain aksi pemadaman darurat, langkah preventif dan pencegahan intensif terus digalakkan. Salah satunya melalui kampanye sosialisasi bersama Polres Banjar dengan memasang spanduk imbauan di titik-titik rawan kebakaran.

Menurut Aam, aktivitas pembakaran sampah yang tidak terawasi ditengarai menjadi faktor pemicu utama timbulnya kobaran api yang meluas. Cuaca panas ekstrem yang disertai hembusan angin kencang mempercepat perambatan api ke area vegetasi kering.

“Dicurigai kemungkinan besar dominasi faktor penyebabnya adalah adanya proses pembakaran sampah yang tidak terkontrol. Dengan cuaca panas dan angin cukup kencang, pergerakan api tidak bisa dikendalikan oleh orang yang membakar sampah,” kata Aam.

Menyikapi tingginya frekuensi insiden tersebut, BPBD Kota Banjar meminta masyarakat untuk menahan diri tidak membakar sampah secara sembarangan, terutama di dekat kawasan vegetasi dan lahan terbuka.

Partisipasi aktif warga sangat diharapkan untuk menekan angka kasus kebakaran. Selain menghindari perbuatan yang dapat memicu percikan api, warga juga diimbau segera melapor ke petugas damkar atau aparat terdekat begitu menemukan kemunculan titik api awal.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement