Ikuti Kami :

Disarankan:

Ketua Papeditas Desak Pemkot Tasikmalaya Lebih Peka terhadap Hak Penyandang Disabilitas

Senin, 03 November 2025 | 18:02 WIB
Ketua Papeditas Desak Pemkot Tasikmalaya Lebih Peka terhadap Hak Penyandang Disabilitas
Ketua Papeditas Desak Pemkot Tasikmalaya Lebih Peka terhadap Hak Penyandang Disabilitas. Foto: NewsTasikmalaya.com/Tian K.

Ketua Paguyuban Pegiat Disabilitas Tasikmalaya (Papeditas), Harniwan Obech, mendesak Pemerintah Kota Tasikmalaya agar lebih peka dan berkomitmen dalam memastikan terpenuhinya hak-hak penyandang disabilitas.

TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com - Ketua Paguyuban Pegiat Disabilitas Tasikmalaya (Papeditas), Harniwan Obech, mendesak Pemerintah Kota Tasikmalaya agar lebih peka dan berkomitmen dalam memastikan terpenuhinya hak-hak penyandang disabilitas.

Menurutnya, hingga kini masih banyak fasilitas publik di Kota Tasikmalaya yang belum ramah bagi penyandang disabilitas. Padahal, berdasarkan data yang dimilikinya, terdapat sekitar 2.200 penyandang disabilitas di wilayah tersebut, jumlah yang cukup besar untuk menjadi perhatian serius pemerintah daerah.

“Kami selalu mengingatkan Pemkot untuk lebih peka, responsif, dan berkomitmen dalam memastikan terpenuhinya hak-hak penyandang disabilitas, terutama dalam aspek aksesibilitas fasilitas publik,” ujar Obech, Senin (3/11/2025) siang.

Salah satu contoh yang disorotnya adalah kondisi jalur pejalan kaki di kawasan Bundaran Tugu Asmaul Husna, Jalan HZ Mustofa, Kota Tasikmalaya. Menurut Obech, meski jalur tersebut sudah dilengkapi guiding block atau jalur pemandu bagi penyandang disabilitas netra, keberadaannya terhalang oleh tiang-tiang listrik, rambu lalu lintas, hingga tiang jaringan.

“Situasi itu membuat trotoar sulit diakses oleh pengguna kursi roda dan penyandang disabilitas lainnya,” tegasnya.

Obech menilai, regulasi terkait aksesibilitas sebenarnya sudah cukup jelas dan komprehensif, namun implementasinya di lapangan masih jauh dari harapan. Karena itu, ia mendorong Pemkot Tasikmalaya segera mengambil langkah konkret.

“Pemkot perlu menyusun peta jalan Kota Inklusif, mengalokasikan anggaran khusus untuk peningkatan aksesibilitas fasilitas publik, serta melibatkan langsung penyandang disabilitas dalam perencanaan kebijakan publik,” ujarnya.

Ia berharap, pemerintah dapat memprioritaskan pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas dan menjadikan Tasikmalaya sebagai kota yang inklusif serta ramah bagi semua warga.

“Kolaborasi dan komitmen lintas sektor menjadi kunci agar Tasikmalaya benar-benar bisa menjadi kota yang inklusif,” harap Obech.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kota Tasikmalaya, Hendra Budiman, menyatakan akan segera menindaklanjuti laporan tersebut.

“Ya, besok kami akan cek langsung ke lapangan. Terima kasih atas informasinya,” singkat Hendra.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement