Ikuti Kami :

Disarankan:

Mahasiswi ITS Ciptakan Maket Edukatif untuk Kenalkan Energi Panas Bumi ke Siswa di Tasikmalaya

Sabtu, 25 Oktober 2025 | 17:40 WIB
Mahasiswi ITS Ciptakan Maket Edukatif untuk Kenalkan Energi Panas Bumi ke Siswa di Tasikmalaya
Mahasiswi ITS Ciptakan Maket Edukatif untuk Kenalkan Energi Panas Bumi ke Siswa di Tasikmalaya. Foto: Istimewa

Inovasi menarik datang dari Putri Mulia Hafiy Dzikrullah, atau yang akrab disapa Fide, mahasiswi semester 7 Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya.

TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Inovasi menarik datang dari Putri Mulia Hafiy Dzikrullah, atau yang akrab disapa Fide, mahasiswi semester 7 Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. Selama menjalani program magang konversi SKS selama empat bulan di PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) Area Karaha, Kabupaten Tasikmalaya, Fide berhasil menciptakan sebuah maket edukatif interaktif untuk mengenalkan konsep energi panas bumi kepada siswa sekolah dasar.

Terinspirasi oleh ketertarikannya terhadap energi baru terbarukan (EBT), Fide mengaku bahwa PGE merupakan perusahaan impian tempat ia belajar langsung mengenai pengelolaan energi panas bumi di lapangan. Namun, di luar rutinitas magang, Fide mulai menyadari adanya tantangan literasi energi di kalangan masyarakat sekitar wilayah kerja panas bumi tersebut.

“Saya sering berinteraksi dengan warga sekitar, terutama anak-anak sekolah. Dari obrolan itu, saya menemukan bahwa masih banyak yang belum memahami bagaimana panas bumi bisa diubah menjadi listrik,” ujar Fide saat diwawancarai, Jumat (24/10/2025).

Dari hasil pengamatannya, bahkan sebagian guru di sekolah dasar sekitar mengungkapkan bahwa proses belajar di sana masih bersifat formalitas. Banyak anak-anak yang setelah lulus SD memilih jalur non-akademik. Hal inilah yang mendorong Fide untuk mencari cara agar pendidikan sains dan energi bisa dikemas dengan lebih menarik dan mudah dipahami.

Berbekal pengalaman dari mata kuliah Proyek Inovasi 3, Fide kemudian merancang maket tiga dimensi (3D) yang menggambarkan proses pembangkitan listrik dari energi panas bumi secara sederhana.

Melalui maket tersebut, siswa bisa melihat bagaimana air panas dari dalam bumi berubah menjadi uap, lalu uap panas itu dialirkan ke separator, dan diputar ke mini turbin yang tersambung ke motor DC sebagai simulasi generator yang akhirnya menyalakan lampu LED.

Untuk membuatnya lebih interaktif, Fide juga menambahkan sensor RPM (rotasi per menit) agar siswa dapat melihat secara langsung hubungan antara kecepatan putaran turbin dan energi listrik yang dihasilkan.

Dari Laboratorium ke Sekolah

Ide kreatif ini mendapat dukungan penuh dari Muhammad Sabdian Harwanda, pembimbing lapangan magang di PGE Area Karaha. Ia kemudian mendorong Fide agar mengimplementasikan inovasinya melalui program Geothermal Goes to School, sebuah kegiatan edukatif yang diadakan langsung di SDN Dirgahayu 1 Tasikmalaya.

Dalam kegiatan tersebut, Fide berperan sebagai Project Leader sekaligus inisiator utama, dibantu oleh rekan-rekan mahasiswa magang lainnya sebagai volunteer. Acara diikuti oleh siswa kelas 5 dan 6 SD, dengan dukungan penuh dari Pertamina Geothermal Energy Tbk Area Karaha.

Selain pemaparan materi mengenai energi panas bumi, para siswa juga diajak melakukan eksperimen langsung menggunakan maket buatan Fide. Kegiatan berlangsung penuh semangat dan antusiasme. Anak-anak tampak penasaran mencoba setiap komponen dan menyalakan lampu LED dari energi panas bumi simulatif.

Tingkatkan Literasi Energi dan Cinta Daerah

Fide berharap, hasil karyanya dapat menumbuhkan rasa ingin tahu dan kesadaran anak-anak terhadap potensi energi di daerahnya sendiri. “Karena mereka adalah putra-putri daerah, maka suatu hari nanti merekalah yang akan membawa inovasi untuk mengembangkan potensi wilayahnya, terutama dalam bidang energi panas bumi,” ujarnya penuh semangat.

Ia juga berharap kegiatan seperti Geothermal Goes to School dapat menjadi agenda berkelanjutan, agar edukasi mengenai energi baru terbarukan (EBT) dapat menjangkau lebih banyak sekolah di sekitar wilayah kerja PGE.

Kolaborasi Akademik dan Industri

Pihak Pertamina Geothermal Energy Area Karaha menilai, inisiatif mahasiswa seperti yang dilakukan Fide menjadi contoh nyata sinergi antara dunia pendidikan, industri, dan masyarakat. Selain mendukung tujuan keberlanjutan energi, kegiatan ini juga berkontribusi terhadap peningkatan literasi sains dan teknologi di daerah.

Dengan semangat muda dan kepedulian terhadap masyarakat, langkah kecil Fide ini menjadi bukti bahwa inovasi bukan hanya soal teknologi, tetapi juga soal kebermanfaatan sosial dan pendidikan bagi generasi penerus bangsa.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement