Pemerintah Siaga Hadapi El Nino dan Dampak Erupsi Gunung Berapi, Bantuan Beras Dilanjutkan hingga Desember
Pemerintah memperkuat kesiapan menghadapi fenomena El Nino dan dampak erupsi sejumlah gunung berapi di Indonesia.
Disarankan:
Syarikah Makan al Na’im (SMAN) menjajaki kerja sama dengan Kementerian Perdagangan RI untuk memperluas akses UMKM Indonesia ke pasar Arab Saudi.
JAKARTA, NewsTasikmalaya.com – Peluang ekspansi produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Indonesia ke pasar internasional terus diperluas. Salah satunya melalui langkah strategis yang dilakukan Syarikah Makan al Na’im (SMAN) dengan menjajaki kerja sama bersama Direktorat Pemasaran Produk Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Republik Indonesia untuk memperkuat akses pasar UMKM Indonesia di Arab Saudi.
Penjajakan kerja sama tersebut berlangsung di Gedung II Kementerian Perdagangan RI, Jakarta, Kamis (3/9/2026). Pertemuan ini menjadi tindak lanjut dari komunikasi strategis yang sebelumnya telah dibangun antara Syarikah Makan al Na’im dengan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Jeddah, Arab Saudi.
Dalam pertemuan tersebut, pendiri Syarikah Makan al Na’im, Dr. Dilal Adlin Fadil, hadir bersama tim dan sejumlah perwakilan brand mitra untuk memenuhi undangan Direktorat Pemasaran Produk Dalam Negeri. Rombongan diterima langsung oleh Direktur Pemasaran Produk Dalam Negeri Kemendag RI, Dewi Rokhayati.
Pertemuan membahas peluang kolaborasi Business to Government (B2G) yang bertujuan membuka akses pasar lebih luas bagi produk-produk UMKM Indonesia di Arab Saudi.
Sebagai perusahaan yang beroperasi di Arab Saudi, Syarikah Makan al Na’im memosisikan diri sebagai legal umbrella sekaligus agregator bagi para pelaku usaha Indonesia yang ingin mengembangkan bisnis di negara Timur Tengah tersebut.
Melalui peran tersebut, SMAN berupaya membantu UMKM dalam membangun jaringan bisnis, memahami regulasi, hingga menyiapkan strategi pengembangan usaha agar mampu bersaing di pasar internasional.
“Kami ingin menjadi jembatan antara pelaku UMKM Indonesia dan peluang pasar di Arab Saudi. Banyak produk Indonesia yang memiliki potensi besar, tetapi membutuhkan akses, pendampingan, dan jaringan yang tepat agar dapat berkembang di sana,” ujar Dr. Dilal Adlin Fadil.
Menurutnya, Arab Saudi merupakan pasar yang sangat potensial bagi berbagai produk Indonesia, tidak hanya makanan dan minuman, tetapi juga sektor lain yang memiliki keunggulan kualitas dan daya saing.
Komitmen memperluas pasar UMKM Indonesia juga akan diwujudkan melalui partisipasi Syarikah Makan al Na’im dalam Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 14–18 Oktober 2026 di ICE BSD, Tangerang, Banten.
Dalam ajang tersebut, SMAN akan ambil bagian pada program Pangan Nusa dengan menghadirkan sejumlah produk kuliner unggulan Indonesia, di antaranya Baso Gejrot Tasikmalaya dan Si Kriuk Fried Chicken.
Partisipasi ini diharapkan menjadi sarana promosi sekaligus membuka peluang kerja sama bisnis dengan investor, distributor, maupun calon mitra dari berbagai negara.
Selain memamerkan produk, SMAN juga berencana melakukan penandatanganan kerja sama dengan sejumlah pelaku UMKM Indonesia yang ingin mengembangkan bisnis ke Arab Saudi. Agenda tersebut direncanakan mendapat dukungan langsung dari Kementerian Perdagangan RI.
“Kami ingin TEI menjadi titik temu. Bukan hanya antara produk dengan calon pembeli, tetapi juga antara pengusaha dengan pengusaha, sehingga setelah pameran ada tindak lanjut bisnis yang nyata,” kata Dr. Dilal.
Tidak hanya menghadirkan produk unggulan, selama TEI 2026 Syarikah Makan al Na’im juga akan memfasilitasi kegiatan Business to Business (B2B) Matchmaking bagi para pelaku UMKM Indonesia.
Program ini ditujukan untuk mempertemukan pelaku usaha Indonesia dengan calon mitra bisnis dari Arab Saudi, baik bagi UMKM yang baru merencanakan ekspansi maupun yang sudah memiliki aktivitas usaha di negara tersebut.
Melalui forum bisnis ini, para pengusaha diharapkan dapat membangun jaringan strategis yang mendukung pengembangan usaha secara berkelanjutan.
Dr. Dilal menegaskan bahwa target utama program tersebut adalah memperbanyak produk Indonesia yang mampu menembus pasar Arab Saudi sekaligus mendorong lahirnya pengusaha Indonesia yang siap bersaing di pasar global.
“Target kami adalah semakin banyak produk Indonesia yang bisa hadir di Arab Saudi dan semakin banyak pengusaha Indonesia yang melihat Arab Saudi sebagai pasar sekaligus peluang bisnis jangka panjang,” ujarnya.
Melalui penjajakan kerja sama dengan Kementerian Perdagangan RI serta partisipasi aktif dalam Trade Expo Indonesia 2026, Syarikah Makan al Na’im berharap dapat memperkuat sinergi antara pemerintah, pelaku UMKM, dan dunia usaha.
Kolaborasi tersebut diharapkan mampu mempercepat masuknya produk-produk Indonesia ke pasar internasional, khususnya Arab Saudi, sekaligus meningkatkan daya saing UMKM nasional di kancah global.
Dengan dukungan jaringan bisnis, pendampingan, serta akses pasar yang lebih luas, peluang UMKM Indonesia untuk berkembang di Timur Tengah kini semakin terbuka lebar.
Pemerintah memperkuat kesiapan menghadapi fenomena El Nino dan dampak erupsi sejumlah gunung berapi di Indonesia.
Pemerintah mempercepat penanganan dampak erupsi Gunung Anak Krakatau melalui operasi modifikasi cuaca, pemantauan abu vulkanik, dan pengawasan potensi tsunami di Selat Sunda.
PWI menegaskan tetap menjalankan tanggung jawab penyelenggaraan HPN 2027 di Lampung, sembari membuka ruang lebih luas bagi seluruh konstituen Dewan Pers untuk terlibat.