KARAWANG, NewsTasikmalaya.com – Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama PT PLN (Persero) terus memperluas akses listrik hingga ke wilayah pelosok. Melalui Program Listrik Desa (Lisdes) dan Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL), masyarakat yang sebelumnya belum menikmati sambungan listrik mandiri kini mulai merasakan manfaatnya.
Salah satu upaya tersebut diwujudkan di Dusun Prau Bosok, Desa Muara Baru, Kecamatan Cilamaya Wetan, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Pembangunan infrastruktur kelistrikan melalui Program Lisdes membuka akses bagi 62 calon pelanggan rumah tangga, sementara program BPBL membantu masyarakat kurang mampu mendapatkan sambungan listrik sendiri.
Menteri ESDM sekaligus Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Lahadalia, meresmikan sambungan listrik penerima BPBL di wilayah tersebut pada Kamis (15/10/2026).
Bahlil menegaskan, pemerataan akses listrik merupakan bagian dari upaya mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh masyarakat Indonesia. Karena itu, pemerintah mendorong agar desa dan dusun yang belum terjangkau listrik memperoleh pelayanan yang setara.
"Jadi itu yang pemerintah lakukan, agar semua desa dan dusun wajib untuk mereka mendapatkan hak yang sama, yaitu manfaat pelayanan daripada listrik. Dan listrik ini keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia," tegas Bahlil.
Program Lisdes dan BPBL Buka Akses Listrik bagi Warga Kurang Mampu
Program Lisdes dan BPBL memiliki peran berbeda, tetapi saling mendukung dalam memperluas layanan kelistrikan.
Lisdes berfokus pada pembangunan dan perluasan jaringan listrik menuju wilayah yang belum terjangkau. Sementara itu, BPBL membantu rumah tangga kurang mampu memperoleh sambungan listrik secara gratis, sehingga mereka tidak lagi bergantung pada sambungan milik orang lain.
Melalui BPBL, bantuan yang diberikan mencakup instalasi listrik rumah, Sertifikat Laik Operasi (SLO), biaya penyambungan dengan daya 900 VA, serta token listrik perdana senilai Rp100.000.
Program tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat menikmati listrik secara mandiri sekaligus mendukung aktivitas sehari-hari, termasuk pendidikan anak dan kegiatan ekonomi keluarga.
Direktur Teknologi, Engineering, dan Keberlanjutan PLN, Edwin Nugraha Putra, mengatakan PLN siap mendukung pemerintah mempercepat pemerataan akses listrik melalui pembangunan jaringan dan gardu distribusi.
“PLN siap menjalankan amanah pemerintah untuk menghadirkan listrik hingga ke dusun-dusun yang belum terjangkau. Kami terus membangun jaringan dan gardu distribusi agar masyarakat dapat menikmati layanan listrik yang layak,” ujar Edwin.
PLN Bangun Ratusan Kilometer Jaringan Listrik di Jawa Barat
Perluasan akses listrik melalui Program Lisdes di Jawa Barat didukung pembangunan infrastruktur dalam skala besar.
Sepanjang 2025, PLN merealisasikan pembangunan Lisdes di 210 lokasi di Jawa Barat. Infrastruktur yang dibangun meliputi Jaringan Tegangan Menengah (JTM) sepanjang 46,82 kilometer sirkuit (kms), Jaringan Tegangan Rendah (JTR) sepanjang 182,78 kms, serta gardu distribusi dengan total kapasitas 3.700 kilovolt-ampere (kVA).
Pembangunan tersebut ditujukan untuk melayani 6.392 pelanggan.
Khusus di Dusun Prau Bosok, Desa Muara Baru, pembangunan infrastruktur Lisdes Tahun Anggaran 2025 mencakup JTM sepanjang 0,549 kms dan JTR sepanjang 0,91 kms. PLN juga membangun satu gardu distribusi berkapasitas 50 kVA untuk mendukung penyaluran listrik kepada masyarakat.
Infrastruktur tersebut membuka akses kelistrikan bagi 62 calon pelanggan rumah tangga di kawasan tersebut.
General Manager PLN UID Jawa Barat, Muhammad Joharifin, menjelaskan bahwa pembangunan jaringan dilakukan berdasarkan pemetaan kebutuhan di setiap wilayah. Perencanaan mencakup jaringan tegangan menengah, jaringan tegangan rendah, hingga gardu distribusi agar penyaluran listrik dapat berjalan sesuai kebutuhan masyarakat.
“Melalui program Lisdes, kami terus memperluas jaringan listrik hingga ke pelosok dusun. Infrastruktur yang telah dibangun juga kami optimalkan untuk mendukung penyambungan listrik melalui program BPBL, sehingga masyarakat yang sebelumnya belum memiliki sambungan listrik sendiri dapat menikmati layanan listrik secara langsung, aman, dan andal,” ujar Joharifin.
Pasokan Listrik Jawa Barat Dipastikan Aman
Selain membangun infrastruktur, PLN memastikan kesiapan sistem kelistrikan agar perluasan jaringan dan penyambungan pelanggan baru tidak mengganggu keandalan pasokan.
Sistem kelistrikan Jawa Barat yang terintegrasi dengan Sistem Jawa-Madura-Bali (Jamali) dilaporkan berada dalam kondisi aman dan normal.
Edwin mengatakan, kesiapan pasokan serta cadangan daya menjadi bagian penting dalam mendukung pelaksanaan Lisdes dan BPBL. Dengan dukungan sistem yang andal, masyarakat di wilayah yang baru terjangkau diharapkan dapat menikmati listrik untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.
“Kami juga memastikan proses penyambungan listrik bagi penerima bantuan berjalan lancar, didukung pasokan yang aman dan cadangan daya yang memadai. Dengan begitu, perluasan jaringan melalui Lisdes dan penyambungan listrik melalui BPBL dapat berjalan dengan dukungan sistem kelistrikan yang andal,” imbuh Edwin.
Kini Tak Lagi Menumpang Listrik, Anak Bisa Belajar Lebih Nyaman
Manfaat program pemerataan listrik dirasakan langsung oleh Ono Taryono, salah seorang warga Desa Muara Baru yang menerima bantuan BPBL.
Sebelum mendapatkan sambungan listrik sendiri, Ono dan keluarganya harus menumpang listrik dari rumah tetangga. Penggunaannya pun terbatas, yakni mulai pukul 18.00 hingga pagi hari.
Kondisi tersebut membuat aktivitas keluarga, terutama anak-anak yang belajar pada malam hari, tidak selalu berjalan nyaman.
“Dulu saya menumpang listrik ke tetangga. Listriknya hanya bisa digunakan mulai pukul 18.00 hingga pagi hari,” ujar Ono.
Kini, setelah memiliki sambungan listrik sendiri, keluarganya dapat menjalankan aktivitas di rumah dengan lebih leluasa. Anak-anak juga bisa belajar pada malam hari tanpa harus menghadapi kondisi rumah yang gelap seperti sebelumnya.
“Sebelum ada listrik sendiri, anak-anak kesulitan belajar karena kondisi gelap dan mereka juga takut. Sekarang, dengan adanya listrik di rumah, mereka bisa belajar dengan lebih nyaman,” pungkasnya.
Melalui sinergi Kementerian ESDM dan PLN, Program Lisdes dan BPBL diharapkan terus memperluas jangkauan layanan listrik, terutama bagi masyarakat di daerah terpencil dan rumah tangga kurang mampu yang belum memiliki sambungan listrik mandiri.