BANDUNG, NewsTasikmalaya.com – Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Jawa Barat didorong menjadi pusat pelayanan masyarakat yang semakin mudah dijangkau, termasuk untuk pembayaran tagihan listrik dan pembelian token. Melalui kolaborasi dengan PT PLN (Persero), koperasi desa berpeluang memperluas layanan sekaligus memperoleh tambahan pendapatan usaha.
Dukungan tersebut mengemuka saat Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Bima Arya Sugiarto, bersama PLN meninjau empat KDKMP di Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat, Kamis (15/10/2026).
Empat koperasi yang dikunjungi yakni KDKMP Citaman di Nagreg, Bojongloa di Rancaekek, Cangkuang Wetan di Dayeuhkolot, serta Padalarang di Kabupaten Bandung Barat.
Peninjauan ini merupakan bagian dari rangkaian evaluasi KDKMP di berbagai daerah untuk memastikan kesiapan operasional koperasi dalam memperkuat perekonomian desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Bima Arya menegaskan bahwa KDKMP tidak sekadar berfungsi sebagai tempat berjualan, tetapi juga menjadi bagian dari infrastruktur pemerintah untuk mendukung penyaluran kebutuhan masyarakat.
“KDKMP bukan toko retail. Ini adalah infrastruktur pemerintah untuk menyalurkan bantuan pemerintah dan barang-barang bersubsidi. Ini adalah langkah awal, dan kami tentunya akan terus mengevaluasi agar lebih baik,” ujar Bima.
Ia juga mengapresiasi dukungan PLN yang membuka peluang bagi KDKMP untuk menyediakan layanan transaksi kelistrikan berbasis Payment Point Online Bank (PPOB). Layanan tersebut memungkinkan masyarakat mengakses sejumlah kebutuhan transaksi listrik tanpa harus pergi jauh dari tempat tinggalnya.
KDKMP Bisa Layani Pembayaran Tagihan dan Pembelian Token Listrik
Kolaborasi PLN dan KDKMP menjadi salah satu upaya memperluas akses layanan kelistrikan hingga ke tingkat desa dan kelurahan.
Melalui layanan PPOB, masyarakat dapat melakukan pembayaran tagihan listrik maupun pembelian token listrik melalui koperasi yang menyediakan fasilitas tersebut.
Kehadiran layanan ini juga memberikan alternatif bagi warga yang belum terbiasa menggunakan aplikasi atau kanal transaksi digital secara mandiri.
Direktur Retail dan Niaga PLN, M. Fahrur Rozy, mengatakan perusahaan mendukung pengembangan KDKMP melalui kolaborasi yang dapat memberikan manfaat bagi koperasi maupun masyarakat di sekitarnya.
Menurutnya, perluasan layanan transaksi kelistrikan dapat menjadi peluang bagi koperasi untuk mengembangkan kegiatan usaha sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada warga.
“Sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat ekonomi kerakyatan melalui KDKMP, PLN all out mendukung kemandirian koperasi. Salah satu bentuk dukungannya adalah dengan membuka ruang seluas-luasnya bagi KDKMP untuk menjadi mitra penyedia layanan transaksi kelistrikan bagi masyarakat,” ujar Fahrur Rozy.
Ia menjelaskan, layanan pembayaran listrik dan pembelian token dapat menambah pilihan pelayanan yang tersedia di koperasi. Dengan begitu, masyarakat berkesempatan memenuhi beberapa kebutuhan sehari-hari di satu lokasi.
“Melalui layanan pembayaran tagihan dan pembelian token listrik, KDKMP dapat memperluas jenis layanan yang tersedia bagi warga sekaligus memperoleh peluang pendapatan tambahan. Kolaborasi ini diharapkan dapat berkembang sesuai kebutuhan masyarakat dan potensi masing-masing wilayah,” katanya.
PLN UID Jawa Barat Perluas Akses Layanan hingga Desa
PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Barat turut memperkuat dukungan terhadap pengembangan KDKMP melalui koordinasi dengan pemerintah daerah, pengelola koperasi, dan pemangku kepentingan terkait.
Dukungan tersebut mencakup pemenuhan kebutuhan listrik koperasi serta perluasan akses layanan kelistrikan agar semakin dekat dengan masyarakat.
General Manager PLN UID Jawa Barat, Muhammad Joharifin, menyampaikan bahwa kehadiran layanan kelistrikan di KDKMP merupakan bagian dari upaya PLN mendukung penguatan ekonomi masyarakat melalui pelayanan yang lebih mudah diakses.
“PLN UID Jawa Barat berkomitmen mendukung pengembangan KDKMP melalui penyediaan pasokan listrik yang andal serta perluasan akses layanan kelistrikan bagi masyarakat. Kami berharap kolaborasi ini dapat memberikan kemudahan bagi warga dalam memenuhi kebutuhan listrik, sekaligus membuka peluang usaha bagi koperasi untuk tumbuh dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat di sekitarnya,” ujar Joharifin.
Ia menambahkan, koordinasi dengan pemerintah daerah dan pengelola koperasi akan terus diperkuat agar pengembangan layanan dapat berjalan sesuai kebutuhan masyarakat dan potensi ekonomi setiap wilayah.
Dengan dukungan tersebut, KDKMP diharapkan tidak hanya berperan dalam penyediaan kebutuhan pokok dan barang bersubsidi, tetapi juga berkembang menjadi pusat layanan ekonomi masyarakat di tingkat lokal.
Pemerintah Desa Apresiasi Penambahan Layanan Kelistrikan
Manfaat perluasan layanan KDKMP juga mendapat perhatian pemerintah desa. Kepala Desa Cangkuang Wetan, Asep Kusmiadi, mengapresiasi penambahan layanan transaksi kelistrikan yang dinilai dapat memperluas manfaat koperasi bagi warga.
Menurut Asep, tersedianya berbagai layanan dalam satu tempat dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan lebih praktis. Di sisi lain, penambahan layanan juga diharapkan memperkuat peran koperasi dalam menggerakkan perekonomian desa.
“Keberadaan KDKMP diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat, baik dalam memenuhi kebutuhan pokok maupun mengakses layanan kelistrikan. Kami berharap koperasi ini terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi warga,” kata Asep.
Ia berharap pengembangan KDKMP dapat berjalan berkelanjutan sehingga koperasi mampu memberikan pelayanan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat.
Kolaborasi PLN dan KDKMP menjadi salah satu langkah untuk mendekatkan layanan kelistrikan kepada warga sekaligus membuka peluang pengembangan usaha koperasi. Melalui penguatan operasional dan penambahan layanan, KDKMP diharapkan semakin berperan dalam mendukung aktivitas ekonomi serta meningkatkan kemudahan pelayanan masyarakat di desa dan kelurahan.