Ikuti Kami :

Disarankan:

PMII Kota Tasikmalaya Gelar Aksi Evaluasi Kinerja Wali Kota Jelang Satu Tahun Kepemimpinan, Sempat Saling Dorong dengan Aparat

Jumat, 30 Januari 2026 | 18:23 WIB
Watermark
PMII Kota Tasikmalaya Gelar Aksi Evaluasi Kinerja Wali Kota Jelang Satu Tahun Kepemimpinan, Sempat Saling Dorong dengan Aparat. Foto: Kristian.

Pengurus Cabang Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kota Tasikmalaya menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Bale Kota Tasikmalaya, Jumat (30/1/2026) sore. Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk evaluasi terhadap kinerja menjelang satu tahun kepemimpinan Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan dan Wakil Wali Kota Diky Candra.

TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com - Pengurus Cabang Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kota Tasikmalaya menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Bale Kota Tasikmalaya, Jumat (30/1/2026) sore. Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk evaluasi terhadap kinerja menjelang satu tahun kepemimpinan Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan dan Wakil Wali Kota Diky Candra.

Aksi dimulai sekira pukul 15.00 WIB. Sejumlah massa aksi secara bergantian menyampaikan orasi yang berisi kritik terhadap kebijakan Wali Kota Tasikmalaya yang dinilai belum menyentuh kebutuhan dasar masyarakat. Dalam aksi tersebut, massa membawa sejumlah spanduk dan sempat melakukan aksi bakar ban di depan kantor Bale Kota.

Massa aksi juga menuntut agar Wali Kota Tasikmalaya menemui mereka secara langsung. Namun, hingga aksi berlangsung, Wali Kota tidak tampak hadir di lokasi. Perwakilan massa hanya ditemui oleh Asisten Daerah (Asda) III Hanafi dan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Tasikmalaya Ade Hendar, dengan didampingi Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Andi Purwanto.

Merasa kecewa karena tidak ditemui langsung oleh wali kota, sejumlah massa aksi mencoba menerobos barikade aparat gabungan yang terdiri dari kepolisian, Satpol PP, dan TNI. Aksi saling dorong antara aparat dan massa pun sempat terjadi. Bahkan, beberapa botol air mineral terlihat dilemparkan dari arah massa aksi.

Meski sempat terjadi ketegangan, aksi unjuk rasa berhasil diredam berkat komunikasi yang dilakukan aparat kepolisian. Massa akhirnya membubarkan diri sekitar pukul 16.45 WIB dalam kondisi kondusif.

Koordinator Lapangan (Korlap) aksi, Abdul Aziz, mengatakan bahwa aksi tersebut bertujuan untuk mengevaluasi serta memberikan masukan terkait visi, misi, dan program prioritas Pemerintah Kota Tasikmalaya, khususnya yang menjadi tanggung jawab Wali Kota Tasikmalaya. Ia menilai sejumlah program unggulan seperti Tasik GEMAS, Tasik Pintar, dan Tasik Nyaman belum berjalan optimal dan tidak sesuai dengan kondisi di lapangan.

Ia juga menuntut Wali Kota Tasikmalaya untuk hadir dan menjawab langsung tuntutan masyarakat. Menurutnya, sejumlah kebijakan yang diambil belum memberikan dampak langsung terhadap kehidupan warga. Aziz mencontohkan program Tasik Pintar yang dinilai belum mampu menuntaskan wajib belajar 12 tahun, pelayanan puskesmas yang belum merata, serta banyaknya kepesertaan BPJS yang dinonaktifkan.

"Hari ini bagaimana diskusi yang ingin ditawarkan oleh Pemkot Tasik dan bagaimana ingin menciptakan Tasikmalaya Nyaman ketika insfrastruktur yang ada di Kota Tasikmalaya itu selalu berbenturan dengan izin. Bagaimana lingkungan akan terjaga ketika hari ini program prioritas itu hanya dijadikan slogan bukan hanya bukti nyata dari pemkot tasik," kata Aziz.

Aziz juga menyayangkan ketidakhadiran Wali Kota Tasikmalaya dalam aksi unjuk rasa tersebut. Ia menyebut, kejadian serupa juga terjadi saat PMII Kota Tasikmalaya melakukan audiensi pada Rabu (28/1/2026) lalu.

"Ini bukti bobroknya pelayanan yang ada di Kota Tasik bagaimana slogan atau program prioritas Kota Tasikmalaya yang slogannya itu melayani tidak dijalankan dengan baik.

Ini menunjukkan terkhusus untuk wali kota itu sudah anti kritik terhadap masyarakat dan seluruh elemen yang ada di Kota Tasik," tegasnya.

Ia menambahkan bahwa tuntutan utama massa aksi adalah meminta pertanggungjawaban Wali Kota Tasikmalaya atas kebijakan yang telah diambil.

"Karena semua yang kami sampaikan ini kaitannya dengan Visi misi dan program prioritas yang digaungkan oleh wali kota Karena yang mempunyai kebijakan tertinggi adalah wali kota," tegasnya.

Sementara itu, Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Andi Purwanto menyampaikan bahwa aksi unjuk rasa yang dilakukan PMII Kota Tasikmalaya berjalan dengan aman dan kondusif.

"Alhamdulilah semua aman dan kondusif aksi yang dilakukan sahabat-sahabat dari mahasiswa," pungkas AKBP Andi.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement