TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Polres Tasikmalaya Kota menginisiasi Deklarasi Madrasah Ramah Anak sebagai upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, inklusif, serta bebas dari perundungan dan kekerasan. Kegiatan tersebut digelar dalam rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 dan dipimpin langsung oleh Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Andi Purwanto di Lapangan Apel Polres Tasikmalaya Kota, Jumat (26/6/2026).
Deklarasi tersebut menjadi tonggak komitmen bersama antara kepolisian, dunia pendidikan, orang tua, dan peserta didik untuk mewujudkan madrasah yang mampu mendukung tumbuh kembang anak secara optimal. Acara ditandai dengan pembacaan komitmen bersama dan penandatanganan deklarasi oleh seluruh pihak yang terlibat.
Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Andi Purwanto mengatakan, Polri tidak hanya memiliki tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga mempunyai tanggung jawab moral dalam mendukung pembentukan karakter generasi muda melalui kolaborasi dengan dunia pendidikan.
Menurutnya, program Madrasah Ramah Anak merupakan langkah konkret untuk memastikan setiap anak mendapatkan haknya dalam lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan bebas dari berbagai bentuk kekerasan maupun diskriminasi.
“Madrasah Ramah Anak adalah upaya bersama untuk menciptakan ruang belajar yang menghargai hak-hak anak, menumbuhkan rasa saling menghormati, serta membangun budaya peduli di lingkungan pendidikan. Kami berharap seluruh pihak dapat berkomitmen menjaga madrasah dari perundungan, kekerasan, maupun tindakan yang menghambat tumbuh kembang anak,” ujar AKBP Andi Purwanto.
Kapolres menegaskan, deklarasi tersebut tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial semata. Komitmen yang telah dibangun harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah melalui peran aktif kepala madrasah, guru, orang tua, serta para siswa.
Sementara itu, Ketua Persatuan Guru Madrasah (PGM) Kota Tasikmalaya, Asep Rizal, mengapresiasi langkah Polres Tasikmalaya Kota yang telah menggagas program tersebut. Ia menilai Madrasah Ramah Anak merupakan terobosan positif yang dapat memberikan dampak besar terhadap kualitas pendidikan dan perlindungan anak.
“Ini bukan sekadar kegiatan simbolis atau prestisius, tetapi langkah nyata untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat, aman, dan terbebas dari bullying maupun kekerasan. Kami sangat mengapresiasi inisiatif Polres Tasikmalaya Kota,” katanya.
Asep berharap program tersebut dapat menjadi inspirasi bagi madrasah-madrasah lainnya di Kota Tasikmalaya maupun di berbagai daerah di Jawa Barat. Menurutnya, Polres Tasikmalaya Kota menjadi salah satu pelopor lahirnya Madrasah Ramah Anak dalam momentum Hari Bhayangkara ke-80.
Deklarasi ini juga menjadi bagian dari implementasi Polri Presisi yang tidak hanya hadir dalam aspek penegakan hukum, tetapi juga berkontribusi aktif dalam mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang aman dan berkualitas bagi generasi penerus bangsa.
Melalui sinergi antara kepolisian, tenaga pendidik, orang tua, dan masyarakat, diharapkan budaya ramah anak dapat semakin mengakar di lingkungan pendidikan, sehingga anak-anak dapat belajar dan berkembang secara optimal tanpa rasa takut maupun tekanan.