Ikuti Kami :

Disarankan:

Prabowo: Pendidikan Negeri Harus Gratis dari SD hingga Perguruan Tinggi

Sabtu, 19 September 2026 | 08:16 WIB
Prabowo: Pendidikan Negeri Harus Gratis dari SD hingga Perguruan Tinggi
Prabowo: Pendidikan Negeri Harus Gratis dari SD hingga Perguruan Tinggi. Foto: BPMI Setpres/Muchlis Jr

Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk mewujudkan pendidikan gratis di seluruh satuan pendidikan negeri, mulai dari SD hingga perguruan tinggi.

JAKARTA, NewsTasikmalaya.com – Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk memperluas akses pendidikan bagi seluruh masyarakat Indonesia dengan mendorong kebijakan pendidikan gratis di seluruh satuan pendidikan negeri, mulai dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi.

Pernyataan tersebut disampaikan Presiden saat menghadiri Acara Puncak Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-28 Partai Amanat Nasional (PAN) di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Jumat (18/9/2026).

Melansir laman presidenri.go.id, Sabtu (19/9/2026), Presiden mengungkapkan bahwa pemerintah akan segera membahas langkah konkret untuk mewujudkan pendidikan gratis melalui rapat terbatas bersama jajaran terkait.

Menurut Prabowo, pendidikan merupakan investasi strategis bangsa yang harus dapat diakses oleh seluruh anak Indonesia tanpa terkendala biaya.

"Saya sangat setuju. Saya akan segera mengadakan rapat terbatas. Intinya, biaya pendidikan negeri harus gratis. Biaya pendidikan negeri SD, SMP, SMA hingga universitas negeri harus gratis," tegas Presiden.

Kebijakan tersebut dinilai menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus membuka kesempatan yang lebih luas bagi generasi muda untuk memperoleh pendidikan yang layak.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan atau Zulhas menegaskan bahwa pendidikan memiliki peran sentral dalam menyiapkan generasi penerus bangsa yang mampu menghadapi tantangan masa depan.

Menurutnya, Indonesia membutuhkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kreativitas, daya inovasi, kemandirian, serta integritas yang kuat.

"Generasi yang mencintai bangsa dan negaranya, generasi yang memiliki integritas pribadi yang kuat, mereka adalah pemilik masa depan," ujar Zulhas.

Ia menilai pendidikan berkualitas tidak boleh menjadi hak eksklusif kelompok tertentu. Setiap anak Indonesia, baik yang tinggal di perkotaan maupun daerah, harus memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan terbaik.

"Pendidikan berkualitas tidak boleh menjadi kemewahan. Tidak boleh hanya dinikmati mereka yang lahir di kota besar atau berasal dari keluarga mampu. Tidak boleh ada diskriminasi dalam pendidikan karena pendidikan adalah hak setiap warga negara," katanya.

Zulhas juga menyatakan dukungannya terhadap berbagai program pengembangan pendidikan yang saat ini dijalankan pemerintah, termasuk Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda Transformasi.

Menurutnya, program-program tersebut diharapkan mampu mencetak generasi muda yang berdaya saing dan siap mengambil peran dalam perubahan global.

"Kami ingin anak muda Indonesia tidak hanya menjadi penonton perubahan dunia, tetapi menjadi pelaku yang mampu membawa perubahan dan kemajuan bagi Indonesia," tandasnya.

Komitmen pemerintah untuk memperluas akses pendidikan melalui kebijakan pendidikan gratis di sekolah dan perguruan tinggi negeri diharapkan menjadi langkah penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus mewujudkan pemerataan pendidikan di seluruh Indonesia.

 

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement