Ikuti Kami :

Disarankan:

Sekretaris Ditjen Rehabilitasi Sosial Tinjau SR Terintegrasi 41 Kota Tasikmalaya

Jumat, 21 November 2025 | 14:33 WIB
Sekretaris Ditjen Rehabilitasi Sosial Tinjau SR Terintegrasi 41 Kota Tasikmalaya
Sekretaris Ditjen Rehabilitasi Sosial Tinjau SR Terintegrasi 41 Kota Tasikmalaya. Foto: Istimewa

Sekretaris Ditjen Rehabilitasi Sosial Kemensos RI, Idit Supriadi Priatna, melakukan peninjauan ke Sekolah Rakyat (SR) Terintegrasi 41 Kota Tasikmalaya pada Jumat (21/11/2025) pagi.

TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Sekretaris Ditjen Rehabilitasi Sosial Kemensos RI, Idit Supriadi Priatna, melakukan peninjauan ke Sekolah Rakyat (SR) Terintegrasi 41 Kota Tasikmalaya pada Jumat (21/11/2025) pagi.

Kunjungan tersebut dilakukan bersama Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, untuk melihat langsung kesiapan fasilitas dan operasional sekolah yang berada di Jalan Swaka, Kelurahan Sambongpari, Kecamatan Mangkubumi.

Idit menyampaikan bahwa meskipun sekolah masih memiliki keterbatasan, terutama pada luas ruangan dan jumlah guru, SR Terintegrasi 41 tetap optimis mampu memberikan layanan pendidikan terbaik kepada para siswa.

“Sarana dan prasarana di SR ini sudah diperbaiki secara fisik dan siap digunakan untuk penyelenggaraan sekolah,” ujar Idit.

Ia menegaskan bahwa pihak sekolah akan terus berupaya memberikan pendidikan berkualitas serta menjaga agar tidak ada siswa yang dikeluarkan tanpa alasan yang jelas. Evaluasi dan perbaikan pun akan terus dilakukan untuk memastikan kegiatan belajar mengajar berjalan optimal.

Terkait pola pembelajaran, Idit menjelaskan bahwa SR menggabungkan kurikulum nasional dengan tambahan kegiatan luar kelas dan ekstrakurikuler. “Kami memang masih memiliki keterbatasan jumlah guru, namun Pak Menteri sedang menyiapkan semuanya,” tambahnya.

Idit juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara Kemensos dan pemerintah daerah untuk membangun SR yang lebih mapan. Ia menyampaikan bahwa proses pembangunan fasilitas permanen terus berjalan, dengan pembagian peran, Kemensos untuk operasional, pemerintah daerah menyiapkan lahan, dan dinas terkait menyiapkan infrastruktur.

“Kita kolaborasi dengan daerah, mulai dari pengangkatan guru yang berasal dari putra daerah hingga penyediaan lahan seluas lebih dari 7 hektare,” ujarnya.

Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, mengungkapkan rasa syukurnya karena SR ini dapat berkembang meski dalam keterbatasan awal. Ia mengakui beberapa fasilitas masih perlu dibenahi dan Pemkot berkomitmen memenuhinya secara bertahap menuju terwujudnya SR permanen.

“Kami penuhi sedikit demi sedikit. Tantangannya bukan hanya fasilitas, tetapi juga adaptasi guru dan perilaku siswa. Ini bagian dari upaya memutus rantai kemiskinan, karena setiap anak memiliki latar belakang dan budaya yang berbeda,” kata Viman.

Saat ini, SR Terintegrasi 41 menampung sekitar 75 siswa tingkat SD dan SMP. Viman optimis kurikulum yang diterapkan mampu membangun karakter siswa secara menyeluruh.

Program yang diterapkan di SR juga menyasar keluarga siswa melalui program sosial lainnya agar penanganan kemiskinan lebih komprehensif. Ia menambahkan bahwa lahan pembangunan SR permanen masih dalam proses seleksi.

“Kami sedang menyeleksi lahan yang layak untuk pembangunan SR. Pemerintah pusat menyediakan anggaran, dan kami menyiapkan lahannya,” jelas Viman.

Ia berharap lulusan SR ke depan dapat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi maupun pendidikan vokasi. Untuk itu, Pemkot tengah merumuskan keberlanjutan program, termasuk konseling bagi siswa yang didukung tenaga psikolog dari pusat.

“Ini adalah kolaborasi semua pihak. Mulai dari Dinkes hingga tenaga psikolog, semua terlibat untuk mendukung program presiden melalui SR,” pungkasnya.

 

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement