TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pengelola Kompleks Olahraga Dadaha menargetkan perbaikan tembok Stadion Wiradadaha yang ambruk akibat tertimpa pohon besar rampung pada bulan April 2026 ini.
Kerusakan tersebut terjadi saat Kota Tasikmalaya dilanda cuaca ekstrem berupa hujan deras dan angin kencang pada 27 Maret 2026 lalu. Meski kerusakan cukup mencolok, pihak pengelola optimis pengerjaan dapat dilakukan dengan cepat karena tingkat kerumitan yang rendah.
"Target kami bulan ini harus beres. Dari segi pengerjaan tidak terlalu rumit. Berdasarkan Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang kami susun, estimasi biayanya di bawah Rp10 juta, antara Rp5 hingga Rp10 juta," ujar Kepala UPTD Pengelola Kompleks Olahraga Dadaha, Dadang Ismail, saat ditemui di ruangannya, Selasa (14/4/2026) siang.
Untuk mempercepat proses perbaikan, Dadang menjelaskan bahwa pihaknya melakukan langkah jemput bola dengan mencari dukungan melalui *sponsorship* perusahaan swasta maupun pengajuan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT).
"Mana yang paling cepat, itu yang akan kami eksekusi. Kami sudah membuat proposal untuk diajukan ke berbagai pihak, seperti Bank BJB maupun perusahaan swasta lainnya," jelasnya.
Dadang menambahkan, jika perbaikan menggunakan dana BTT, maka pengerjaan teknis akan dilakukan oleh Dinas PUTR. Namun, jika dukungan datang dari pihak swasta, maka Dispora dan UPTD memiliki kemampuan mandiri untuk melaksanakan perbaikan tersebut.
Meskipun bersifat perbaikan darurat, pihak UPTD menegaskan bahwa kekuatan material akan tetap menjadi prioritas. Material yang digunakan akan disesuaikan dengan konstruksi lama agar tetap kokoh.
"Bahan-bahannya harus sama dan menyesuaikan. Kemarin kalau kita lihat, tembok ini sebenarnya cukup kokoh, namun karena pohon yang menimpanya sangat besar dan tumbang hingga akarnya, tembok tetap terdampak," tegas Dadang.
Saat ini, area tembok yang bolong telah ditutup sementara menggunakan seng dan spanduk guna menghalangi akses pengunjung liar dari luar yang ingin menyelinap ke dalam area stadion.
Terkait potensi bahaya pohon besar lainnya di kawasan olahraga tersebut, Dadang mengungkapkan bahwa pihak UPTD sebenarnya telah melakukan langkah mitigasi sebelum musibah terjadi. Namun, fokus utama saat itu berada di jalur GGM hingga GOR Susi Susanti yang dinilai lebih rawan berdasarkan sejarah tahun-tahun sebelumnya.
"Hampir semua ranting yang tua dan lapuk di jalur jogging track sudah kami pangkas. Kejadian di stadion kemarin murni karena faktor cuaca ekstrem; pohonnya tidak hanya patah, tapi tersungkal hingga akarnya," pungkasnya.