Ikuti Kami :

Disarankan:

Transformasi Digital Kesehatan Makin Pesat, Sekda Ciamis Minta Nakes Adaptif Hadapi Era Teknologi

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:11 WIB
Transformasi Digital Kesehatan Makin Pesat, Sekda Ciamis Minta Nakes Adaptif Hadapi Era Teknologi
Transformasi Digital Kesehatan Makin Pesat, Sekda Ciamis Minta Nakes Adaptif Hadapi Era Teknologi. Foto: Febrian Libelvalen.

Sekretaris Daerah Kabupaten Ciamis, Andang Firman Triyadi, mengajak para tenaga kesehatan untuk terus meningkatkan kemampuan dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi kesehatan di era digital. Menurutnya, transformasi teknologi saat ini menjadi tantangan sekaligus peluang besar dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan masyarakat.

CIAMIS, NewsTasikmalaya.com - Sekretaris Daerah Kabupaten Ciamis, Andang Firman Triyadi, mengajak para tenaga kesehatan untuk terus meningkatkan kemampuan dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi kesehatan di era digital. Menurutnya, transformasi teknologi saat ini menjadi tantangan sekaligus peluang besar dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Andang saat membuka Seminar Internasional yang digelar Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STIKes Muhammadiyah Ciamis di Auditorium KH Ahmad Dahlan, Kamis (7/5/2026).

Seminar bertema “Transformasi Teknologi Kesehatan: Optimalisasi Kapabilitas Tenaga Kesehatan dan Aksesibilitas sebagai Peluang di Era Digital” itu menghadirkan sejumlah narasumber kompeten dari berbagai bidang kesehatan dan pendidikan.

Dalam sambutannya, Andang menegaskan bahwa perkembangan teknologi di sektor kesehatan berlangsung sangat cepat dan tidak bisa dihindari. Karena itu, tenaga kesehatan dituntut untuk mampu mengikuti perubahan agar tidak tertinggal di tengah arus digitalisasi layanan kesehatan.

“Perkembangan teknologi kesehatan terus bergerak cepat. Karena itu tenaga kesehatan harus mampu beradaptasi agar tidak tertinggal dan dapat memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kualitas pelayanan,” ujar Andang.

Ia menilai keberhasilan transformasi digital di bidang kesehatan sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia. Menurutnya, peningkatan kapasitas dan kompetensi tenaga kesehatan harus berjalan beriringan dengan perkembangan inovasi teknologi global.

Andang juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mendukung pengembangan teknologi kesehatan yang lebih aplikatif dan berkelanjutan. Ia menyebut sinergi antara akademisi, praktisi kesehatan, pemerintah, hingga pemangku kepentingan lainnya menjadi kunci menghadapi tantangan pelayanan kesehatan di masa depan.

“Melalui seminar ini diharapkan lahir ide dan solusi strategis dalam mengoptimalkan aksesibilitas serta kapabilitas tenaga kesehatan di era digital,” katanya.

Sementara itu, Ketua STIKes Muhammadiyah Ciamis, Nurhidayat, mengatakan seminar internasional tersebut menjadi bagian dari penguatan proses pembelajaran mahasiswa di luar ruang kelas. Kegiatan itu juga menjadi wadah bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan dan memahami perkembangan terbaru di dunia kesehatan.

Menurutnya, organisasi kemahasiswaan memiliki peran penting dalam membangun budaya akademik sekaligus meningkatkan kualitas pengetahuan mahasiswa melalui kegiatan ilmiah seperti seminar.

“Ilmu di bidang kesehatan terus berkembang. Karena itu kita harus mampu mengikuti proses dan perkembangan yang terjadi agar tidak tertinggal,” ungkap Nurhidayat.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement